Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Mblusuk Itu Ngalang

Bunga Kenanga

Hari Selasa (27/05/2008), untuk kesekian kalinya Bunga kembali meracuni pikiranku. Sebenarnya, setelah artikel pertamaku tentang Bunga, sudah banyak orang-orang yang mengetahui identitas Bunga yang sebenarnya. Akan tetapi pada artikel yang terdapat di situsku ini, aku tetap menggunakan nama Bunga menggantikan nama asli dirinya.

Bunga Pagi Hari . Pulau Kenanga Tamansari . Petualangan Usai


Bunga Pagi Hari


Hari Selasa dini hari, Bunga hadir dalam mimpiku. Ia sering hadir saat aku tidak memikirkan dirinya. Ia merebahkan kepalanya di dekat kepalaku. Ia tersenyum ketika aku menatap dirinya. Bahkan samar-samar aroma tubuhnya menyusup masuk ke hidungku. Menyaksikan dirinya, aku bangkit dari posisi tidur dan duduk di kasur. Aku melihatnya berpindah, ia duduk di kursi di dekat ranjang. Ia tersenyum.

Hanya itu, ia hadir hanya sekilas dari deretan mimpiku pada malam itu. Harusnya hari itu aku berencana untuk menghabiskan waktu di rumah saja. Namun di pagi hari aku mendapat sms dari Life, ia memintaku untuk datang ke kampus. Hubunganku dengan Life, akhir-akhir ini cukup akrab. Setelah aku dan dirinya sama-sama mengetahui apa yang terjadi pada diri kita masing-masing. Di kampus aku bertemu dengan Bunga, entah hari itu ia tampak berbeda, cantik, mungkin karena pakaiannya berwarna pink. Aneh, pakaian yang ia kenakan hampir serupa dengan apa yang ia kenakan di mimpiku.

Hanya saja aku tidak dapat berkata-kata, karena pada saat itu aku dan dirinya berada pada ruang sidang jurusan. Beberapa saat kemudian, aku mencoba untuk berinteraksi dengan dirinya. Kupikir aku bisa memperoleh foto dirinya pada hari itu, namun. Aku mendapat respons yang cukup tidak mengenakkan darinya. Apakah ia marah kepadaku? Dengan sedikit memaksa, aku berhasil memperoleh kata “tidak” terucap dari mulutnya.

Harusnya aku tahu, kalau aku sudah berprilaku terlampau jauh. Pergaulanku dengan kaum wanita semakin terasa bebas, seiring dengan pergaulanku dengan angkatan 2005, 2006, dan 2007. Apakah ia telah mengetahui kabar burung yang tersiar, tentang wanita lain yang mencoba mendekati diriku? Menyadari hal itu, aku mengasingkan diri darinya, mencoba menjauh. Aku melarikan diri dengan membantu mengajari Yacob (2007) tentang struktur aljabar, pikiranku kacau, penjelasanku ngalor-ngidul, aku berusaha agar tetap profesional.

Hal pertama yang terbesit di benakku adalah memotret. Ya, dengan memotret aku berharap bisa meredakan kecemasanku terhadap Bunga. Sepulangnya dari kampus aku memutuskan untuk pergi ke alun-alun utara keraton Yogyakarta, tempat favoritku untuk menenangkan diri dari kusutnya irama hidup. Tapi aku tidak bisa menghentikan langkahku, aku terus berjalan kaki menyusuri ndalem keraton sampai aku tiba di pasar Ngasem. Karena sudah kepalang basah, aku memutuskan untuk mengunjungi situs Tamansari.

Pulau Kenanga Tamansari


Hamparan bangunan-bangunan arsitektur lama yang sudah retak, kusam, dan lapuk dimakan waktu menghiasi sore hari itu. Aku belum siap untuk memasukkan Tamansari sebagai artikel fotografi karena hari itu aku hanya berjalan-jalan tanpa arah, memotret sesuka hati, berusaha agar tidak memikirkan dirinya. Tamansari yang terkenal sebagai istana air, dahulu kala memang berada di tengah danau buatan. Karena gempa dan perang pada masa penjajahan, danau buatan itu surut dan demikian pula dengan istananya. Kini yang tersisa hanyalah bangunan-bangunan tua khas masa lampau yang hampir rubuh.

Bangunan Tamansari tergolong unik, karena terletak di tengah-tengah pemukiman warga. Sehingga untuk mencapai suatu bangunan, ada beberapa yang harus ditempuh melalui halaman rumah warga.

Harapanku untuk memotret matahari terbenam juga sirna, karena situs utama yang telah dipugar sempurna sudah tutup. Alhasil, aku melanjutkan perjalanan ke situs kedua yang bernama pulau Kenanga. Di pulau inilah dahulu kala berdiri istana yang megah, namun sayang istana itu kini tinggal puing-puingnya saja. Pulau Kenanga terletak di belakang pasar Ngasem, dan untuk menuju kesana harus melalui pemukiman warga. Di pulau tersebut kita bisa melihat pemandangan Tamansari secara keseluruhan, membayangkan bahwa dahulu kala tanah yang kupijak adalah pulau di tengah danau buatan. Di sana juga banyak sekali pasangan yang memadu kasih, ah salah aku kemari, Bunga kembali hadir di pikiranku. Aku mencoba mengirimkan sms ke Bunga, sekedar untuk menghilangkan penat di tubuh dan pikiranku.

