Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Kamis, 20 Mei 2010, 11:23 WIB

Kota Kebumen, Jawa Tengah, pukul 5 pagi. Udara dingin dan rintik air hujan mewarnai hari ketigaku di kota Kebumen. Aku pinjam sepeda lipat milik Angga dan aku kayuh perlahan menjauh dari markas inap kami.

 

Sepanjang jalan, amat jarang kendaraan yang melintas. Tidak ada orang-orang berlalu-lalang. Bahkan lampu lalu lintas pun masih berpendar kuning.

 

Jam berapa sih kota Kebumen ini hidup? Aku bersepeda di pagi hari itu dengan niat mencari toko kelontong. Aku dapat tugas membeli mie instan untuk sarapannya teman-teman. Kalau di Jogja, ada banyak minimarket yang buka 24 jam. Di Kebumen, tidak satu pun aku jumpai.

 

Di jantung kota Kebumen, aku mengarahkan sepedaku ke arah pasar. Syukur, ada toko kelontong yang buka dan ternyata akulah pelanggan pertama di hari itu. Aku perhatikan kalau aktivitas di pasar ini tak seramai pasar di Jogja pada jam yang sama.

 

Kembali ke kota Jogja, setidaknya aku bisa dengan mudah menemukan minimarket yang buka 24 jam di mana-mana. Beruntunglah diriku, sebab dimudahkan kalau pingin cari camilan pas lagi bergadang kerja malam.

 

Sedangkan pasar tradisional? Aku rasa bukan opsi yang tepat apabila dikunjungi di malam hari. Aku sempat berpikir, bagaimana seandainya warga kota kecil membutuhkan bahan makanan di tengah malam? Minimarket tak buka dan pasar pun masih sepi. Apa lantas harus menggedor pintu rumah tetangga?

 

Nasib dilema pasar tradisional terdesak minimarket.
Pasar tradisional masih menjadi andalan pemenuh kebutuhan pangan sehari-hari.

 

Aku teringat status seorang kawan di Facebook beberapa hari silam. Dirinya mengajak masyarakat untuk mendukung ekonomi tingkat pasar tradisional. Anehnya, aku nggak melihat hal tersebut sebagai sebuah problema dilematis pemerintahan. Melainkan karena desakan kebutuhan dari warga sendiri.

 

Mudahnya, munculnya banyak minimarket akhir-akhir ini disebabkan oleh tuntutan warga yang menginginkan pusat penyedia kebutuhan yang buka 24 jam. Celakanya, hal itu malah membuat pasar tradisional kian sekarat. Ya, sekarat, bukan mati, sebab pasar tradisional masih berada di garis terdepan sebagai pemenuh kebutuhan pangan sehari-hari.

 

Yah, dan mungkin memang tuntutan warga itu yang ingin segalanya menjadi mudah dan ringkas. Mungkin pula warga kota-kota kecil itu tak banyak menuntut. Mereka rela menahan nafsu, hingga terbitnya matahari keesokan hari. Itu berarti pasar hidup selaras dengan kehidupan warganya.

 

Akankah tiba masa dimana pasar tradisional bangkit dan mendominasi minimarket?

Pembaca cukup menjawab Ya atau Tidak. Nuwun.


