Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Sabtu, 11 Juni 2011, 12:08 WIB

Pilu rasanya saat membaca artikel di blognya Mas Stein: Whistleblower bahwa kejujuran sekarang ini dipandang sebagai suatu kelainan, kesalahan yang harus dianulir.

 

Secara ringkasnya, Mas Stein mengulas berita dari Surabaya tentang Ibu Siami yang melaporkan tindak kecurangan pihak sekolah SDN Gadel 2 karena memaksa anak Ibu Siami agar memberi contekan ke murid-murid lain saat UN berlangsung. Tapi, tindakan Ibu Siami ini malah dikecam oleh para wali murid lain, karena anak mereka terancam tidak sah mengikuti UN.

 

Hanya karena mengangkat derajat sebuah kejujuran, mengapa jadi dipersalahkan?

 

Jadi, jujur itu salah?

 

siswa mengerjakan ujian di sekolah

 

Aku memang bukan manusia yang 100% jujur setiap saat. Tapi aku yakin kita semua tahu bahwa jujur itu baik dan bohong itu buruk.

 

Tapi, di dunia yang serba abu-abu ini, kadang kebenaran sering diputar-balikkan, seperti yang dialami oleh Ibu Siami.

 

Mungkin apa yang ada di pikiran para wali murid adalah,

“Buat apa sih diungkap!? Kan anak saya jadi tidak sah lulus UN!? Harus mengulang lagi! Kan jadi repot! Kenapa tidak dibiarkan saja, toh ini UN SD!?”

 

Dan mungkin ketika kejadian serupa terjadi di jenjang pendidikan yang berbeda, alasan yang muncul pun akan menyesuaikan; “toh ini UN SMP!?” atau “toh ini UN SMA!?”.

 

Mungkin karena ujian itu hanya sekali. Setelah berlalu tak disinggung lagi. Jadi, mungkin karena hanya sekali itu, apa pun boleh diperbuat...

 

Tidak jujur dalam ujian skripsi.
Tidak jujur dalam tes masuk pekerjaan.
Tidak jujur dalam ujian mengemudi.

 

Repot kalau mau jujur, bisa jadi tidak bakal lulus ujian/tes.

 

Eh? Mungkin itu dia…karena jujur itu merepotkan dan orang tidak suka repot, maka jujur itu dijauhi, mereka yang jujur dianggap sebuah kelainan…


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • RITA
    avatar komentator ke-0
    RITA #Senin, 15 Ags 2011, 11:57 WIB
    iya mungkin, kejujuran menyakitkan apabila semua kejujuran itu tak di inginkan oleh kita.
    hidup itu memang harus sabar menerima kenyataan...
  • RITA
    avatar komentator ke-1
    RITA #Jumat, 12 Ags 2011, 11:25 WIB
    orang tua saya selalu mengajarkan kepada saya untuk selalu berlaku jujur,
    karena kalau kita jujur pasti orang lain percaya sama orang lain,
    tapi terkadang kejujuran itu menyakitkan,
    kejujuran itu ndak menyakitkan, mungkin karena kita ndak siap menerima kenyataan
  • BAJU TANAH ABANG
    avatar komentator ke-2
    BAJU TANAH ABANG #Rabu, 10 Ags 2011, 11:25 WIB
    memang jarang sekali kita menemukan orang yang benar-benar jujur hampir tidak ada...salam kenal
    Salam kenal juga :)
    Semoga kita selalu menjadi orang-orang yang sabar ya :)
  • OMIYAN
    avatar komentator ke-3
    OMIYAN #Senin, 11 Jul 2011, 15:03 WIB
    Kita tidak bisa menyalahkan orang yang tidak jujur tapi kita juga tak sepantasnya mengucilkan orang yang jujur dan jika kita mau jujur semua karena sistem lah yang membuat orang berbuat tidak jujur..... tapi bukan sistem yang disalahkan tapi si pembuat kebijakan yang bak dewa tak bisa membuat suatu keputusan yang lebih manusiawi...
    Menurut saya, kebijakan yang tegas adalah yang bercirikan \"hitam dan putih\" Om, bukan kebijakan yang \"abu-abu\". Bicara tentang sistem, memang sistem juga rusak, dan mungkin orang-orang rusak karena sistem. Namun, jika tidak ada yang memulai perubahan, tidak ada yang mulai untuk jujur, semua akan menjadi tambah rusak.

