Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Minggu, 26 Juli 2009, 15:47 WIB

Kalau menurut Wikipedia Indonesia,

 

Desa Wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku.
 

(Nuryanti, Wiendu. 1993. Concept, Perspective and Challenges, makalah bagian dari Laporan Konferensi Internasional mengenai Pariwisata Budaya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Hal. 2-3)

 

...terdengar rumit ya?

 

Pokoknya, menurutku desa wisata itu adalah desa di mana mata pencaharian penduduknya bergantung kepada potensi pariwisata yang ada di desa itu. Tapi aku jadi ingat Desa Borobudur, di mana di sana terdapat Candi Borobudur. Mata pencaharian penduduknya mayoritas adalah menjadi penjual suvenir. Tapi layakkah desa tersebut disebut sebagai desa wisata?

 


 

Oke, kita kembali ke Desa Kebondalem Kidul di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang merupakan markas besar KKN-PPM Unit 80 UGM tahun 2008 silam. Desa ini juga punya potensi pariwisata, suatu candi bernama Candi Sojiwan. Walaupun ya kalau dibandingkan sama Candi Borobudur ya masih kalah megah sih.

 

Menurut pengamatanku, hanya Candi Sojiwan inilah potensi pariwisata besar yang ada di Desa Kebondalem Kidul. Terutama potensi pariwisata yang bisa dilihat mata. Eh, semisal ada warga Desa Kebondalem Kidul yang mampir ke blog ini dan tahu ada potensi pariwisata lain, sudilah kiranya aku diberi tahu.

 

Kalau Candi Sojiwan itu benda diam yang bisa dilihat setiap hari, Desa Kebondalem Kidul juga punya atraksi pacuan kuda yang digelar di minggu-minggu sesudah Idul Fitri saja. Bila mempertimbangkan lokasi Desa Kebondalem Kidul yang jaraknya cukup dekat dengan Kompleks Candi Prambanan dan Jl. Raya Yogyakarta – Solo, kenapa nggak menjadikan desa ini sebagai desa penginapan bagi para wisatawan sejarah? Mengingat penginapan besar cuma satu yaitu di Desa Tlogo dan penginapan kecil di sana beberapa tersangkut rumor "layanan plus-plus".

 

Kenapa dulu unit kami berencana menjadikan Desa Kebondalem Kidul ini sebagai desa wisata? Itu karena sebagian besar warga, terutama kaum mudanya nggak memiliki pekerjaan tetap. Kalaupun ada pekerjaan, mereka bekerja di luar Desa Kebondalem Kidul. Untuk itu kami mencoba untuk memberi mereka mata pencaharian alternatif dengan konsep desa wisata. Kala itu obyek utama kami adalah Candi Sojiwan yang sedang dipugar tentunya bisa menjadi pembelajaran bagi mereka yang tertarik di bidang sejarah.

 


 

Tapi konsep desa wisata itu hanya menjadi sebatas impian tatkala penduduk desa nggak bergerak untuk mengubah nasibnya sendiri. Apa yang kami lakukan selama 2 bulan di sana mungkin hanya sebagai motivasi. Itupun nggak seberapa. Mungkin mereka trauma dengan bencana Gempa Bumi Jogja-JaTeng tahun 2006 silam sehingga ingin segala sesuatunya menjadi serba instan serta menghasilkan banyak uang. Kalau begini caranya, siap-siap saja kita menunggu Desa Kebondalem Kidul dicaplok oleh pihak luar.

 

Tapi ada untungnya juga Desa Kebondalem Kidul belum menjadi desa wisata. Karena di sana aku masih menemukan tempat blusukan yang sepi dari hiruk-pikuk manusia. Nggak kebayang kalau di sana nanti penuh dengan warga-warga asing. Tapi sebenarnya aku lebih senang lagi kalau masyarakat desa bisa membebaskan diri mereka dari jelitan kemiskinan dengan usaha dan potensi yang ada di desa mereka sendiri.


