Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Minggu, 12 Juli 2009, 08:12 WIB
Rindita Anggraini Santosa mahasiswi KKN PPM UGM Unit 80 di tahun 2008
Dita memberi pengarahan ke peserta rihlah.

Hari Minggu (24/8/2008) Unit 80 bersama dengan AMM (Angkatan Muda Masjid) Desa Kebondalem Kidul, menggagas acara rihlah dari Pantai Congot ke Pantai Glagah di kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta. Istilah rihlah itu dicomot dari bahasa Arab. Populernya disebut dengan jelajah alam atau outbond.

 

Oleh sebab kami dekat dengan anak-anak desa, pesertanya rihlah inipun didominasi oleh anak-anak. Sebenernya sih agak berat juga diriku melihat itu. Soalnya anak-anak harus berjalan kaki hampir sejauh 6 km di bawah terik matahari.

 

Perjalanan menyusuri tepi pantai itu tentu saja disertai berbagai macam permainan (games) yang menguji kekompakan kelompok peserta rihlah.

 

Foto outbond anak-anak Kebondalem Kidul, Prambanan di Pantai Glagah
Masukin pasir ke botol pakai sedotan.

 

Foto outbond anak-anak Kebondalem Kidul, Prambanan di Pantai Congot
Ranjau darat diatas pasir!

 

Foto games outbond anak-anak Kebondalem Kidul
Ayo ukur, kelompok siapa yg paling banyak?

Permainan Sedotan Pasir

Dalam permainan ini, setiap kelompok diberi sejumlah sedotan dan gundukan pasir di garis awal. Dari garis awal yang sudah ditetapkan panitia, kira-kira sejauh 5 meter diletakkan wadah (berupa botol air mineral). Tiap anggota kelompok kemudian bergantian memenuhi wadah itu dengan pasir yang disendok dari sedotan.

 

Kebayang kan memenuhi botol besar itu hanya dengan memakai sedotan? Kelompok yang pertama kali berhasil memenuhi wadah dengan pasir sesuai batas yang ditetapkan panitia adalah pemenangnya.

 

Permainan Ranjau Darat

Games ini sebenernya mirip dengan permainan yang udah pernah aku singgung di artikel sebelumnya. Hanya bedanya, permainan ini dilakukan di atas pasir dan tanpa kejutan kotorn sapi. Hehehe.

 

Permainan Botol Bocor

Dalam permainan ini, setiap kelompok dibekali oleh botol air mineral yang terdapat beberapa lubang di sisi-sisinya dan sebuah ember. Tiap anggota kelompok kemudian diposisikan berbaris dari tepi air laut ke tepi pantai yang telah ditetapkan panitia. Peserta yang berada di air laut, bertugas mengisi ember itu dengan air laut untuk kemudian di-estafet-kan embernya ke teman yang ada di depannya. Di posisi paling depan ada 2-3 peserta yang bertugas menutup lubang di botol dengan jari tangannya. Air dari ember kemudian dituangkan ke dalam botol. Kelompok yang pertama kali berhasil memenuhi botol sesuai batas yang ditetapkan panitia adalah pemenangnya.

 

 

Dari Congot ke Glagah itu outbond yang paling menyiksa untukku. Aku memang panitianya, tapi perjalanan sejauh 6 km itu sebagian harus kutempuh dengan nyeker alias tanpa alas kaki! Bisa dibayangkan kan berjalan di atas pasir yang panas tanpa alas kaki? Serasa jadi pemain debus saja diriku ini? Tapi dibalik siksaan itu aku dapet banyak obrolan dari teman-teman sesama panitia, sesama Unit 80.

 

Paling banyak ya dari mbak Mon alias Monna Rozana (Teknik Fisika ’05) yang kini sedang berada di Negeri Gajah Putih melanjutkan studinya (bukan ngumpul bareng kerabat jauhnya). Di atas pasir yang panas itu, baru kali ini ada yang menyebut aku unik (kata Mbak Vinna, itu istilah sopan untuk nyebut aneh).

 

Mungkin karena Mbak Mon sendiri punya impian yang nggak biasa bagi kaum wanita pada umumnya. Seperti itulah Mbak Mon dan aku, sampai sesaat sebelum dirinya pergi ke negeri tetangga, kami masih menyempatkan diri untuk bertemu dan membicarakan impian-impian kami. Karena impian itu yang membuat kami ada menjadi seperti saat ini.

 

Foto Mahasiswa KKN dan anak-anak desa Kebondalem Kidul

NIMBRUNG DI SINI

Tolong centang kotak kecil di samping sebelum nge-klik tombol kirim yah!
  • AYUCANTIK
    avatar komentator ke-0
    AYUCANTIK #Kamis, 27 Mei 2010, 14:34 WIB
    sneng sih main di pantai,,,tp setelah itu,,, penderitaan datangggggg
    badan pegel2 smua,,cuapek tenan,,, kulit gosong,,,huuuhhuu,,,
    saya pingin nyoba lagi, tapi pake sepeda aja...
  • MONNA
    avatar komentator ke-1
    MONNA #Minggu, 19 Jul 2009, 16:14 WIB
    Maafkan aku ya mas na.. T-T

    skrg aku telah bertemu dgn kerabat2 jauhku, makin gede2 aj mereka. hihihi..

    aku jd semangat lg, setelah aku kehilangan smnagtku utk bbrp saat..

    mari kita raih mimpi2 kita!

    -- salut aku utk rasa sayangmu kpd mb X --
    Mbak MOOON!

    Ayo kita berjuang untuk sama-sama meraih mimpi kita! Tapi aku juga bingung menghadapi perasaanku ini.
  • CAKEP
    avatar komentator ke-2
    CAKEP #Jumat, 17 Jul 2009, 15:10 WIB
    Wah kayaknya menyenagkan banget, sampai kepanasen nggak terasa
    Sebenernya sih kerasa panas, tapi mau balik ga bisa, wong bisnya nunggu di garis finish kok.
  • SUWUNG
    avatar komentator ke-3
    SUWUNG #Selasa, 14 Jul 2009, 00:38 WIB
    sing mbelet ngemeske
    ati-ati mbah, udah ada yg punya, hehehe
  • ZEE
    avatar komentator ke-4
    ZEE #Senin, 13 Jul 2009, 08:22 WIB
    Tapi kenapa harus nyeker mas? Kan boleh dong kalo pake sendal ato sepatu?
    karena sendal saya satu-satunya itu dipinjem Mbak Mon, mbak...hiks!