Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Selasa, 26 Mei 2009, 07:39 WIB

Eyang-eyang kita di zaman dulu menganggap bahwa tahta para dewa itu adanya di langit. Oleh sebab itu, nggak heran kalau gunung dan bukit, yang notabene tempat tinggi di permukaan bumi, sering dianggap sebagai tempat suci untuk berkomunikasi dengan para dewa.

 

Candi Gunungsari yang terletak di Desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, agaknya dibangun selaras dengan konsep yang diyakini oleh eyang-eyang kita itu. Sesuai namanya, Candi Gunungsari ini letaknya ada di puncak suatu bukit yang bernama Gunung Sari.

 

Foto mahasiswa UGM berkunjung ke Candi Gunungsari, Salam, Magelang pada tahun 2009
Masih dengan tim yang sama selepas dari Candi Losari.
Kiri-kanan: Aku, Mas Ipuk, Agatha, Andreas, dan Eme.

 

Nah, di hari Minggu (10/5/2009), selepas berkunjung dari Candi Losari, aku bareng "tim pencari batu" yang beranggotakan Andreas, Mas Ipuk, Agatha, dan Eme melanjutkan mampir ke Candi Gunungsari.

 

Seperti apa ya Candi Gunungsari itu? Yuk, kita jelajahi!

 

Gunungsari atau Gunung Sari...

Ada yang menulis nama candi sebagai Gunungsari dan juga Gunung Sari. Aku sendiri memilih menulis namanya sebagai Gunungsari.

 

Dari Jogja Menuju Bukit Gunung Sari

Perjalanan dari Kota Jogja menuju Bukit Gunung Sari di Magelang ini terbilang mudah. Dari kota Jogja, Pembaca bisa menempuh Jl. Raya Yogyakarta – Magelang hingga km 24 (perhatikan patok kilometer di sisi kiri jalan). Di km 24 ini Pembaca sudah masuk wilayah Desa Gulon.

 

Kemudian, bila bertemu persimpangan jalan yang ada lampu lalu lintasnya, Pembaca berbelok ke kiri menjauhi jalan raya untuk masuk lebih dalam di wilayah Desa Gulon. Bukit Gunung Sari sebetulnya sudah terlihat dari pinggir jalan raya yang membelah Desa Gulon. Tapi, supaya nggak nyasar salah bukit, ada baiknya Pembaca memastikan letak bukit Gunung Sari pada warga setempat.

 

Wujud Bukit Gunung Sari tempat Candi Gunungsari, Salam, Magelang pada tahun 2009
Sudah siap mendaki bukit Gunung Sari?

 

Candi Gunungsari terletak di puncak bukit. Jalan menuju puncak itu hanya berupa jalan setapak hutan. Alhasil, mau nggak mau Pembaca harus menitipkan kendaraan di kediaman warga. Untuk Pembaca yang membawa kendaraan roda 4 bisa memarkir kendaraan di pinggir jalan raya. Perjalanan berjalan kaki menuju puncak bukit Gunung Sari ditempuh kurang-lebih selama 10 menit.

 

Batu-Batu yang Berserakan

Kondisi Candi Gunungsari ternyata memprihatinkan. Nggak ada satu pun bangunan candi yang berdiri utuh. Yang bisa pengunjung saksikan di situs Candi Gunungsari hanyalah batu-batu candi yang berserakan.

 

Beruntunglah situs Candi Gunungsari sudah terpagari. Selain itu, ada bilik jaga untuk juru pelihara. Meski demikian, di situs Candi Gunungsari ini nggak ada papan nama candi dan juga papan informasi.

 

Wujud bangunan induk Candi Gunungsari, Salam, Magelang pada tahun 2009 dalam kondisi runtuh tak berbentuk
Sama sekali nggak ada sisa-sisa bangunan yang berdiri agak utuh.

 

Bila mencermati posisi sisa-sisa tangga di bangunan induk, Candi Gunungsari memiliki pintu masuk yang menghadap ke arah barat. Di bagian barat bangunan induk sendiri tidak terdapat sisa-sisa pondasi candi perwara. Adapun sisa pondasi bangunan lain malah terdapat di sisi selatan bangunan induk.

