HALAMAN UTAMA

PROFIL

ARSIP ARTIKEL

BUKU TAMU

 

KATEGORI

Jodoh yang Datang dari Kotak Komentar Blog

Minggu, 17 Desember 2017, 23:00 WIB

WEEEEH!

APA-APAAN JUDUL ARTIKEL INI?

INI BLOG BLUSUKAN ATAU BLOG CINTA-CINTAAN?

 

 

Dan kenapa pula jodoh datangnya dari kotak komentar blog!?

Jodoh itu datangnya dari Allah tahu!?

Dari Tuhan! Bukan dari kotak komentar blog!

 

 

Situ paham nggak wahai pemilik dan penulis blog Maw Mblusuk? yang kurang kerjaan dan beriman lemah!

 

 


 

 

Haaaaaaah… #menghela.napas.panjang

 

Mungkin ada baiknya kita singkirkan dulu suara provokatif yang entah dari mana datangnya itu. #hehehe

 

Sekali-kali ada baiknya juga aku menyinggung perkara cinta-cintaan yang sebetulnya sih masih berhubungan dengan kegiatan kurang kerjaan blusukan-ku. #hehehe

 

 


 

 

Yaaah… seharusnya ya... pada saat Pembaca sekalian membaca kalimat ini maka aku sudah nggak lajang lagi. Dengan kata lain... aku sudah menikah. Alhamdulillah ya? Wekekeke. #senyum.lebar

 

Yes, anda para Pembaca sekalian nggak salah baca.

 

Aku baru saja menikah pada Minggu pagi ini (17/12/2017) yang bertepatan dengan hari di mana artikel ini terbit. #senyum.lebar

 

Tentang siapa gerangan wanita yang dengan sangat tidak terpaksa bersedia menjadikanku sebagai suaminya tidak lain adalah juga seorang blogger yang suka keluyuran bernama Dwi Susanti. Mungkin Pembaca sekalian sudah tahu atau kenal atau mungkin pernah main ke blognya yang beralamat di:

 

Relunglangit.com

 

 


 

 

Di artikel ini aku mau berbagi cerita yang mungkin dapat menjawab keheranan para Pembaca sekalian tentang bagaimana peristiwa ini bisa terjadi.

 

Sebagai Awalan

Sebetulnya aku sama sekali nggak punya rencana buat menikah pada tahun ini. Pada awal tahun yang aku pikirkan adalah bagaimana caranya supaya sang Juragan Sarang Penyamun bisa lebih nggenah mengembangkan startup-nya. #eh #curhat

 

Keputusanku untuk menikah boleh dibilang agak-agak mendadak. Walaupun sudah melalui sekian banyak pertimbangan resiko sebab-akibat, aku memandang keputusanku untuk menikah ini seperti reaksi instan di saat melihat celah gawang terbuka lebar untuk mencetak gol. #wow.sekali

 

Semuanya terjadi dengan cepat. #senyum.lebar

 

Awal Kenal Dwi

Seperti judul artikel ini. Aku kenal Dwi pertama kali lewat kotak komentar blog-ku Maw Mblusuk? ini. Yang disebut sebagai kotak komentar ya benda seperti di bawah ini.

 

 

Catatan:
Karena ada kesalahan sistem, artikel ini baru dapat menerima komentar setelah tanggal 26 Desember 2017. #senyum.lebar

 

 

Oh iyaaaa!

 

Perlu diketahui blog Maw Mblusuk? ini TIDAK DIBUAT PAKAI WORDPRESS ATAU BLOGER!

 

Blog Maw Mblusuk? ini aku buat dengan framework BUATAN SENDIRI YANG DIKEMBANGKAN SEJAK TAHUN 2007.

