Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Selasa, 23 Juli 2013, 07:06 WIB

Etika Berwisata Peninggalan Bersejarah

  1. Jangan buang sampah sembarangan!
  2. Jangan merusak peninggalan bersejarah! Kalau bisa batasi kontak fisik ke benda tersebut!
  3. Baca informasi sejarahnya. Kalau perlu difoto dan dibaca lagi di rumah.
  4. Patuhi peraturan yang berlaku!
  5. Jaga sikap dan sopan-santun!
  6. Jangan hanya foto-foto selfie thok!
  7. Kalau tempat wisatanya sudah ramai, jangan ke sana!

Lebih lanjut, silakan simak artikel ini.

Ada yang protes. Katanya, caraku untuk sampai ke tempat-tempat eksotis di blog ini dengan bersepeda sungguh tidak manusiawi. Terutama bagi mereka yang hendak mengajak serta putra-putrinya.

 

contoh kasus permasalahan angkutan umum di pedesaan jawa

 

“Ke sana bisa naik angkutan umum nggak?”

Itu adalah pertanyaan yang sering aku jumpai. Untuk turis luar daerah, angkutan umum adalah solusi hemat untuk mengatasi kendala transportasi dibandingkan jika harus menyewa kendaraan.

 

Seperti di kota, desa juga memiliki armada angkutan umum. Namun, seperti halnya masalah angkutan umum perkotaan, kita juga tidak bisa sepenuhnya menggantungkan kaki pada angkutan umum desa. Kendalanya ada di tiga faktor: jumlah armada, jam operasi, dan rute trayek.

 

konflik warga desa antara kepemilikan kendaraan bermotor (khususnya sepeda motor) dengan keberadaan angkutan umum sejenis angkot

 

“Desa butuh angkutan umum nggak sih?”

Setelah aku cermati dari aktivitas warga desa, jawabannya berkisar antara ya dan tidak. Butuh banget ya nggak. Tapi kalau nggak ada ya repot.

 

Berbeda dengan masyarakat kota, intensitas berpergian masyarakat pedesaan tidak setinggi masyarakat perkotaan. Sehari-hari paling ya hanya rumah – tempat kerja. Itu pun mayoritas tempat kerja adalah di sawah, ladang, atau kebun yang mana tidak terjamah oleh akses angkutan umum.

 

Satu-satunya kondisi yang menuntut ketersediaan angkutan umum bagi masyarakat pedesaan adalah ketika mereka hendak berpergian ke kota (bisa pasar) untuk membeli kebutuhan harian atau menjual hasil bumi. Memang, sebagian besar masyarakat pedesaan punya sepeda motor. Namun ada hal-hal di luar batas kemampuan “akrobat” sepeda motor sehingga menuntut peran angkutan umum.

 

alternatif solusi untuk menyelesaikan masalah ketersediaan angkutan umum dari kota menuju desa

 

“Jadi, ada angkutan umum yang lewat sana?”

Lewat sana belum tentu dan malah bisa jadi tidak. Lewat desa pun juga belum tentu dan bisa jadi malah tidak. Bingung? Memang sebaiknya membawa kendaraan pribadi.

 

Maaf, bilamana sepertinya kita belum bisa sepenuhnya mengandalkan angkutan umum. Seperti yang kita ketahui (dan mungkin kita lakukan juga), kendaraan bermotor pribadi (entah itu sepeda motor atau mobil) adalah penyelesaian sebagian besar masyarakat kita dalam mengatasi masalah transportasi.

 

Kita tidak pernah mau menempatkan transportasi publik menjadi prioritas teratas dalam pilihan cara berpergian kalau situasi dan kondisi masih memungkinkan untuk menggunakan kendaraan pribadi. Sebabnya ada banyak dan hal ini lumrah terjadi baik di kota maupun di desa.

 

Oh iya, kalau Pembaca jeli, ketiga foto di artikel ini memiliki objek yang serupa. Apa hayooo?


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • LEO KUSUMA
    avatar komentator ke-0
    LEO KUSUMA #Selasa, 18 Okt 2016, 00:19 WIB
    Ini lokasi Jogja di mana ya? Kalau boleh dan berkenan, saya mau share di blog, nanti saya cantumkan sumbernya. Terima kasih.
    Ini dipotret di Bantul Bro.
  • X-MAN
    avatar komentator ke-1
    X-MAN #Minggu, 28 Jul 2013, 11:43 WIB
    Kalo ke desa, paling asyik sih jalan kaki. Tapi ya kalau terlalu jauh dempor juga hahahaha... kepengen juga nih mblusuk ke banyak tempat...
    Apalagi kalau desanya terletak di perbukitan yang jalannya naik turun dan kanan-kirinya hutan, doh!
  • ISMAILHIDAYAT.COM
    avatar komentator ke-2
    ISMAILHIDAYAT.COM #Minggu, 28 Jul 2013, 08:33 WIB
    aku jarang bepergian ke desa-desa mblusuk di luar daerah sih. tp biasanya pake motor. tapi menurutku perlu angkutan umum deh.. :))

    kunjunganbalik
    angkutan umum perlu terutama untuk orang yang tidak punya sepeda motor dan tidak suka naik ojek. :p
  • CUMILEBAY.COM
    avatar komentator ke-3
    CUMILEBAY.COM #Jumat, 26 Jul 2013, 13:01 WIB
    Serius jalan kaki ke malela ??? aku jalan dari desa terakhir ke curug nya gempor trus balik
    nya ngojek. Ngak sanggup banget buat jalan, mikir kalo gw mesti nyetir balik jakarta :)
    besok-besok kalau tenaga kuat bakal saya jabanin tu curug malela...
  • EM
    avatar komentator ke-4
    EM #Kamis, 25 Jul 2013, 23:08 WIB
    di dekso, angkutan umum adalah cara terbaik bawa kulkas ke pucuk2 samigaluh :D
    maka dari itu foto-foto yang aku pajang di artikel ini punya kemiripan...
  • INDRI JUWONO
    avatar komentator ke-5
    INDRI JUWONO #Selasa, 23 Jul 2013, 12:49 WIB
    paling asyik sih naik kendaraan umum yang biasa digunakan warga desa itu. kalau mereka
    ngojek, ya ngojek. kalau jalan kaki, ya jalan. kayak di curug malela aku jalan kaki 2 jam.. :D
    Jalan kaki 2 jam saya sanggup itu kauaknya, tunggu aja tanggal mainnya!
  • TOTOK
    avatar komentator ke-6
    TOTOK #Selasa, 23 Jul 2013, 11:33 WIB
    Objeknya: angkot bawa barang di atap. Sudah ganti kamera Nikon ya Mas?
    betuuuul! Eh, tapi saya nggak ganti kamera lho Mas.