Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Selasa, 30 Maret 2010, 17:12 WIB

Jujur, habis lulus kuliah, aku takut nggak punya temen. Lha gimana lagi? Mayoritas temen-temen jaman kuliah dahulu, KTP-nya dari luar Jogja. Alias cuma merantau cari ilmu di kota gudeg tercinta ini.

 

Untuk itu aku mikir, gimana caranya biar bisa punya temen. Solusi yang kepikiran waktu itu adalah ikut komunitas. Yang kumaksud komunitas disini adalah kumpulan orang-orang yang jadi satu karena suatu hal tertentu.

 

Pada akhirnya, sekarang ini aku bisa dibilang menjadi bagian dari komunitas pesepeda kota Jogja. Yang tiap hari omongannya berkutat seputar peyek gotri dan kerupuk cranck.

 

Di setiap komunitas, selalu ada pelajaran yang bisa dipetik. Yang paling mudah adalah beradaptasi dengan berbagai macam orang dengan berbagai latar-belakang dan perangai. Benturan pendapat serta opini itu lumrah terjadi, yang kalau tak terkendali bisa muncul konflik. Aku kira kemampuan bersosialisasi itu penting, sebab mau tak mau, manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan manusia lain.

 

Bahkan di kegiatan semacam Sabtu Pagi Sepeda Santai hal seperti itu kerap terjadi. Kadang aku sempat mikir, ngurus kumpulan kecil aja repot, apalagi ngurus negara? Pantes aja masuk surga susah banget.

 

Katanya, manusia itu mendambakan kenyamanan. Ada yang nyaman kalau ramai-ramai, makanya berkumpul jadi satu. Lucunya, kalau semakin rame bisa-bisa berubah jadi nggak nyaman! Agar semuanya merasa nyaman, perlu ada peran serta dari seluruh komponen di dalam kumpulan manusia tersebut.

 

Repot? Jelas! Namun sepertinya, lebih repot lagi kalau hidup sendirian, tanpa pernah berkumpul...


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • ZEE
    avatar 2462
    ZEE #Selasa, 30 Mar 2010, 18:37 WIB
    Kalau saya lebih suka tidak terlalu ramai, tapi juga jangan terlalu sepi. Standard saja, karena kalau terlalu ramai lebih sering terjadi clash & bisa menimbulkan pergunjingan. Sebaliknya kalo terlalu sedikit, saat bertengkar, gak bisa lari kemana-mana. Heheheee.. Jadi ya std saja.
    Wah, masalahnya ukuran standar tiap orang itu beda-beda. Yang jelas komunitas kalau sehat akan terus berkembang dan menarik banyak peminat dan perhatian publik.
  • ANNOSMILE
    avatar 2464
    ANNOSMILE #Selasa, 30 Mar 2010, 22:44 WIB
    penasaran karo komunitas e..
    sayang aku gak duwe sepeda lipat..
    liyane komunitas speda opo om?
    wah wes sukses kih kerjone..jangan takut kehlangan teman..makane turing wae..berkunjung kerumah kawan-kawan
    sekarang ya masih fokus ke komunitas sepeda dulu, tambah lama kian ribet tapi makin menyenangkan. :D
  • RUDI
    avatar 2465
    RUDI #Selasa, 30 Mar 2010, 22:46 WIB
    adalah benar.hal yg ditakutkan, tp begitu ada komunitas, artinya ada teman :)
    manusia itu makhluk sosial :D
  • GOOP
    avatar 2468
    GOOP #Rabu, 31 Mar 2010, 10:33 WIB
    hehehe, apa hubungannya ngurus negara dan masuk surga? :D
    sayang saya sudah tak di jogja, barangkali saja kita bisa berteman :D
    ngurus negara kan susah, harus ngambil keputusan. Sementara selalu ada saja orang yang tak suka keputusan itu. Jadinya tak baik. Jadinya pula susah masuk surga. :)
  • DARAHBIROE
    avatar 2469
    DARAHBIROE #Rabu, 31 Mar 2010, 12:48 WIB
    heheh iya q juga merasakan
    perbedaan stlh kmrin gak kuliah lagi hikz hikz


    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya
    salam blogger
    makasih
    :D
    masa-masa kuliah memang enak buat nyari temen...
  • OMIYAN
    avatar 2471
    OMIYAN #Rabu, 31 Mar 2010, 15:40 WIB
    Hidup dengan sebuah komunitas kalau saya bukan mencari kenyamanan tapi mencari keceriaan dalam sebuah dunia pertemanan. Karena untuk sebuah kenyamanan saya lebih memilih keluarga karena dari sinilah hidup kita nyaman atau tidak kekehidupan lainnya

    salam
    Hohoho, tapi buat yang belum berkeluarga bagaimana? :)
  • BAYU
    avatar 2472
    BAYU #Rabu, 31 Mar 2010, 21:07 WIB
    weladala... iya memang ada benarnya... aku dg kamu berteman gara2 kumunitas bersepeda , memang manusia selalu berubah sesuai kondisinya misalnya ketika masih anak2 sukanya main mobil2-an namun ketika dah dewasa sukanya mobil beneran, hal lain misal ketika saya bersepeda kuatnya cuma deket2 aja ya sepedaannya deket2 aja tapi ketika sudah kuat sepedaan jauh menjadi suka sepedaan jauh... berubah itu hal biasa asal perubahan itu adalah perubahan yg relatif membaik...
    kumunitas besar atau kecil jumlah anggaotanya sebenarnya ngak masalah, perubahan diri untuk menyesuaikan keadaan dengan cepat memang harus dilakukan, masalah pasti akan byk terjadi seiring byk nya anggaota komunitas, disinilah ujian dilakukan : akan lolos ujian gemblengan dg menghadapi masalah apa akan lari dari permasalahan yg ada... ibarat bilah pedang yg akan semakin awet dan tajam ketika sering digunakan dan diasah dg gesekan yg menyinggung mata bilah pedang tsbt , namun sebaliknya pedang yg teronggok ngak terpakai dan tak diasah akan menjadi pedang yg tdk tajam dan karatan.. . .

    SEMANGAT SELALU TEMAN...
    KITA HARUS SIAP BERSINGGUNGAN DENGAN PEMASALAHAN YANG ADA DEMI MENGASAH DAN MENJAGA KETAJAMAN MATA HATI/ PERASAAN & PIKIRAN KITA.... . SEMANGAT ....!!!!!
    weleh...dapet pencerahan dari Kang Bayu :D
  • JEJAK ANNAS
    avatar 2473
    JEJAK ANNAS #Kamis, 1 Apr 2010, 10:33 WIB
    bener banget, setiap detak nafas kita kerap kali dihantui rasa takut yang berlebihan. takut akan kehilangan sesuatu. tapi ketakutan yang terbesar adalah takut kehilangan sahabat, dan hidup menjadi yatim. selamat berkreatifitas sob, untuk mengusir ketakut-ketakutan itu....
    manusia hidup bersama untuk menghilangkan rasa takut :)