 

Pondasi bangunan kecil yang ada di situs Candi Gunungsari, Salam, Magelang pada tahun 2009
Sepertinya sih bukan pondasi candi perwara.

 

Batu-batu candi terbelit akar pohon besar di Candi Gunungsari, Salam, Magelang pada tahun 2009
Pohonnya harus ditebang kalau mau menyelamatkan batuan candi.

 

Pada sisa pondasi bangunan lain tersebut tumbuh pohon besar yang akarnya mencengkram batu-batuan candi yang ada di sekelilingnya. Alhasil, kalau hendak memugar bangunan ini, besar kemungkinan pohon besar tersebut harus ditebang. Padahal kalau aku taksir, pohon ini sudah berumur ratusan tahun.

 

Mirip Tempat Sampah

Candi Gunungsari memiliki beberapa keunikan sebagai candi Hindu. Misalnya saja, wujud yoni induk yang memiliki relief kala.

 

Wujud yoni induk di Candi Gunungsari, Salam, Magelang pada tahun 2009

Relief Kala yang menghiasi yoni induk Candi Gunungsari, Salam, Magelang pada tahun 2009
Jadi penasaran, kira-kira bentuk lingganya seperti apa ya?

 

Selain itu, ada banyak batu-batu yang berbentuk bejana dan berlubang, layaknya (maaf!) "tempat sampah" di masa kini.

 

Batu mirip tempat sampah purba yang ada di Candi Gunungsari, Salam, Magelang pada tahun 2009
Kok ya mirip tempat sampah ya? Sebetulnya kegunaannya buat apa ya ini?

 

Di permukaan batu-batu tersebut terukir beberapa simbol primitif yang tentu saja kami nggak mengerti apa maksudnya. Kami sempat berkelakar kalau simbol-simbol adalah bahasa kuno yang artinya adalah, "buanglah sampah pada tempatnya", hahaha.

 

Simbol aneh yang ada di Candi Gunungsari, Salam, Magelang pada tahun 2009

Simbol lucu yang ada di Candi Gunungsari, Salam, Magelang pada tahun 2009

Simbol unik yang ada di Candi Gunungsari, Salam, Magelang pada tahun 2009
Simbol-simbol yang bikin penasaran itu.

 

Candi Lain di Bukit Lain

Berhubung hari makin beranjak sore, kami pun mengakhiri kunjungan singkat di Candi Gunungsari ini. Masih banyak hal-hal yang menarik untuk diteliti di situs Candi Gunungsari ini. Semisal keberadaan sumber air yang umumnya terletak tidak jauh dari candi.

 

Kalau melirik daftar candi-candi yang tersebar di Kecamatan Salam, ada 2 candi yang sama-sama mengandung kata gunung, yaitu Candi Gunungsari dan Candi Gunung Wukir. Keduanya sama-sama terletak di puncak suatu bukit yang (entah kenapa) disebut gunung oleh warga setempat.

 

WAJIB MBLUSUK INI!

 

Dari atas Candi Gunungsari ini kami bisa menyaksikan sejumlah bukit yang menghiasi desa Salam. Siapa tahu di bukit-bukit tersebut tersimpan candi yang menunggu untuk disingkap.

 

Jadi makin penasaran mendaki bukit untuk mencari candi kan Pembaca? Hahaha.


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • CHELSEA OLIVIA
    avatar komentator ke-0
    CHELSEA OLIVIA #Sabtu, 19 Mar 2016, 19:00 WIB
    Emang bagus... tapi sayang banget aku gak bisa ke sana.. rumahku kan di Jakarta...
    Semoga suatu saat bisa mampir ke sini ya. :)
  • SOLIHAHHHH
    avatar komentator ke-1
    SOLIHAHHHH #Sabtu, 19 Mar 2016, 18:56 WIB
    Aku gak suka candi... nyebelin.....
    Weh.... kok bisa?
  • CEMPAKA
    avatar komentator ke-2
    CEMPAKA #Sabtu, 19 Mar 2016, 18:53 WIB
    Wah.. emang seru ke Candi Gunung Sari. Soalnya aku habis ke sana lho.. tapi kakinya pegel-pegel soalnya tinggi banget, sampai sampai aku hampir pingsan tadi...
    Waaah... hampir pingsan??? Untung nggak pingsan betulan ya. :D