Petualangan Usai


Hilangnya mentari di ufuk barat, menandakan aku harus segera mengakhiri petualangku, pulang. Kalau dihitung-hitung perjalanan pulang-pergi ke Tamansari menghabiskan waktu 3 jam, sejauh kurang-lebih 7 kilometer, dan dengan berjalan kaki! Seandainya Bunga tahu hal ini, ia pasti akan mengomentari tingkahku sebagai sesuatu yang edan, sama seperti ketika aku bepergian ke Semarang dan pantai Siung. Petualangan bagiku adalah melakukan perjalanan tanpa rencana, dengan resiko tersasar. Aku tidak bisa mengendarai motor, dan bagiku menggunakan mobil tidak menimbulkan kesan petualang. Sehingga aku memilih untuk berjalan kaki dan menggunakan transportasi umum. Dengan demikian aku berharap bahwa apa yang aku lakukan juga bermanfaat bagi sesama. Setidaknya, aku menikmati menyaksikan ritme kehidupan warga Yogyakarta di sepanjang perjalananku. Sesuatu yang tidak bisa aku peroleh di Jakarta.

Hari sudah malam saat aku kembali ke rumah. Aku memperoleh sms balasan dari dirinya. Tidak kusangka, ia meminta maaf, padahal seharusnya aku yang harus meminta maaf. Kadang aku merasa terlalu mencemaskan dirinya, aku jadi mengerti perasaan Bapakku yang sering terlalu mencemaskan anggota keluarganya. Sikap yang muncul karena perasaan ingin menjaga dan melindungi sesuatu yang dianggap berharga. Ah, berlebihan lagi.

Seandainya kamu membaca tulisanku ini, aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku masih tetap sayang padamu.

Hari beranjak malam, segera kan ku terlelap, apakah kau akan hadir kembali ke mimpiku Bunga?

NIMBRUNG YUK



  • #Senin, 2 Juni 2008, 08:27 WIB
    Ternyata kendala yg kita hadapi sama ya... Klo dalam prolin kamu itu kendala primalnya trus aku kendala dualnya (Ga pengen nanya aku Prolin dapet apa? He1000x...). Aku juga sering banget mimpiin cewe yg pernah begitu spesial dalam hatiku (baca: yg pernah nolak aku), semakin aku sering mimpiin dia, semakin sering aku mimpi basah (Loh!!!). Memang sih awalnya mimpi2 spt itu bisa sangat mengganggu, tp toh itu kembali bergantung pada kitanya menerjemahkan mimpi itu. Toh mimpi hanyalah mimpi, mimpi ga bisa dijadiin alasan buat kita dalam melakukan sesuatu. Ada pepatah Kalimantan mengatakan: "When we get used to, everything become easier", literally it means that gradually that dream won't disturb your life again at the time when you get used to. There's another part that you have to concern, for instance 'The friendship'. Friendship is more than love, don't ever break it just because of love. For the sake of friendship, you can forget the love and start something new...
    Oi orang ganteng, kamu cuma boleh ngasih komentar 1000 karakter aja...jangan malah ngelunjak bikin dobel. Anyway, hukumnya klo temen nggak boleh jadi suka itu dari mana? Temen itu definisinya apa ya?
  • #Senin, 2 Juni 2008, 08:41 WIB
    Sori, aku belum puas ngomentarinnya...
    Klo menurutku sih kamu itu terlalu terobsesi buat milikin dia. kamu salah dalam memaknai arti 'cinta' (Sok tau banget sih aku...). Makna 'cinta sejati' menurutku sih:
    "Cinta bukan berarti memiliki dia, tapi cinta adalah ketika melihat dia bahagia"
    Artinya senang melihat dia senang in spite of that will absolutely break your heart. Toh kamu bukan pria terakhir dgn segudang cinta yg 'mungkin' bisa ngebahagiain dia. Mungkin dia mengharapkan 'pangeran lain' just like in her dream. Akhir kata, How much love that you have don't guarantee that you can make her smiling...Yang terpenting memang dia bahagia, trus aku harus berhenti gitu? Aku tahu usaha ini suatu saat akan terhenti, tapi kapan? Hanya aku yg tahu kan? Hehehe.
    Yang terpenting memang dia bahagia, trus aku harus berhenti gitu? Aku tahu usaha ini suatu saat akan terhenti, tapi kapan? Hanya aku yg tahu kan? Hehehe.
  • IPIN MARIPIN
    avatar 17
    #Jum'at, 6 Juni 2008, 03:42 WIB
    wisna, aku kok jadi sedih setelah membaca ini ...
    kamu harus bertanggung jawab!!!
    kamu ternyata sangat menderita...
    Menderita? Tapi terkadang saya pikir ini suatu kenikmatan tersendiri. Ah, ya, seperti yang kamu bilang, bahwa kelak saya akan merindukan perasaan seperti ini.
  • CEW_IMOUT
    avatar 18
    #Senin, 16 Juni 2008, 12:07 WIB

