Maw Mblusuk?
  • RSS 2.0
  • Facebook
  • Twitter
  • Flickr
  • Instagram
  • Youtube
  • E-Mail

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk

Cari Artikel

PARA PENJELAJAH

Jejak BOcahiLANGoleh: Halim Santoso

blog perjalanan Jejak BOcahiLANG oleh Halim Santoso

INSTAGRAM @MBLUSUK

https://www.instagram.com/p/BE4y2IyyizC/

Sendang Pitu

Terbit: Senin, 2 November 2009, 07:03 WIB

Etika Berwisata Peninggalan Bersejarah

  1. Jangan buang sampah sembarangan!
  2. Jangan merusak peninggalan bersejarah! Kalau bisa batasi kontak fisik ke benda tersebut!
  3. Baca informasi sejarahnya. Kalau perlu difoto dan dibaca lagi di rumah.
  4. Patuhi peraturan yang berlaku!
  5. Jaga sikap dan sopan-santun!
  6. Jangan hanya foto-foto selfie thok!
  7. Kalau tempat wisatanya sudah ramai, jangan ke sana!

Lebih lanjut, silakan simak artikel ini.

Sebelum aku mulai bercerita. Ada baiknya kita simak dulu cerita rakyat di bawah ini.

 

Demi setitik cinta adinda, apapun akan kakanda lakukan.

Sekiranya itu yang terucap dari mulut seorang jejaka bernama Joko Badung kepada Dewi Kunti, seorang gadis jelita yang elok parasnya. Namun cinta tak pernah mekar di hati sang jelita. Sedangkan sang jejaka tak pernah berhenti menggapai pujaannya. Maka Dewi Kunti memberi harga cintanya kepada Joko Badung dengan membangun tujuh sendang dengan sembilan sumur dalam waktu semalam.

 

Bagaimana akhir cerita di atas, silakan Pembaca kira-kira sendiri. Namun, usaha Joko Badung itu lah yang melatar-belakangi mitos dari situs Sendang Pitu di Dusun Cabean, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

 

Rute menuju situs ini hampir serupa dengan rute menuju Candi Lawang. Bedanya, di jalan besar sudah ada papan petunjuk yang memberi arah ke situs ini. Masih dengan kelengkapan anggota yang sama. Bersama Andreas, Agatha dan Christa, aku mengunjungi situs ini sepulang dari Candi Lawang di hari Sabtu sore (3/10/2009).

 

Foto Andreas, Agatha Mahardika, Christa di Situs Sendang Pitu, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah pada Oktober 2009
Tim yang sama dari Candi Lawang: aku, Christa, Agatha, dan Andreas.

 

Saat kami tiba di lokasi, situs Sendang Pitu terlihat sepi. Nggak ada orang maupun juru kunci yang bisa ditanya-tanyai. Sepeda motor kami parkir di dekat jalan utama. Tanpa banyak ba-bi-bu kami langsung mendekat melihat-lihat lokasi.

 

Situs Sendang Pitu ini dipisahkan oleh jalan raya menjadi dua bagian. Berhubung aku nggak begitu perhatian dengan arah mata angin, aku sebut saja sebagai bagian A dan bagian B, hehehe.

 

Situs Sendang Pitu Bagian A adalah lokasi yang kami datangi pertama kali. Sepintas, di lokasi ini berdiri banyak bangunan aneh yang terbuat dari semen. Setelah didekati ternyata bangunan tersebut adalah sumur-sumur yang sudah dikokohkan pondasinya.

 

Foto Tujuh sumur purba di Situs Sendang Pitu, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah pada Oktober 2009
Kalau dihitung jumlahnya benar-benar ada tujuh nggak ya?

 

Di setiap sumur, sudah terpasang mesin pompa listrik yang semuanya dalam kondisi aktif alias menyala memompa air. Dari mesin pompa itu bercabang banyak pipa yang jelas itu nanti disalurkan ke penampungan untuk kebutuhan warga dusun.

 

Foto kedalaman sumur purba di Situs Sendang Pitu, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah pada Oktober 2009
Sepertinya sih nggak dalam. Airnya juga nggak begitu banyak.