    Kapan-kapan lagi harus banyak latihan jalan kaki jauh dulu, hehehe. :p
  • FAUZAN RHOMADI
    avatar komentator ke-3
    FAUZAN RHOMADI #Selasa, 19 Mar 2013, 13:43 WIB
    waowww ini kan bukit deket rumah ane sekarang hahahaaa telatt. ane sering kesana tuh....
    saya malah jarang ke sana lagi... T.T
  • RITA
    avatar komentator ke-4
    RITA #Senin, 15 Ags 2011, 14:59 WIB
    tidak bisa berkata apa-apa lagi,
    menarik
    bagus
    Matur nuwun mbak e :)
  • RITA
    avatar komentator ke-5
    RITA #Jumat, 12 Ags 2011, 11:20 WIB
    i like it pokok'nya mah.. :)
    matur nuwun mbak e
  • NURYANTO
    avatar komentator ke-6
    NURYANTO #Rabu, 17 Mar 2010, 14:15 WIB
    hei. itu kampung akudi atas bukit gunung sari, indah banget, sayang banget bnyk batu candi yang jadi pondasi rumah...... termasuk rumahku, ckckckcck, orang tua ku yang pakai
    weleh...memang sih sebelum tahun 1980, belum ada hukum yang menyangkut konservasi batuan candi.
  • RAFAEL
    avatar komentator ke-7
    RAFAEL #Selasa, 3 Nov 2009, 11:08 WIB
    Candi gunung sari struktur batunya masih banyak berada di pemukiman penduduk, menurut Pak Petrus penjaga candi sudah pernah ada sosialisasi supaya batu2 bisa dikembalikan ke lokasi candi, tapi belum bisa terlaksana.
    Ngangkutnya kesana itu lho mas yang repot. Saya ndak kebayang mesti nggotong batu ke atas bukit.
  • EM
    avatar komentator ke-8
    EM #Kamis, 23 Jul 2009, 08:58 WIB
    Gunung sari, sambisari, candi SAri ada ga wis?

    Emang arti sari buat candi2 kuwi opo to?
    Candi Sari ada kok Maa, di Kalasan, deket ma kantor Telkom, Masjid An-Nurumi, dan Rumah Makan Mbok Berek. Nama Sari itu bukan nama asli candinya, tapi nama tempat di daerah itu yang diberikan oleh penduduk sekitar. Candi Emma ndak ada yah? hehehe.
  • PEIN
    avatar komentator ke-9
    PEIN #Kamis, 23 Jul 2009, 07:48 WIB
    Sejauh ini, ini hanya satu-satunya artikel berbahsa Inggris yang entah kenapa tiba - tiba berubah jadi bahasa Indonesia...........

    Indonesia is the best...................
    Hmmmm..................
    Yang bahasa Inggris tu cuma coba-coba aja kok, hehehe, sekalian biar nggak lupa pelajaran pas sekolah dulu. Aslinya ya bahasa Indonesia.
  • AJIE
    avatar komentator ke-10
    AJIE #Jumat, 5 Jun 2009, 22:49 WIB
    sebenarnya saya ga suka candi tp aku suka sama sejarah jadi bagus
    Ah ya candi kan bagian dari sejarah juga mas
  • ANAK RANTAU
    avatar komentator ke-11
    ANAK RANTAU #Jumat, 5 Jun 2009, 20:53 WIB
    Aku sedang mencari artikel kerajaan Sriwijaya,