    Memang ketegasan itu menyakitkan Om, tapi selamanya melunak dengan \"abu-abu\" juga tidak baik...
  • PEIN
    avatar komentator ke-4
    PEIN #Senin, 20 Jun 2011, 11:06 WIB
    Jujur kui ajur ternyata :D
    jujur itu penuh pengorbanan...
  • VICKY LAURENTINA
    avatar komentator ke-5
    VICKY LAURENTINA #Senin, 13 Jun 2011, 11:29 WIB
    Nggak ada yang nanya, kamu ngerjain skripsimu bener apa enggak.
    Nggak ada yang nanya, kamu beneran bisa ngerjain psikotes itu apa enggak.
    Nggak ada yang nanya, kamu bisa nyetir mobil apa enggak.

    Tapi kalau suatu hari nanti, ternyata cara berpikirmu miring-miring, kamu nggak bisa bedakan mana fakta dan mana asumsi:
    Atau kalau ternyata kamu nggak becus ngerjain pekerjaanmu padahal seharusnya orang lain lebih pantas karena dia lebih kompeten ngerjain pekerjaanmu;
    Atau saat kamu mengakibatkan orang lain celaka gara-gara kamu nggak perhatikan rambu lalu lintas dengan benar;
    Mungkin saat itu baru kita sadar, ternyata jujur itu jauh lebih baik daripada yang nggak jujur.

    *mulai bertanya-tanya, berapa kali saya nyontek waktu jaman sekolah dulu*
    setuju mbak dokter!
  • ASOP
    avatar komentator ke-6
    ASOP #Minggu, 12 Jun 2011, 18:27 WIB
    Kata seorang narasumber, warga Gadel sana sudah \"sakit\"...
    Harusnya mereka malu, karena sekolah yg selama ini mereka banggakan ternyata melakukan praktek tak terpuji. :mad:
    itulah kalau sakit hanya demi \"materi\"
  • ZEE
    avatar komentator ke-7
    ZEE #Minggu, 12 Jun 2011, 14:21 WIB
    Bisa jadi dulunya si guru termasuk kelompok yg suka nyontek juga. Jadilh begitu tindakannya...entahlah siapa yg pantasi diteladani..
    Mungkin dulunya lulus profesi guru juga dengan cara-cara yang ndak terpuji ya Bu?
  • BEJOKAMPRET
    avatar komentator ke-8
    BEJOKAMPRET #Minggu, 12 Jun 2011, 10:50 WIB
    meneladani para pejabat di atas sana kui Wij
    kadang nyepeda wae ra jujur pada diri sendiri je pas dikoyok kae lho, wes rakuat tenan mergo isin ro sebelahe trus dikuat2ne....
    wah, kalau nyepeda itu sebenernya kuat Kang tapi ya mesti tahu batasan diri kita. Kan istirahat nanjak itu nggak dosa. :)
  • INDOMIELEZAT
    avatar komentator ke-9
    INDOMIELEZAT #Sabtu, 11 Jun 2011, 15:06 WIB
    sekarang sih lebih kucondongkan dalam bentuk \"faktanya\" dan \"peraturannya\"
    daripada kalo \"boleh jujur\"
    karena itu hukum bisa dikompromikan... :(
  • RIA
    avatar komentator ke-10
    RIA #Sabtu, 11 Jun 2011, 13:39 WIB
    bener banget....harga sebuah kejujuran memang mahal.
    kejujuran itu harganya tak ternilai ya mbak Ria