Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Rabu, 9 Mei 2018, 13:00 WIB

Etika Berwisata Alam

  1. Jangan buang sampah sembarangan!
  2. Jangan merusak alam!
  3. Patuhi peraturan dan tata krama yang berlaku!
  4. Jaga sikap dan sopan-santun!
  5. Jangan hanya foto-foto selfie thok!
  6. Kalau tempat wisatanya sudah ramai, jangan ke sana!

Lebih lanjut, silakan simak artikel ini.

Sudah sekitar dua tahun belakangan “markas” pindah dari Kota Bandung ke Jatinangor. Beda dengan markas di Kota Bandung, markas baru di Jatinangor ini agak jauh dari curug alias air terjun.

 

Kalau di markas lama dulu itu kan tinggal bersepeda beberapa belas menit terus sampai deh di Curug Dago. Nah, di markas baru ini harus naik kendaraan bermesin selama beberapa puluh menit untuk sampai di curug terdekat. Namanya Curug Cinulang.

 

Menurut Google Maps sih jarak dari Jatinangor ke Curug Cinulang itu sekitar 20-an km. Curug ini terletak di Desa Sindulang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Karena itu ada juga yang menyebut curug ini sebagai Curug Sindulang.

 

Jatinangor

Buat Pembaca yang belum tahu, Jatinangor itu adalah nama salah satu kecamatan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Dahulu kala kecamatan ini hanya sebatas desa yang bernama Desa Cikeruh. Kalau sekarang Jatinangor ramai mahasiswa karena jadi markasnya lima kampus perguruan tinggi yaitu IPDN, ITB, IKOPIN, dan Unpad.

 

Pada hari Senin (13/2/2017) silam aku, Bapak, dan Ibu mengunjungi Curug Cinulang naik mobil. Kami berangkat dari Jatinangor sekitar pukul sembilan pagi lebih.

 

Rute termudah ke Curug Cinulang dari Jatinangor adalah lewat Jl. Raya Rancaekek ke arah Nagreg. Kira-kira sekitar 11 km dari simpang empat jalan raya gerbang tol Cileunyi nanti bakal terlihat menara BTS di sisi kiri jalan.

 

Mendekati menara BTS nanti jalan rayanya bercabang jadi dua lajur. Pilih lajur yang paling kiri yang ada papan arah bertuliskan “RSUD Cicalengka” dan “Pondok Wisata Aki & Enin”.

 

cabang jalan rancaekek arah curug cinulang

rumah rumah di jalan arah curug cinulang

 

Kira-kira sekitar 150 meter bakal ada perempatan yang mana kalau ke kiri bakal melewati kolong jalan raya. Di perempatan ini belok ke kiri. Pokoknya ikuti saja arahan papan petunjuk arah ke “Pondok Wisata Aki & Enin”.

 

Dari sini jalanan mulai menanjak. Buat bersepeda melatih dengkul di tanjakan sini kayaknya enak juga.

 

tanjakan ke pasir candi arah curug cinulang

naik sepeda motor hutan arah pasir candi cicalengka

 

Di tengah perjalanan melewati tempat yang namanya Pasir Candi. Mbuh kenapa diberi nama seperti itu. Yang jelas di tempat ini tersaji pemandangan luas ladang-ladang dari ketinggian dari pinggir jalan. Indah banget!

 

Sayang waktu itu langitnya agak mendung. Jadi, gunung yang jadi latar pemandangan indahnya itu sedikit ketutupan awan.

 

jalan pinggir tebing arah curug cinulang dari cicalengka

pemandangan persawahan cicalengka pasir candi

 

Lanjut jalan lagi. Di pinggir jalan sisi kiri nanti bakal ada gapura masuk ke lokasi Pondok Wisata Aki & Enin. Di gapura itu tertulis alamat “Jl. Curug Cinulang km 5 Cicalengka”.

 

Jadi, benar kalau mengikuti jalan ini bakal sampai di Curug Cinulang. Adapun menurut Google Maps, Curug Cinulang cuma berjarak sekitar 3 km dari Pondok Wisata Aki & Enin.

 

pondok wisata aki enin arah curug cinulang

 

Lanjut jalan lagi. Masuk Desa Tanjungsari. Di desa ini aspal jalannya hilang jadi jalan tanah. Sepertinya sedang ada proyek pelebaran jalan.

 

Lanjut jalan lagi. Setelah melewati Desa Tanjungsari nggak terlihat ada pemukiman. Jalan rayanya masih nanjak dan berkelok-kelok. Di sisi kanan jalan adalah tebing tinggi. Di beberapa tempat malah ada yang longsor. Hiii…

 

suasana desa dampit arah curug cinulang

 

Pada pagi itu pemandangan jalan raya di dekat Desa Tanjungsari dihiasi oleh sekumpulan anak-anak SD yang sedang berjalan kaki. Aku amati beberapa anak menenteng papan alas kayu dan mengenggam alat tulis. Mungkin pagi ini mereka baru selesai ujian dan hendak pulang ke rumah.