    Ada candinya nggak ya ..??
    Hooo...sepertinya ada mas, kan Sriwijaya itu kerajaan besar. Wong Majapahit yang besar aja ada peninggalan candinya kok.
  • PIXEL
    avatar komentator ke-12
    PIXEL #Kamis, 4 Jun 2009, 19:02 WIB
    Lupa ninggalkan alamat sob http://free-blog-tutorial.blogspot.com
    huhuhuhu...lupa...
  • PIXEL
    avatar komentator ke-13
    PIXEL #Kamis, 4 Jun 2009, 19:00 WIB
    Aku pingin ke Candi Borobudur Sob ...
    Blm kesampaian .. hehe...
    Lam kenal ya .
    Hoooo...saya dah buat artikel tentang Candi Borobudur lho padahal
  • BRILLIE
    avatar komentator ke-14
    BRILLIE #Kamis, 4 Jun 2009, 08:12 WIB
    Tinggal puing2nya saja, tak terawat...
    Perawatannya ya hanya sebatas menjaga agar ndak ada puing-puing yang diambil orang aja mbak...
  • NOVIAN
    avatar komentator ke-15
    NOVIAN #Senin, 1 Jun 2009, 22:08 WIB
    salam kenal, kapan ya bisa mampir2 ke candi.. hehe jangan lupa kunjungan balik ya.. nice blog..
    kalau ke Jogja mampir aja ke candi-candi, he3.
  • SUWUNG
    avatar komentator ke-16
    SUWUNG #Senin, 1 Jun 2009, 15:05 WIB
    sayang dah rusak ya?
    emang udah rusak dari dulu mas, belum dipugar aja.
  • GERRILYAWAN
    avatar komentator ke-17
    GERRILYAWAN #Sabtu, 30 Mei 2009, 17:36 WIB
    waw...written in english....
    udah ziarah ke banyak candi ya...eh blusukan ke banyak candi ya.
    Well, I'm trying my best, hehehe...

    Lumayan banyak mas, sudah 40-an kalau candinya.
  • AMMADIS
    avatar komentator ke-18
    AMMADIS #Jumat, 29 Mei 2009, 21:00 WIB
    Never heard that...

    It's a nice info...

    Cheers friend!
    Thank you, hope you'll liked my blog.
  • PEIN
    avatar komentator ke-19
    PEIN #Jumat, 29 Mei 2009, 15:03 WIB
    LOL............ !!
    Sorry, i think it could read kanji, hiragana and katakana................... : P
    beh! ga ada fitur bahasa Jepang disini oiii!
  • MAS STEIN
    avatar komentator ke-20
    MAS STEIN #Rabu, 27 Mei 2009, 15:22 WIB
    waw! boso linggis?? langsung terdiam satu bahasa
    Alaaah maaas, I'm lagi practicing skill English saya piye toh?
  • I WANNA GO TO YOGYA TOO... HIX
    avatar komentator ke-21
    I WANNA GO TO YOGYA TOO... HIX #Selasa, 26 Mei 2009, 23:07 WIB
    He3, I imagine you were sitting in front of your computer, typing draft for your article, and then browsing the dictionary over and over again, trying to find exact words and arrange them into proper yet understandable sentences.

    I hope real foreigners will really read it and be well-informed about ancient temples in Indonesia. And you'll be like, famous around travelers and academicians who have deep interest in Indonesias ancient relics.

    When you're already rich and famous, be sure to treat the three of us somewhere expensive.. D
    Hey hey hey, get rid of that imagination out of your mind! But it's true that I spent more time when writing this article. It's quite difficult to find an English words that match Indonesian words that I used, like blusuk, notabene, and gerangan.

    As I know, the foreigner visitors of my blog mostly come from Europe region. I don't know why that could happen. For the treat...hmmm...I think I must know your real name first. And three of you??? Are you trying to rob me? hehehe
  • EMERITA
    avatar komentator ke-22
    EMERITA #Selasa, 26 Mei 2009, 21:35 WIB
    Wow, I am quite surprise. in my opinion it is very good to use English. Do you need more translator ? I will be happy to join he...
    I'm glad that you like it Mbak E. But first let me apologize for not fully written all of your writing in the papers that you gave me in other days. Well, it's not about the translator. I'm still not getting used to these kind of English language. You see, the English that I used in Mathematics and English for these article, is quite different.
  • EKA SANTOSO
    avatar komentator ke-23
    EKA SANTOSO #Selasa, 26 Mei 2009, 19:19 WIB
    It is good for a start. As we write more, we will be enriched with experiences..keep writing articles!
    For now, I planned only the candi articles that will be available in both Indonesian and English version.
  • VINNA
    avatar komentator ke-24
    VINNA #Selasa, 26 Mei 2009, 11:33 WIB
    Name it Candi Ijo, Candi Barong, etc. sepertinya seharusnya named it Candi Ijo, Candi Barong, etc. :D
    Name it mbak...any suggestion?