Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Asyiknya Main Air di Kedung Pengilon Bantul

Sendang Pitu

Demi setitik cintamu, bagi adinda apapun akan kakanda lakukan. Sekiranya itu yang terucap dari mulut seorang jejaka bernama Joko Badung kepada Dewi Kunti, seorang gadis jelita yang elok parasnya. Namun cinta tak pernah mekar di hati sang jelita. Sedangkan sang jejaka tak pernah berhenti menggapai pujaannya. Maka Dewi Kunti memberi harga cintanya kepada Joko Badung dengan membangun tujuh sendang dengan sembilan sumur dalam waktu semalam.

 


Sumur-sumur yang dilengkapi pompa listrik.


Relief wanita yang ada di petirtaan.


Relung ini mungkin dulu berisi arca.


Warga masih memanfaatkan sumber air ini.


Sendang Pitu 1.
(Klik Untuk Memperbesar)



Sendang Pitu 2.
(Klik Untuk Memperbesar)

Bagaimana akhir cerita silakan dikira sendiri. Namun usaha Joko Badung itu yang melatar-belakangi mitos dari situs Sendang Pitu di dusun Cabean, Kec. Cepogo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah. Rute menuju situs ini hampir serupa dengan rute menuju Candi Lawang, bedanya di jalan besar sudah ada papan petunjuk yang memberi arah ke situs ini. Masih dengan kelengkapan anggota yang sama. Bersama Andreas, Agatha dan Christa, aku mengunjungi situs ini sepulang dari Candi Lawang pada hari Sabtu (03/10/2009).

 

Saat kami tiba di lokasi, situs ini sepi, ndak ada orang maupun juru kunci yang bisa ditanyai. Motor kami parkir dekat jalan utama dan langsung melihat-lihat lokasi. Situs Sendang Pitu ini dipisahkan oleh jalan raya, jadinya ada dua bagian. Berhubung aku ndak perhatian dengan arah mata angin, sebut saja sebagai bagian A dan bagian B. Hehehe.

 

Bagian A adalah lokasi yang kami datangi pertama kali. Sepintas di lokasi ini penuh dengan bangunan aneh dari semen yang ternyata adalah sumur yang dikokohkan pondasinya. Di setiap sumur, sudah terpasang mesin pompa listrik yang semuanya dalam kondisi aktif. Dari mesin pompa itu bercabang banyak pipa, jelas itu nanti disalurkan ke penampungan untuk kebutuhan warga dusun. Kami pikir obyek disini hanya sumur, tapi eits...ada yang lebih menarik!

 

Kami menemukan petirtaan (sendang .red) yang masih berfungsi. Dalam arti masih ada airnya serta masih dipakai oleh warga, terbukti dari banyaknya bekas sachet deterjen dan sabun di sekitar petirtaan. Bentuk dari petirtaan ini persis serupa dengan apa yang aku jumpai di Situs Payak. Lebih menarik lagi, petirtaan ini dihiasi oleh banyak relief. Ada juga relung yang mungkin dahulu berisi arca.

 

Petirtaan lainnya dapat ditemui di situs Bagian B (halah!). Sayangnya petirtaan yang ada di lokasi ini bangunannya sudah runtuh, namun tetap mengeluarkan air. Kami juga sempat berjumpa dengan beberapa warga yang tengah mengambil air dari petirtaan. Menurut mereka petirtaan ini tak pernah kering walaupun di musim kemarau dan menjadi sumber mata air mereka. Khusus petirtaan mereka tidak diperbolehkan untuk memasang pompa listrik. Karena itu banyak warga menenteng jerigen kemari.

 

Kondisi geografis di Cabean tidak kering-kerontang semengenaskan di Kab. Gunungkidul. Akan tetapi adanya sumber mata air ini jelas mempermudah aktivitas warga. Terlebih karena ini adalah hasil karya eyang-eyang kita di masa lampau yang ajaibnya masih berfungsi dengan baik hingga detik ini. Nah, sekarang tinggal kitanya saja, mau tidak menjaga kelestarian sumber mata air sekaligus benda cagar budaya ini. Agar kelak warga di masa yang akan datang akan tetap dapat mengambil manfaat darinya.



NIMBRUNG YUK!