 

Melihat pemandangan yang seperti ini aku jadi salut kepada mereka. Itu karena mereka jalan kaki ke sekolah. Mungkin karena aku merasa kalau jarak dari sekolah ke rumah mereka lumayan jauh.

 

anak sd perempuan berjilbab jalan kaki desa cicalengka

anak sd jalan kaki rombongan desa cicalengka

 

Akhirnya, setelah menempuh sekitar 30 menit perjalanan, sampai juga deh di gerbang masuk Curug Cinulang. Harga tiket masuknya murah, hanya Rp5.000 per orang.

 

Yang bikin repot adalah tempat parkirnya. Karena letak gerbang masuk persis banget di pinggir jalan raya jadinya mobil ya diparkir di pinggir jalan raya juga. Nggak kebayang kalau ada yang bawa bus ke sini di mana tempat parkirnya.

 

Kalau nggak mau repot naik kendaraan pribadi, bisa juga kok naik angkot ke Curug Cinulang. Waktu itu aku sempat lihat ada angkot yang lewat. Mungkin angkot ini lewat perempatan kolong Jl. Raya Rancaekek.

 

gerbang masuk curug cinulang

angkot arah curug cinulang

 

Dari gerbang masuk terbentang jalan setapak yang sudah diperkokoh dengan semen. Untuk mendekat ke dasar Curug Cinulang pengunjung harus menuruni banyak anak tangga. Untungnya jumlah anak tangganya nggak sebanyak anak tangga di Curug Cimahi.

 

Kalau nggak mau capek-capek menuruni banyak anak tangga, bisa juga kok menikmati pesona Curug Cinulang dari ketinggian. Dari jembatan sudah terlihat keindahan Curug Cinulang yang tinggi menjulang.

 

Ternyata, air terjunnya Curug Cinulang itu ada dua toh! Wow!

 

jalan setapak curug cinulang

pemandangan curug cinulang dari atas

 

Meskipun indah mempesona, memotret Curug Cinulang rupanya bukan perkara gampang buatku.

 

Mungkin karena Februari masih masuk musim penghujan ya, jadinya air Curug Cinulang lumayan deras. Alhasil, arus Sungai Citarik yang bersumber dari Curug Cinulang juga jadi ikut-ikutan deras.

 

Kalau sudah begini kondisinya, memotret dari tengah sungai malah jadi sangat mempertaruhkan keselamatan perlengkapan motret seharga jutaan rupiah.

 

pemandangan sungai citarik curug cinulang

 

Foto Curug Cinulang di bawah ini aku jepret dari atas batu besar di pinggir sungai. Aksi memotret dari batu pun lumayan menegangkan karena batunya licin!

 

Salah melangkah terus kepeleset bisa bikin remuk perlengkapan motret seharga jutaan rupiah ini.

 

Menurutku, lokasiku memotret ini masuk ke dalam jarak pemotretan yang ideal. Kalau mau lebih dekat lagi ke air terjun, ya siap-siap saja kamera dan lensa basah kuyup terkena hembusan air. Lha, motret dari sini saja sudah bikin kamera basah kok.

 

pemandangan curug cinulang dari bawah

 

Satu hal yang membuat kaget adalah ternyata ada tiga curug di lokasi!

 

Tapi, curug yang ketiga ini nggak begitu deras sih. Bisa dibilang sekedar air yang merambat di bebatuan. Kalau untuk main air sepertinya enak di curug ini.

 

air terjun lain dekat curug cinulang

 

Aku perhatikan kawasan Curug Cinulang ini sudah dilengkapi dengan sejumlah prasarana penunjang tempat wisata. Ada musala dan WC. Nggak ketinggalan pula warung-warung yang menyediakan beragam camilan.

 

Waktu itu Curug Cinulang pas lagi sepi. Mungkin ya karena masih pagi dan pada hari kerja. Kalau pas hari libur mungkin tempat ini bakal ramai banget.

 

pendopo curug cinulang

warung curug cinulang

 

Aku juga memperhatikan kawasan Curug Cinulang lumayan bersih dari sampah. Aku lihat ada bak pembuangan sampah yang di dalamnya ada bekas sampah yang terbakar.

 

Seandainya setiap obyek wisata air terjun dilengkapi dengan bak sampah seperti ini mungkin bisa menekan jumlah sampah yang dibuang sembarangan ya?

 

tempat sampah kotor curug cinulang

 

Singkat penilaian, Curug Cinulang adalah curug menarik yang fotogenik. Mungkin, kalau datang pas pagi hari di bulan-bulan akhir musim penghujan bakal bisa mendapatkan foto yang lebih dekat ke air terjunnya.


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • WARM
    avatar 11436
    WARM #Jum'at, 11 Mei 2018, 04:53 WIB
    Lha rumahmu di Bandung toh, mas?
    Dan nemuu aja curug dimana2 hehe
    cuma markas Om :D
  • BERBAGIFUN.COM
    avatar 11437
    BERBAGIFUN.COM #Jum'at, 11 Mei 2018, 07:39 WIB
    Uenakeee...
    Satu lokasi wisata dapet beberapa air terjun.
    Hihihi. :D