 

Dan perlu diketahui juga bahwa membuat sistem kotak komentar itu adalah sesuatu yang MEREPOTKAN! Tapi ternyata kotak komentar blog malah mendatangkan jodoh, hahaha. #senyum.lebar

 

Kesan Pertama Terhadap Dwi

Kesan pertamaku terhadap Dwi adalah dia perempuan yang KURANG KERJAAN, hahaha. #senyum.lebar

 

Itu kesan pas aku membaca cerita petualangannya ke Pantai Ngunggah. Yang terlintas di benakku pada saat itu adalah,

 

“Weh! Cah wedok pekok kurang gawean!”

 

Hahahaha. #senyum.lebar

 

Perlu diketahui kalau Pantai Ngunggah yang bertempat di Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul itu termasuk pantai yang letaknya lumayan tidak manusiawi. #hehehe

 

Jawaban dari Doa

Seperti yang aku sampaikan juga ke Dwi bahwa aku memandang Dwi itu sebagai “Jawaban atas Doa yang Sempat Aku Abaikan”, hahaha. #senyum.lebar

 

Pada tahun 2015 silam ceritanya pikiranku sempat dibuat mumet oleh dua orang wanita yang aku sandikan sebagai Si Mantan dan Si Gebetan. #eh

 

Tapi walaupun sempat mumet aku nggak kemudian jadi galau dan menulis yang aneh-aneh lho! Soalnya sehabis membaca isi forum Wedding & Family-nya Kaskus ternyata masalah orang lain itu lebih beragam dan lebih sulit. #malah.ngelantur

 

 

Jadi, mungkin aku berpikir kalau pada tahun 2015 Gusti Allah SWT menakdirkan nasib mumetku itu supaya aku bisa menuntaskan misi mengunjungi air terjun di Sumatra dan sekitarnya sebelum berumur 30 tahun.

 

Misiku selesai pada bulan April 2016 di usia 29 tahun di Pulau Lingga yang wilayah provinsi Kepulauan Riau. Pada saat salat asar yang kesorean di Masjid Sultan Lingga aku sempat memanjatkan doa kepada Gusti Allah SWT bahwasanya misi air terjunku sudah selesai dan setelahnya aku kepingin nikah!

 

Sudah itu thok! Dan mau nikah sama siapa ya mbuh! Hahaha. #senyum.lebar

 

 

Eh, pas malam harinya di kamar penginapan aku sedang stalking-stalking Instagram, tiba-tiba aku dapat pesan. Ternyata pengirimnya adalah Dwi dan dia ngajak blusukan.

 

Aku sempat mikir, apakah Dwi ini jawaban dari doa yang tadi sore aku panjatkan? Tapi kok ya Gusti Allah SWT membalas doanya cepet banget? Apa cuma akunya saja yang ke-GeEr-an ya?  

 

Jadi ya pada akhirnya ya aku abaikan deh. Aku tempatkan Dwi sebagai salah satu dari sekian banyak penggemar blog Maw Mblusuk? #senyum.lebar 

 

Oh iya, judul artikel ini sebetulnya sudah mencuat sejak di penginapan Pulau Lingga itu. Pikirku, itu judul artikel yang pas semisal aku nikah dengan sesama bloger, hahaha. #senyum.lebar

 

Histori Ketemuan dengan Dwi

Aku kopi darat pertama kali dengan Dwi hari Sabtu tanggal 14 Mei 2016 di Candi Sojiwan. Setelah mengalami sekian jam petualangan yang ora kalap aku pikir dia bakal kapok ketemu aku. Tapi ya ternyata nggak! Hahaha. #senyum.lebar 

 

Walaupun demikian setelah perjumpaan di Candi Sojiwan itu kami boleh dibilang amat-sangat-jarang ketemu. Percakapan media sosial pun juga jarang. Ya seperti kenal sama orang baru saja gitu. Nothing special.