 

Kami pikir obyek di sini hanya sebatas sumur. Tapi eits! Ternyata ada yang lebih menarik!

 

Kami menemukan petirtaan (sendang) yang masih berfungsi sebagaimana mestinya. Dalam arti, masih ada airnya serta masih dipergunakan oleh warga. Ini terbukti dari banyaknya bekas kemasan deterjen dan sabun di sekitar petirtaan.

 

Foto petirtaan purba yang masih utuh di Situs Sendang Pitu, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah pada Oktober 2009
Petirtaan di Situs Sendang Pitu yang mirip dengan di Situs Payak.

 

Bentuk dari petirtaan Sendang Pitu ini persis serupa dengan apa yang aku jumpai di Situs Payak. Lebih menarik lagi, petirtaan ini dihiasi oleh banyak relief. Ada juga relung yang mungkin dahulu berisi arca.

 

Foto relung arca di Situs Sendang Pitu, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah pada Oktober 2009
Dahulu kala mungkin berisi arca.

 

Foto relief wanita telanjang di Situs Sendang Pitu, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah pada Oktober 2009
Relief wanita (dari dadanya ) yang sepertinya sedang mencuci.

 

Foto relief pria di Situs Sendang Pitu, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah pada Oktober 2009
Relief pria yang sedang duduk menghadap semacam bakul berisi nasi dan lauk-pauk. Kenduri apa ya?

 

Foto relief burung di Situs Sendang Pitu, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah pada Oktober 2009
Relief burung yang mengigit semacam jerami? Atau buah?

 

Foto relief burung di Situs Sendang Pitu, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah pada Oktober 2009
Relief burung yang mengigit semacam unggas kecil? Ayam atau burung puyuh ya?

 

Foto relief tanaman Situs Sendang Pitu, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah pada Oktober 2009
Bangunan petirtaan dihiasi juga oleh relief tanaman.

 

Petirtaan lainnya dapat ditemui di situs Sendang Pitu Bagian B (halah!). Sayangnya, bangunan petirtaan yang ada di lokasi ini sudah runtuh. Meski demikian tetap mengalirkan air.

 

Foto petirtaan runtuh di Situs Sendang Pitu, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah pada Oktober 2009
Bangunan petirtaan yang tidak berwujud lagi.

 

Foto lumpang Situs Sendang Pitu, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah pada Oktober 2009
Mungkin dulu ini dipakai untuk menggilas pakaian.

 

Kami juga sempat berjumpa dengan beberapa warga yang sedang mengambil air dari petirtaan. Menurut mereka, petirtaan ini nggak pernah kering di musim kemarau dan alhasil menjadi sumber mata air mereka. Khusus untuk petirtaan memang tidak diperbolehkan untuk memasang pompa listrik. Karena itu banyak warga yang lantas menenteng jerigen kemari.

 

Foto warga desa mengambil air di Situs Sendang Pitu, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah pada Oktober 2009
Warga masih memanfaatkan sumber air peninggalan eyang-eyang kita ini.

 

Kondisi geografis di Cabean memang nggak kering-kerontang semengenaskan di kabupaten Gunungkidul. Akan tetapi, adanya sumber mata air ini jelas mempermudah aktivitas warga. Terlebih karena petirtaan Sendang Pitu ini adalah hasil karya eyang-eyang kita di masa lampau yang ajaibnya masih berfungsi dengan baik hingga detik ini.

 

Nah, sekarang tinggal kitanya saja. Mau tidak menjaga kelestarian sumber mata air sekaligus merawat benda cagar budaya ini. Agar kelak, warga di masa yang akan datang akan tetap dapat mengambil manfaat darinya.

 

Foto kodok di Situs Sendang Pitu, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah pada Oktober 2009
Da dah kodok! Sampai ketemu lagi!

 

Pembaca pernah berjumpa dengan petirtaan semacam ini?

NIMBRUNG YUK


UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!

