Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Senin, 22 Juli 2019, 09:34 WIB

“Pokoknya jangan mie ayam!”

 

Itulah yang diserukan oleh sang istri terlucyu saat aku bertanya mau sarapan apa pada suatu Senin pagi (23/4/2018) yang bergerimis tipis.

 

“Ketupat tahu mau?” tanyaku kepadanya yang terkantuk-kantuk di jok belakang sepeda motor.

 

“Aku nggak begitu suka ketupat tahu Mas.”

 

Duh! Gagal sudah rencana melepas rindu bersantap pora ketupat tahu yang jadi kuliner khasnya Kota Magelang.

 

 

Perut sudah keroncongan, tapi masih beberapa kilometer lagi hingga tiba di pertigaan Secang. Itu artinya, jarak ke Kota Magelang masih belasan kilometer lagi. #jauh

 

Karena sang istri sudah berfatwa kalau sarapannya di Kota Magelang, jadilah sepeda motor tetap digas ditemani iringan gemuruh perut. Pun untuk menghindari kata sakral “terserah” yang berpotensi diucapkan olehnya , ditetapkanlah soto sebagai menu sarapan.

 

Bukannya pernah ada masanya Sarapan Pagi Selalu Soto?

 

Tapi untuk kali ini, Sebelum Pulang Sarapan Soto dulu.

 

 

Jarak tinggal beberapa kilometer lagi menuju pusat Kota Magelang. Kebingungan pun melanda di penggal ruas Jl. Ahmad Yani.

 

Enaknya sarapan soto di mana di Kota Magelang?

 

Maka dari itu laju sepeda motor terhenti sejenak di parkiran Alfamart. Setelah googling-googling barang sebentar, dipilihlah Soto Ayam Mbah Mul sebagai TKP sarapan. Selain searah dengan jalan pulang, penasaran juga soto macam sih apa yang jadi santapannya siswa-siswi elit SMAN 1 Magelang.  

 

Jadilah dengan bekal kata kunci “soto di belakang SMAN 1 Magelang” dimulailah perjalanan menyusuri jalanan Kota Magelang. Sempat kebablasan di Jl. Pemuda, tapi akhirnya ketemu juga dengan Jl. Pangeran Diponegoro dan pertigaan ke Jl. Cempaka.

 

Holadalaaa… jebul ternyata SMAN 1 Magelang itu deket buanget sama Taman Kyai Langgeng toh! Jadi inget dulu tahun 2012 pernah ber-PEKOK ria ke sini.  

 

warung tenda soto mbah mul magelang

 

Warung Soto Ayam Mbah Mul menempati tempat sederhana di sisi jalan aspal nan lenggang. Sepintas mirip warung tenda kaki lima. Tapi rupanya, atap warung sudah diperkokoh dengan atap baja ringan. Jadi, nggak perlu khawatir ke-trocoh-an pas makan soto sambil hujan-hujanan.

 

“Komplit mbak?” tanya seorang ibu berjilbab yang berdiri menghadap gerobak soto. Sambil menuangkan kuah soto ke dalam mangkok-mangkok, rupanya beliau menangani pesanan sekaligus pembayaran.

 

Sang istri pun menengok ke aku sebelum menjawab pertanyaan si ibu. Pikirku ya kenapa sotonya harus nggak komplit? Ya pesannya soto komplit saja toh? Pertanyaan “komplit”-nya si ibu barusan itu malah bikin penasaran.

 

suasana warung soto mbah mul magelang

 

Hooooo, jebul ternyata setelah pesanan terhidang di meja, soto Mbah Mul ini rupanya amat sangat meriah sekali. Sungguh suatu penampakan santapan yang menggairahkan usai menempuh perjalanan sekian puluh kilometer dari Kota Salatiga.

 

Pantas saja si ibu bertanya apakah sotonya komplit. Selain nasi, kuah soto, dan suwiran ayam kampung, di dalam semangkuk soto Mbah Mul tersaji pula suwiran tahu bacem, suun, dan satu perkedel kimpul. Nggak ketinggalan pula sebaran tauge, seledri, dan bawang goreng.

 

Hmmm… nikmat sekali menyantap seporsi soto hangat yang meriah di kala perut sudah keroncongan, hehehe.

 

semangkuk soto mbah mul magelang

 

Eh, di atas itu yang disebut dengan perkedel kimpul adalah perkedel yang terbuat dari kimpul alias talas. Kalau perkedelnya dirasa kurang boleh minta nambah lho. 

 

Kalau pun ingin pelengkap lain, di atas meja tersedia berbagai kawan pendamping bersantap soto seperti tempe goreng yang digoreng renyah dan sate usus. Tapi, yang menarik buatku adalah sate tempe gembus. Sate ini lumayan pedas, jadinya harap siapkan lidah semisal soto sudah dicampur dengan sambal, hehehe.

 

sate gembus soto mbah mul magelang

 

Soto komplit Rp9.000 per mangkuk
Teh manis panas Rp3.000 per gelas
Gorengan Rp1.000 per potong
Sate gembus Rp1.500 per tusuk

 

Dengan demikian, di warung soto Mbah Mul terisilah perut dengan aman dan sentosa. Perjalanan ke Jogja pun berlanjut tanpa ditemani orkestra perut.

 

Sehabis ini masih harus mampir ke rumahnya Mbak Sha sebelum pulang ke rumah.


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!