 

 

Nah, terus itu setahun kemudian pada hari Sabtu tanggal 20 Mei 2017 di parkiran bioskop Empire XXI Jl. Urip Sumoharjo aku ngajak Dwi nikah sambil diliatin mas-mas petugas yang lagi menyirami tanaman. #senyum.lebar

 

Pada waktu itu Dwi nggak langsung bilang iya. Dia masih bingung. Aku bilang ya dipikir dulu saja. Dibawa santai saja. Nggak usah dipikir berat-berat. Tapi ya yang jelas harus cetho ngasih jawaban.#cowok.juga.butuh.kepastian

 

Pada hari pernyataan ngajak nikah itu aku ya lagi pilek + pusing. Habis pulang dari bioskop aku sempat mikir, “tadi kayaknya di parkiran aku berbuat sesuatu hal yang bodoh deh.” Tapi setelah itu aku balik tidur lagi setelah mikir, “ah, bodo amat deh. Yang penting sudah pakai basmallah.” #hehehe

 

 

Pas nunggu Dwi ngasih jawaban kami banyak ngobrol-ngobrol bertanya ini-itu-ini-itu. Sampai pada akhirnya pas bulan Ramadan (kalau nggak salah hari Sabtu tanggal 17 Juni 2017 apa ya?) aku bersepeda ke rumah Dwi di Pundong karena ada agenda minta makan gratis buka puasa bareng dan juga dirinya mau ngasih jawaban, hahaha. #senyum.lebar

 

Terus ya sudah. Setelah Dwi bilang iya mau nikah sama aku lalu aku ngomong ke bapaknya deh buat minta izin nikah. Habis itu:

 

  1. Dwi main ke rumah,
  2. Kedua orang tuaku silaturahim ke Pundong,
  3. Kedua orang tua Dwi silaturahim ke rumahku,
  4. Lamaran hari Minggu tanggal 30 Juli 2017,
  5. Nikah tanggal 17 Desember 2017!
    Hihihi. #senyum.lebar

 

Jadi kalau dibilang kami pacaran ya nggak sih. Lha wong aku nggak ngasih semacam pertanyaan “maukah kamu jadi pacarku?” kok #hehehe. Jalan bareng saja juuuaaaaaraaang karena rumahku dan rumahnya terpaut jarak 55 km pergi-pulang.

 

Terus Habis Ini?

Ya hidup berumahtangga lah! Piye toh? #hehehe

 

Doakan saja semuanya berjalan baik-baik saja dan selalu dalam lindungan dan rahmat Gusti Allah SWT. Aaamiin. #senyum.lebar

 

Jadi ya memang betul ternyata kalau nge-blog itu membawa berkah. Kalau blogger lain mendapat berkah nge-blog berupa materi, relasi, ataupun penghargaan, aku dapat berkahnya berupa jodoh istri, wekekekeke. #senyum.lebar

 

Ada-ada saja ya dunia internet ini? #senyum.lebar

 

Ada Hubungannya dengan Nasib Blog?

Yang berhubungan dengan blog Maw Mblusuk? ini karena kami berdua sama-sama tergolong manusia kurang kerjaan yang senang keluyuran + blusukan jadi yaaa bisa ditebak lah artikel macam apa yang nanti bakal hadir ke depannya. #senyum.lebar

 

Hmmm… mungkin setelah artikel blog yang ke-1.000 aku bakal jadi jarang-jarang menerbitkan artikel karena harus membina keluarga muda #halah. Tapi tenang, sampai hari ini aku sudah punya 69 draft tulisan yang tinggal menunggu waktu terbit. #senyum.lebar

 

Kalau Pembaca mencermati URL artikel ini, angka 900 merupakan penanda bahwa artikel ini merupakan artikel ke-900! Artinya tinggal 100 artikel lagi!

 

 

Oke deh, sekian dulu artikel tentang nikah-nikahan kali ini.

 

Sampai jumpa lagi di artikel ke-901 yang bakal membahas tentang cerita di balik Rumah Pocong Kotagede! #senyum.lebar #mendadak.horor

NIMBRUNG DI SINI