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • FENNY
    avatar komentator ke-0
    FENNY #Sabtu, 19 Jan 2013, 17:12 WIB
    kalo pengumumannya sih kurang tau pak,
    aku sih dikasih taunya pas pamitan KKN (awal Januari 2013) sama Pak Topo, pengurus Desa Wisata,
    jadi info lebih lanjut bisa hub Pak Topo ( 0817265905/08282757206 )

    Pak Topo tu baik loh, udah 2 kali ngajak tim KKN UNY bertualang !! :D
    Terima kasih infonya mbak. Kalau saya mampir ke Kebondalem Kidul nanti saya cari informasinya deh.
  • FENNY
    avatar komentator ke-1
    FENNY #Senin, 7 Jan 2013, 16:20 WIB
    Desa Wisata Kebondalem Kidul belum lama ini abis dapet piagam dari Propinsi Jawa Tengah loohh :D
    Terus rencananya Mei mau ada Festival Seni disana :D
    hooo, ada pengumuman resminya mbak? penasaran juga lho
  • FENNY
    avatar komentator ke-2
    FENNY #Minggu, 16 Des 2012, 07:02 WIB
    O iya, di dekat titik sunrise ada candi loh, namanya candi kemiri, ada 3 yoni dan reruntuhan candi yang belum dipugar ..
    Candi Miri mbak, kalau yang itu saya sudah pernah ke sana berkali-kali
  • FENNY
    avatar komentator ke-3
    FENNY #Minggu, 16 Des 2012, 06:56 WIB
    KKN UNY kemarin habis dari titik sunrise di ujung bukit tugel, pemandangannya baguss !! :D
    emang bagus banget
  • HIKARI
    avatar komentator ke-4
    HIKARI #Rabu, 3 Okt 2012, 05:22 WIB
    sekarang di kebondalem kidul udah ada Gendewa lho, yang ngurusin desa wisata. tapi masih belum berjalan lancar.

    dulu kkn ugm mbuat program apa mz yang berhubungan dengan desa wisata kebondalem kidul?
    Programnya dulu kayak pameran pas 17an, terus ngundang Pak Timbul di balai desa buat sarasehan budaya sama warga sekitar.
  • DVD MOVIE
    avatar komentator ke-5
    DVD MOVIE #Senin, 18 Apr 2011, 10:26 WIB
    Pengen nyoba kesana nih..
    Ayo monggo
  • ORANG LEWAT
    avatar komentator ke-6
    ORANG LEWAT #Rabu, 9 Mar 2011, 03:29 WIB
    semoga tidak menjadi desa wisata seperti sarkem atau doli..
    wah, yang mas sebutkan itu sih bukan desa wisata >.<
  • ANNA
    avatar komentator ke-7
    ANNA #Sabtu, 3 Apr 2010, 20:27 WIB
    Alhamdulilah.....impp\\ian itu kini terwujud sudah...desa Kebondalem Kidul kini jd desa wisata budaya....kutunggu saran n masukan demi kemajuan....n kedatangannya juga.....h h h mksh
    turut senang mendengarnya :)
  • ALCINO
    avatar komentator ke-8
    ALCINO #Kamis, 27 Ags 2009, 18:19 WIB
    Apakah setiap Desa boleh mengembangkan potensi-potensi yang artinya selain potensi dari sisi Kebudayaannya ngak begitu banyak...tetapi lokasi/letak desa itu berada di pesisir pantai, maka bisakah memanfaatkan potensi pantai untuk jadi penunjang dalam pengembangan desa wisata??
    Ditunggu jawabannya
    Sebenarnya kalau pantai itu menjadi ciri khas desa tersebut, bisa saja pantai diberdayakan untuk menjadi nilai tambah desa itu. Kan sebenarnya antara SDA dan SDM saling membutuhkan satu sama lain. Yang penting tidak keluar dari pengertian desa wisata.
  • WIDARTO
    avatar komentator ke-9
    WIDARTO #Sabtu, 8 Ags 2009, 23:51 WIB
    mas saya tinggal di Borobudur tepatnya di Desa Wanurejo, Dusun Brojonalan tempat di mana terdapat satu candi namanya candi Pawon, trus desa kami kepingin banget bikin desa wisata dengan obyek candi tersebut, mohon tips2 nya ato kalo sempet berkunjung mohon informasinya saya rumahnya deket candinya
    Iya mas, saya tau candi tersebut. Saya juga ndak mahir perihal desa wisata, tapi kalau saya sempet kesana saya tak mampir deh mas.
  • SUWUNG
    avatar komentator ke-10
    SUWUNG #Sabtu, 1 Ags 2009, 10:42 WIB
    semoga cepet jadi desa wisata yang mengerakan ekonomi rakyatnya
    Nuwun mbah, matur sembah suwung, he3
  • MACFAMOUS
    avatar komentator ke-11
    MACFAMOUS #Rabu, 29 Jul 2009, 00:15 WIB
    hohoho kkn-ny bareng mas ..
    aq unit 115 pa ya buahaha .. masi tetanggan kampuse )
    Saya unit 80 mas, pas KKN juga pernah ketemu unit 24. Tapi itu aja jaraknya > 3 km.
  • OMIYAN
    avatar komentator ke-12
    OMIYAN #Selasa, 28 Jul 2009, 09:58 WIB
    jika sadar adanya desa wisata mungkin akan membantu taraf hidup rakyat desa tersebut sekaligus melestarikan bentuk desa yang asri dan hijau...maklum sekarang yagn namnay desa ditempat saya terkesan kumuh dan ga terurus
    ya itu juga, Hijau, menanggapi komentarnya mas dan Nur, di desa Kebondalem Kidul ini juga miskin pohon peneduh. Sempat saat KKN dulu pernah melobi ke pejabat setempat agar kami diberikan bibit pohon untuk ditanam. Tapi berhubung waktu itu musim kemarau, ya ndak jadi deh, soalnya takut tidak disiram.
  • VINNA
    avatar komentator ke-13
    VINNA #Selasa, 28 Jul 2009, 07:14 WIB
    hehe.. ga skongkolan koq dek.. cm 1 pikiran aja ma Ipin, tp komennya Nur ada benernya tuh.. mungkin jauh di lubuk hatimu ada rasa terpendam di desa itu.. btw, aku setuju koq menjadikan desa itu jd desa wisata, apalagi klo Candi Sojiwan dah rampung..
    Lhaaa? Itu kan desa KKN saya mbak? Apa masak saya tinggalkan gitu aja setelah KKN usai dan saya dah lulus kuliah?