  • SUNGAI KUANTAN #Senin, 2 Nov 2009, 10:29 WIB
    sayang banget klu tidak dihjaga Mas....
    bnyak hal serupa terjadi dinusantara ni, ktidak pdulian pmerintah.. terhapda situs sperti tulisan diatas... juga di daerah saya.....
    gmn kita "blogger" mnikapi hal ini mas....
    kita buat gerakan yuuk..
    Hayuk hayuk kita buat gerakan blogger, maunya seperti apa? :D
  • FROZZY #Senin, 2 Nov 2009, 13:21 WIB
    nah...pantesan aja si vinna ngebet pengen jalan2 ke candi mulu, lo yang ngomporin yah ... ? hehehehe.....OOT
    saya ndak ngomporin kok mbak, wong saya ini minyak tanahnya :D
  • MURWANI #Senin, 2 Nov 2009, 14:48 WIB
    namanya Pertirtaan kunthi ,atau sendang pitu ya..? mungkin sama tapi kok sendangnya hanya 2 ? dimanakah lainnya ? terblusukkah ? lalu sumur songo ?mungkin sumur-sumur yang ada difoto jumlahnya 9 ?
    Sendangnya ada banyak Bu tapi yang difoto cuma beberapa aja. :D
  • SAMSUL ARIFIN
    avatar 1677
    SAMSUL ARIFIN #Selasa, 3 Nov 2009, 03:47 WIB
    Pemerintah kita masih harus berjuang lebih keras. Sepertinya saat ini mereka sedang sibuk menangani masalah cicak dan buaya, jadi untuk urusan kaya gini jadi terbengkalai.
    Kalau gitu dirimu aja yang mengurusi masalah ini gimana Pin? Berminat?
  • ZEFKA #Selasa, 3 Nov 2009, 10:56 WIB
    situs2 seperti ini memang harus dijaga. Dan kebanyakan situs (yg ada mata airnya) seperti ini biasanya mempunyai self-defense system agar tetap lestari, biasanya dikaitkan dengan mitos tentangg asal2nya disertai dengan hukuman gaib atau azab jika melakukan perusakan atau penodaan situs. Maksud sebenarnya sih cuma pengin melestarikan mata air di daerah tsb. Orang2 pendahulu kita sebenarnya udah memikirkan bahwa situs seperti itu akan mengalami perusakan atau penelantaran makanya di bikin lah mitos2. misalnya : jgn berbuat aneh2 kalo di sendang A, ntar bisa sakit... dll
    Hahaha iya saya juga menganggap mitos itu sebagai pencegah supaya situs ndak dirusak. Tapi selain ndak diganggu-gugat situs semacam ini juga perlu perawatan. Toh konstruksi bangunan suatu-suatu fungsinya akan menurun juga.
  • PEIN
    avatar 1684
    PEIN #Selasa, 3 Nov 2009, 11:40 WIB
    Baguslah, masih dijaga warga sekitar yg emang sangat membutuhkan air dari petirtaan tersebut,

    btw gambar SEndang Pitu 1 kok jadinya Candi Lawang ?
    Sudah diperbaiki :D
  • ZAM #Selasa, 3 Nov 2009, 14:33 WIB
    di Boyolali/Klaten banyak terdapat sendang. selain mata air yang menyegarkan, cerita dan legenda di baliknya itu menarik diikuti.

