Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Selasa, 17 Februari 2009, 18:24 WIB
Foto Miniatur dari Garuda Wisnu Kencana di Taman Garuda Wisnu Kencana di Bali pada Februari 2009
Miniatur dari Garuda Wisnu Kencana.

Kepinginnya sih, kalau Jakarta punya Dunia Fantasi, maka Bali punya Garuda Wisnu Kencana. Tapi itu baru sebatas rencana saja lho, karena proyeknya hingga hari Rabu (4/2/2009) ini belum selesai.

 

Garuda Wisnu Kencana disebut sebagai Cultural Park, taman budaya, yang (rencananya) bakal termegah se-Asia Tenggara. Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, selanjutnya disingkat GWK, dirancang dan dibangun oleh pematung I Nyoman Nuarta, seorang pematung handal putra bangsa.

 

Sesuai namanya, Taman Budaya GWK menampilkan patung Garuda Wisnu Kencana sebagai obyek utamanya. Patung Garuda Wisnu Kencana direncanakan dibangun setinggi 150 meter dan membutuhkan bahan baku 4.000 ton lebih perunggu dan tembaga.

 

Foto Patung Wajah Garuda di Taman Garuda Wisnu Kencana di Bali pada Februari 2009
Patung Wajah Garuda.

Pembangunan Taman Budaya GWK mulai berlangsung sejak tahun 1997 dan direncanakan selesai dalam kurun waktu 3 tahun. Akan tetapi, karena krisis moneter yang melanda Indonesia pada tahun 1998, proyek ini pun jadi tersendat.

 

Patung Garuda Wisnu Kencana sendiri baru terealisasi sebagian, yaitu bagian tubuh atas Wisnu, tangan Wisnu, serta wajah Garuda. Bagian tangan Wisnu ini baru saja rampung bulan Januari 2008 silam.

 

Foto Patung Wisnu di Taman Garuda Wisnu Kencana Bali pada Februari 2009
Patung Wisnu.
Klik Untuk Memperbesar.

Walau proyek pembangunan Taman GWK masih berlangsung, pengunjung tetap dipersilakan untuk menikmati keindahan yang belum sepenuhnya jadi itu. Taman Budaya GWK terletak di Jl. Raya Uluwatu, Kelurahan Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

 

Harga tiketnya lumayan mahal, Rp20.000 per orang dan retribusi sepeda motor Rp2.000. Tapi tidak apalah harga tiket mahal, asalkan proyek ini cepat selesai dan menjadi ikon baru di Pulau Bali dan juga Indonesia.

 

Foto Mata air Parahyangan Somaka Giri di Taman Garuda Wisnu Kencana di Bali pada Februari 2009
Mata air Parahyangan Somaka Giri.

Foto Kolam Lotus di Taman Garuda Wisnu Kencana di Bali pada Februari 2009
Kolam Lotus, sebuah plaza ditengah bukit kapur.

Taman GWK ini memiliki beberapa plaza, yaitu tempat lapang di luar ruangan. Salah satu plaza yang menjadi daya tarik utama adalah Plaza Wisnu. Selain karena di sana ditempatkan patung bagian tubuh atas Wisnu, di Plaza Wisnu juga terdapat mata air Parahyangan Somaka Giri yang dipercaya sebagai mata air suci.

 

Fasilitas yang ada di Taman Budaya GWK ini cukup beragam, ada Kolam Lotus, Taman Festival, Amphitheater, Teater Jalan, Aula Eksibisi, Restoran Jendela Bali, dan tidak ketinggalan toko suvenir.

 

Selain itu, di Balairung Dewi Sri, pengunjung dapat menonton secara cuma-cuma film pendek yang menceritakan pembangunan Taman Budaya GWK. Di Balairung Dewi Sri ini pengunjung juga bisa menggali informasi seputar Taman Budaya GWK.

 

Pembaca sudah pernah ke Bali dan main ke Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana belum ya?


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • SAMSUL ARIFIN
    avatar 290
    SAMSUL ARIFIN #Rabu, 1 Apr 2009, 10:40 WIB
    Padahal blueprint lokasi ini bagus banget yah?
    Kapan selesainya nih kira-kira dibangunnya?
    Bisa jadi tempat nomor satu di negeri kita ini kan?
    Kalau dananya udah turun semua Pin. Apalagi dollar sekarang Rp 12.000. Bisa 10 tahun lagi baru jadi.
  • MAS STEIN
    avatar 371
    MAS STEIN #Rabu, 29 Apr 2009, 14:02 WIB
    wew! blognya ahli batu. jadi kayak lagi wisata ke candi-candi :lol:

    maap blom bisa ngasih komen bermutu, sekedar nyambung tali silaturahmi saja mas...
    terima kasih juga udah kemari Mas Stein, ditunggu lho artikel-artikel pria dewasanya, he3. Saya ini tukang cari batu mas, nggak ahli batu lho.