  • #Senin, 2 November 2009, 10:29 WIB
    sayang banget klu tidak dihjaga Mas....
    bnyak hal serupa terjadi dinusantara ni, ktidak pdulian pmerintah.. terhapda situs sperti tulisan diatas... juga di daerah saya.....
    gmn kita "blogger" mnikapi hal ini mas....
    kita buat gerakan yuuk..
    Hayuk hayuk kita buat gerakan blogger, maunya seperti apa? :D
  • #Senin, 2 November 2009, 13:21 WIB
    nah...pantesan aja si vinna ngebet pengen jalan2 ke candi mulu, lo yang ngomporin yah ... ? hehehehe.....OOT
    saya ndak ngomporin kok mbak, wong saya ini minyak tanahnya :D
  • #Senin, 2 November 2009, 14:48 WIB
    namanya Pertirtaan kunthi ,atau sendang pitu ya..? mungkin sama tapi kok sendangnya hanya 2 ? dimanakah lainnya ? terblusukkah ? lalu sumur songo ?mungkin sumur-sumur yang ada difoto jumlahnya 9 ?
    Sendangnya ada banyak Bu tapi yang difoto cuma beberapa aja. :D
  • SAMSUL ARIFIN
    avatar 1677
    #Selasa, 3 November 2009, 03:47 WIB
    Pemerintah kita masih harus berjuang lebih keras. Sepertinya saat ini mereka sedang sibuk menangani masalah cicak dan buaya, jadi untuk urusan kaya gini jadi terbengkalai.
    Kalau gitu dirimu aja yang mengurusi masalah ini gimana Pin? Berminat?
  • #Selasa, 3 November 2009, 10:56 WIB
    situs2 seperti ini memang harus dijaga. Dan kebanyakan situs (yg ada mata airnya) seperti ini biasanya mempunyai self-defense system agar tetap lestari, biasanya dikaitkan dengan mitos tentangg asal2nya disertai dengan hukuman gaib atau azab jika melakukan perusakan atau penodaan situs. Maksud sebenarnya sih cuma pengin melestarikan mata air di daerah tsb. Orang2 pendahulu kita sebenarnya udah memikirkan bahwa situs seperti itu akan mengalami perusakan atau penelantaran makanya di bikin lah mitos2. misalnya : jgn berbuat aneh2 kalo di sendang A, ntar bisa sakit... dll
    Hahaha iya saya juga menganggap mitos itu sebagai pencegah supaya situs ndak dirusak. Tapi selain ndak diganggu-gugat situs semacam ini juga perlu perawatan. Toh konstruksi bangunan suatu-suatu fungsinya akan menurun juga.
  • PEIN
    avatar 1684
    #Selasa, 3 November 2009, 11:40 WIB
    Baguslah, masih dijaga warga sekitar yg emang sangat membutuhkan air dari petirtaan tersebut,

    btw gambar SEndang Pitu 1 kok jadinya Candi Lawang ?
    Sudah diperbaiki :D
  • #Selasa, 3 November 2009, 14:33 WIB
    di Boyolali/Klaten banyak terdapat sendang. selain mata air yang menyegarkan, cerita dan legenda di baliknya itu menarik diikuti.

    terakhir main ke sendang itu pas kesasar di Klaten. nemu Sendang Manten http://jengjeng.matriphe.com/umbul-manten-wejangan-untuk-pengantin.html
    Yang jadi tantangan itu pas mencari tahu kisah di balik obyek bersejarah. Sebab ndak semua orang ngerti, biasanya hanya yang sepuh-sepuh aja.
  • #Kamis, 5 November 2009, 14:53 WIB
    Waduh kok nggak di foto semua (tujuh) sendangnya...hanya 2 ,bikin penasaran.apakah karena bentuknya hanpir sama ?
    iya bu rata-rata bentuknya hampir sama, lagipula ndak semuanya bisa dipajang di blog, he3.
  • #Jum'at, 6 November 2009, 14:15 WIB
    gila ya airnya masih ada gt?
    btw reliefnya cantik ya
    kayak gue :P hahahaha
    Mbak canti seperti batu maksudnya? :D
  • #Jum'at, 6 November 2009, 18:45 WIB
    Man`tab infonya ... lanjut
    lanjuuut!
  • #Sabtu, 7 November 2009, 07:18 WIB
    pernah kesana tapi gak ambil foto (doh)
    lagi ndak narsis pasti waktu itu :p
  • #Senin, 9 November 2009, 08:18 WIB
    Dalam beberapa hal, "pengeramatan" sebuah situs justru bagus asal diberangi perawatan. Meski begitu, karena menyangkut persoalan makro, berkurang bahkan hilangnya sumber air di sebuh wilayah kan juga ditentukan oleh wilayah lainnya -- dalam birokrasi berarti kabupaten tetangga. :)
    Pengeramatan yang dibarengi Perawatan...hmmm...istilah yang bagus paman.
  • #Rabu, 11 November 2009, 16:46 WIB
    bangunan kuno lama lama tinggal puing ya mas
    lama tak dirawat sebagaimana mestinya.
  • #Rabu, 11 November 2009, 21:34 WIB
    Tapi tetap harus dijaga kebersihannya ya, spt sachet-2 deterjen tidak seharusnya bertebaran begitu.
    Sebaiknya memang disana ada tempat sampah Bu.
  • DAMAR MURUP KANGINAN
    avatar 3824
    #Kamis, 28 April 2011, 12:37 WIB
    saya pernah kesana gan..
    juru kunci nya rumahnya sebelah utara sendang pitu.
    cukup minum air nya agan dikasih 2 pengawal.simpel selamat mencoba.
    jangan lupa sesajinya menyan dan kembang 7 warna.
  • FAVORITA
    avatar 4561
    #Minggu, 29 April 2012, 19:49 WIB
    Wah kebetulan sekali, senang sekali saya bisa menemukan blog ini, kbtln sy sedang ingin meneliti story behind, atau cerita/dongeng2 yg berkembang seputar keberadaan situs ini, misalnya, bgmn legenda/dongeng/kisah terbentuknya sendang ini, hingga sampai brjumlah 7 sayang bgt sedikit sekali info yg bs sy dapatkan, bs tidak ya minta info lengkapnya seputar cerita Sendhang Kunthi ini...terimakasih
    saya mendapatkan mitos Sendang Pitu itu dari situs ini mbak:

    www.geocities.ws/ecovisi/tr_kunti.html
  • ARI SUGIYANTO
    avatar 5809
    #Minggu, 23 Februari 2014, 20:56 WIB
    aq boyolali tp blm pernah kesini , ada jg di boyolali candi lawang dan candi sari di cepogo
    candi lawang sudah pernah Kang, klo candi Sari belum karena ga tahu arahnya kemana, hahaha