    Bukan maksudnya kita ga boleh suka sama temen kita sendiri,
    But, sepengetahuanku, kalo seorang cewe sudah menganggap seorang cowo sebagai teman baiknya, susah untuk merubah rasa "sayang sebagai teman" itu menjadi rasa cinta....
    I think...she look me as her "bad" friend...maybe...
  • #Jum'at, 12 September 2008, 01:57 WIB
    Ngga usah tanggung-tanggung wis, pokoknya maju perut pantat mundur. menanggapi komenmu, yak benar sekali tidak ada hukumnya dari temen ngga boleh jadi suka.
    menurut prediksiku, identitas asli dari nama yang kamu rahasiakan adalah :
    bunga = byte
    life = void
    panjang = return
    bener kan? off the record aja
    makasih semangatnya kakak...
  • MR.T
    avatar 85
    #Senin, 10 November 2008, 11:24 WIB
    Ndak dapat hari ini bukan bearti ndak dapat esok hari kan?
    Mungkin belum saat ini, siapa tau esok?
    Ataukah mungkin akan ada pengganti yang lebih baik darimu. Seperti apapun yang kamu perjuangkan, ndak usah dipaksakan. tapi yakin aja, akan ada kupu2 yang akan hinggap di hatimu membawakan madu yang telah dikecup dari si bunga.
    Mbah T, ternyata aku nggak bisa memprediksi kejadian di masa mendatang. Kini, aku hanya menginginkan kebahagiaan bagi orang-orang yang aku sayangi. Itu saja...
  • MR.T
    avatar 86
    #Senin, 10 November 2008, 11:28 WIB
    Salahkah aku bila perhatianku, melebihi apa yang kau mau ...
    Lagunya GIGI itu Wis ...
    ROMANSA YANG HILANG
    Ketika mencari CInta, kita tak perlu mengejarnya.Karena cinta dari Sang Maha Cinta.Mohonlah pada DIA agar ia diberikan cinta untukmu.Sabar wae ...
    Duh Gusti...Engkau sungguh telah menciptakan sesuatu bagaikan pedang bermata dua, bagaimanakah kami yang cacat ini harus menyikapinya?
  • MR.T
    avatar 88
    #Selasa, 11 November 2008, 20:55 WIB
    Okey ...
    i think it enough
    Pernah liat kiamat sudah dekat
    Karena ngomong gitu, Fandi jadi dapet Sarah
    Maaf Mbah T, saya kurang begitu senang dengan sinetron...jadinya ya tidak pernah menonton.
  • EMERITA
    avatar 395
    #Sabtu, 2 Mei 2009, 08:53 WIB
    cinta membawa pada petualangan. wah bagus menurutku Wis. karena ketemu dia aja kamu jadi ke taman sari, memotret, jalan kaki kayak orang edan he... itu indah. hanya kita yang tahu dan memegang kendali atas siapa yang mau kita cinta, siapa teman kita, gimana hidup kita (tentu Tuhan juga punya alur sendiri). keep on fighting...
    Tapi sekarang alurnya malah jadi mblundet Em, kayak benang kusut, jadi harus sabar mengulurnya kembali...
  • RANYSTARRY
    avatar 1308
    #Jum'at, 4 September 2009, 06:38 WIB
    hii, sumpah deh mas wijna kata-katanya..

    heh, rupanya itu rutemu saat sedang patah hati?
    pantes saja kamu tampak sedang berpikir gitu..

    anyway,
    Ketika satu pintu kesempatan tertutup, banyak orang
    yang meratapinya (mungkin kamu salah satunya..).
    banyak orang yang tidak paham bahwa jika satu pintu
    kesempatan tertutup, maka PASTI ada pintu lain yang
    terbuka. Tidak jarang pintu yang ke2 sebenarnya
    justru membawa mereka ke tempat yang lebih baik.

    boys.. don cry.. ehehe.
    hohoho lagi-lagi dirimu mengeluarkan petuah andalanmu ituh tentang pintu. Saya ndak lagi patah hati dan ndak sedang nangis kok :p
  • RANYSTARRY
    avatar 1310
    #Jum'at, 4 September 2009, 13:44 WIB
    tau gak, itu kata2nya aku baca di blognya orang :p, bagus kan?!
    btw, tulisanmu di atas, serem tau, nggilani, hii takut..
    hiih, kopi-paste ternyata, btw yg serem yang mana?
  • RANYSTARRY
    avatar 1315
    #Jum'at, 4 September 2009, 14:51 WIB
    overall sereem semua, gaya bahasanya tuh loh, hiii..
    terutama di bunga pagi hari paragraf satu, yang baca aja jadi takut nih, ha3.
    hmmm masak siy...aku baca lagi ah...