    Wah, kalian bertiga ini!
  • NUR
    avatar komentator ke-14
    NUR #Selasa, 28 Jul 2009, 07:04 WIB
    Bukan maksud bersekongkol dg mb Vinna atau Ipin, tapi setauku seseorang yang memasukkan sesuatu/seseorang ke dalam impiannya, berarti orang itu benar2 mencintai sesuatu/seseorang itu...

    Aku pernah nonton liputan tt satu desa wisata. Bahkan desa itu tak punya obyek wisata sama sekali! Gimana bisa?! Rupanya warga di sana bergotong royong menanam pohon dan merawat hutan yang tersisa, hingga hutan itulah yang jadi obyek wisata kemudian. Intinya, memang yang paling dibutuhkan adalah kemauan warga desa itu sendiri utk merubah nasib.

    Sayang ya, Wis, mereka tidak tahu perasaanmu...
    Aku baru nyadar kalau artikel ini pelampiasan dari impianku. :)

    Yah, memang kita mahasiswa KKN ini hanya bisa memicu, dan yang mesti melakukannya ya warga desa itu sendiri.
  • EKA SITUMORANG - SIR
    avatar komentator ke-15
    EKA SITUMORANG - SIR #Senin, 27 Jul 2009, 17:16 WIB
    Mulia bgt apa yg udah kamu lakukan Wij..
    Gak nyaka deh....

    ayoo tetep semangat :)
    di edukasi lagi :)
    gaet pihal2 laen yg punya power untuk ikut berpartisipasi :)
    Itu dulu kan sewaktu saya masih KKN mbak. Kalau sekrang sih saya selalu menyinggung Desa Kebondalem Kidul kalau ada pembiacaraan ttg Prambanan. Tapi ya cuma itu, yang saya mampu. Hiks.
  • VICKY LAURENTINA
    avatar komentator ke-16
    VICKY LAURENTINA #Senin, 27 Jul 2009, 16:55 WIB
    Nampaknya penduduk lokal nggak niat desanya jadi desa wisata. Mereka kepingin jadi \"pelayan\" di tanah mereka sendiri.
    Sepertinya memang mereka belum bisa mengangkat jiwa wirausaha di dalam diri mereka mbak dokter.
  • VINNA
    avatar komentator ke-17
    VINNA #Senin, 27 Jul 2009, 09:29 WIB
    hehe.. aku koq setuju ma komennya ipin, aku jg ngerasa bgitu.. km sptnya terobsesi ma desa itu.. :D
    Kalian berdua jangan bersekongkol yah :(
    Ini kan memang artikel KKN jadi wajar lah klo diriku mbahas ttg desa itu. Piye?
  • SAMSUL ARIFIN
    avatar komentator ke-18
    SAMSUL ARIFIN #Senin, 27 Jul 2009, 03:01 WIB
    aku merasa kau cukup terobsesi dengan desa kebondalem kidul nih.
    bukan terobsesi, tapi tugas mahasiswa KKN yg bertanggung-jawab kan emang ndak otomatis berhenti setelah 2 bulan KKN toh?
  • TIA
    avatar komentator ke-19
    TIA #Minggu, 26 Jul 2009, 16:37 WIB
    aku komen pertama kan? he3.
    kalo judulnya masih impian berarti belum jadi ya mas?
    pertamaX berati, he3. Impian memang selalu belum jadi toh?