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • FIAH
    avatar komentator ke-0
    FIAH #Selasa, 25 Mei 2010, 19:17 WIB
    bisa saja....asal pasarnya dikemas seperti supermarket...plus ac nya jangan lupa, kalau bisa dibangun lebih besar drpd supermarket..trus, buka 24 jam...haha....
    nah lho...
  • JOE
    avatar komentator ke-1
    JOE #Senin, 24 Mei 2010, 09:50 WIB
    padahal itu adalah salah satu aset juga ...
    betul
  • ANNOSMILE
    avatar komentator ke-2
    ANNOSMILE #Minggu, 23 Mei 2010, 22:29 WIB
    kayaknya tidak mungkin bro..
    kecuali kalau masyarakat menginginkan perubahan konsep dalam pasar tardisional..
    tapi kenyataannya..sekarang orang lebih berpikir praktis dan memilih yg murah bro..
    sekrang orang lebih memilih harga yang pasti..
    dan harga yg ditawarkan minimarket kebih murah daripada pasar tradisional yg harus ditawar dahulu
    padahal disitu letak seninya pasar tradisional, sebuah proses panjang yang sarat makna...
  • SUWUNG
    avatar komentator ke-3
    SUWUNG #Minggu, 23 Mei 2010, 17:41 WIB
    jadi pengen tawar menwar lagi deh
    mbah, nawarnya jangan seru-seru ya?
  • ZEE
    avatar komentator ke-4
    ZEE #Sabtu, 22 Mei 2010, 21:42 WIB
    Menurut saya sih tidak bisa. Bagaimanapun pasar modern sekarang juga menyediakan kebutuhan yang sama dengan harga yang hanya beda sekian perak, dan tempatnya pun bersih. Pasti orang lebih memilih ke pasar modern itu daripada ke pasar becek...
    Justru becek itu yang jadi ciri khasnya pasar tradisional Bu
  • ZULHAQ
    avatar komentator ke-5
    ZULHAQ #Sabtu, 22 Mei 2010, 20:21 WIB
    ya. pasar tradisional hanya hidup dari pagi buta sampe tengah hari. ato sampe sore. kalo malam gak ada. coba ada, keknya seru yah. tapi susah juga sih, pasar tradisional dibuka malam, karena pelanggan pasti gak begitu banyak.
    nah itu dia, gimana kalau siang minimarket yg tutup?
  • MASLIE
    avatar komentator ke-6
    MASLIE #Jumat, 21 Mei 2010, 23:38 WIB
    Ya, kalau pasar modern kebakaran he3
    wedalah...
  • PEIN
    avatar komentator ke-7
    PEIN #Jumat, 21 Mei 2010, 16:13 WIB
    Ya dan Tidak...........
    Lho.........??

    Hm,
    Pasar tradisional kan juga punya beda fungsi ama minimarket
    Pasar Tradisional sekarang banyak yang buka 24 jam, alis ga pernah tutup,

    Lagian banyak pasar tradisonal sebagai pusat pemenuh kebutuhan sayur mayur & buah dalam jumlah besar bukan untuk eceran saja,,,,,
    yg supermarket retail besar semacam M**** itu gimana?
  • REGI_ADI
    avatar komentator ke-8
    REGI_ADI #Jumat, 21 Mei 2010, 12:59 WIB
    pasti suatu saat pasar tradisional akan bangkit dan mendominasi pasaran
    mosok? kapan bisa seperti itu yah?
  • ALICE IN WONDERLAND
    avatar komentator ke-9
    ALICE IN WONDERLAND #Jumat, 21 Mei 2010, 12:11 WIB
    kok kayak polling ya? jawabanku: Tidak
    nuwun :D
  • MARISKA AYU
    avatar komentator ke-10
    MARISKA AYU #Kamis, 20 Mei 2010, 20:49 WIB
    Kayaknya tidak kak.
    nuwun :)
  • PERAWAN DESAH
    avatar komentator ke-11
    PERAWAN DESAH #Kamis, 20 Mei 2010, 20:46 WIB
    Tidak
    nuwun :)
  • COBA DIKLIK
    avatar komentator ke-12
    COBA DIKLIK #Kamis, 20 Mei 2010, 20:45 WIB
    Tidaaaaaaaaaaaaaakkkk.... oraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa gan :lol:
    nuwun :)
  • VICKY LAURENTINA
    avatar komentator ke-13
    VICKY LAURENTINA #Kamis, 20 Mei 2010, 14:20 WIB
    Jawaban saya: Tidak.
    nuwun mba :)