    terakhir main ke sendang itu pas kesasar di Klaten. nemu Sendang Manten http://jengjeng.matriphe.com/umbul-manten-wejangan-untuk-pengantin.html
    Yang jadi tantangan itu pas mencari tahu kisah di balik obyek bersejarah. Sebab ndak semua orang ngerti, biasanya hanya yang sepuh-sepuh aja.
  • MURWANI #Kamis, 5 Nov 2009, 14:53 WIB
    Waduh kok nggak di foto semua (tujuh) sendangnya...hanya 2 ,bikin penasaran.apakah karena bentuknya hanpir sama ?
    iya bu rata-rata bentuknya hampir sama, lagipula ndak semuanya bisa dipajang di blog, he3.
  • EKA SITUMORANG-SIR #Jum'at, 6 Nov 2009, 14:15 WIB
    gila ya airnya masih ada gt?
    btw reliefnya cantik ya
    kayak gue :P hahahaha
    Mbak canti seperti batu maksudnya? :D
  • WONGNDESO #Jum'at, 6 Nov 2009, 18:45 WIB
    Man`tab infonya ... lanjut
    lanjuuut!
  • ANNOSMILE #Sabtu, 7 Nov 2009, 07:18 WIB
    pernah kesana tapi gak ambil foto (doh)
    lagi ndak narsis pasti waktu itu :p
  • ANTYO RENTJOKO #Senin, 9 Nov 2009, 08:18 WIB
    Dalam beberapa hal, "pengeramatan" sebuah situs justru bagus asal diberangi perawatan. Meski begitu, karena menyangkut persoalan makro, berkurang bahkan hilangnya sumber air di sebuh wilayah kan juga ditentukan oleh wilayah lainnya -- dalam birokrasi berarti kabupaten tetangga. :)
    Pengeramatan yang dibarengi Perawatan...hmmm...istilah yang bagus paman.
  • OMIYAN #Rabu, 11 Nov 2009, 16:46 WIB
    bangunan kuno lama lama tinggal puing ya mas
    lama tak dirawat sebagaimana mestinya.
  • ZEE #Rabu, 11 Nov 2009, 21:34 WIB
    Tapi tetap harus dijaga kebersihannya ya, spt sachet-2 deterjen tidak seharusnya bertebaran begitu.
    Sebaiknya memang disana ada tempat sampah Bu.
  • DAMAR MURUP KANGINAN
    avatar 3824
    DAMAR MURUP KANGINAN #Kamis, 28 Apr 2011, 12:37 WIB
    saya pernah kesana gan..
    juru kunci nya rumahnya sebelah utara sendang pitu.
    cukup minum air nya agan dikasih 2 pengawal.simpel selamat mencoba.
    jangan lupa sesajinya menyan dan kembang 7 warna.
    Mantap jaya! Kalau mandi pakai air sendang berarti bisa dikasih 1 pasukan. :D
  • FAVORITA
    avatar 4561
    FAVORITA #Minggu, 29 Apr 2012, 19:49 WIB
    Wah kebetulan sekali, senang sekali saya bisa menemukan blog ini, kbtln sy sedang ingin meneliti story behind, atau cerita/dongeng2 yg berkembang seputar keberadaan situs ini, misalnya, bgmn legenda/dongeng/kisah terbentuknya sendang ini, hingga sampai brjumlah 7 sayang bgt sedikit sekali info yg bs sy dapatkan, bs tidak ya minta info lengkapnya seputar cerita Sendhang Kunthi ini...terimakasih
    saya mendapatkan mitos Sendang Pitu itu dari situs ini mbak:

    www.geocities.ws/ecovisi/tr_kunti.html
  • ARI SUGIYANTO
    avatar 5809
    ARI SUGIYANTO #Minggu, 23 Feb 2014, 20:56 WIB
    aq boyolali tp blm pernah kesini , ada jg di boyolali candi lawang dan candi sari di cepogo
    candi lawang sudah pernah Kang, klo candi Sari belum karena ga tahu arahnya kemana, hahaha
  • ADI
    avatar 9019
    ADI #Rabu, 6 Jan 2016, 05:27 WIB
    wuiih bagus juga tempatnya apalgi yang relief kereen
    Mari lestarikan peninggalan sejarah Bro.
  • INNNAYAH #Jum'at, 8 Jan 2016, 21:53 WIB
    luar biasa ya hasil kebudayaan masa lalu. etapi itu reliefnya ada yang udah copot yaa...huhuu sayang
  • MBAH ROSO
    avatar 9047
    MBAH ROSO #Sabtu, 9 Jan 2016, 00:15 WIB
    Jagalah peniggalan dan situs2 budaya sebab itu hasil peninggalan nenek 👵 moyang yg mbuatnya dengan tapa brata dan keheningan daya cipta
  • MTMOEL
    avatar 9554
    MTMOEL #Selasa, 12 Apr 2016, 14:52 WIB
    blong ini sangat menambah wawasan pembaca akan pentingnya sejarah masa lalu, mengingat banyak orang sudah meninggalkan sejarahnya. trim