Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Rabu, 4 April 2018, 14:00 WIB

Di struk tertulis namanya Sup Tutut. Harga seporsinya Rp10.000 yang mana itu termasuk harga yang lumayan murah dari sekian banyak pilihan lauk di Warung Nasi Ampera, yaitu rumah makan Sunda di Kota Bandung, Jawa Barat yang buanyak banget cabangnya.

 

Pada hari Minggu sore (12/2/2017) yang lalu aku diajak Bapak dan Ibu mampir ke cabang Warung Nasi Ampera di Jl. Pajajaran No. 133. Kebetulan banget perut minta diisi setelah pada pagi-siang harinya menempuh perjalanan panjang naik kereta api dari Kota Jogja.

 

pilihan lauk ayam ikan daging udang tahu tempe di Warung Nasi Ampera di cabang Jalan Pajajaran Kota Bandung Jawa Barat

pilihan tumis sayur rebung sawi buntil di Warung Nasi Ampera di cabang Jalan Pajajaran Kota Bandung Jawa Barat

 

Lauk yang beraneka macam wujud dan aromanya datang menyambut begitu memasuki Warung Nasi Ampera. Ragam pilihan lauknya boleh dibilang 11-12 dengan warung makan penyetan yang banyak bertebaran di kawasan kos-kosan mahasiswa di Jogja. Misalnya ya tahu, tempe, telur, ayam, ikan, udang, dan lain sebagainya.

 

Konsep bersantapnya adalah pelanggan mengambil sendiri makanan penggugah selera yang tersaji itu sesuai dengan jumlah porsi yang diinginkan. Sebelum mulai disantap, apa-apa makanan yang diambil itu terlebih dahulu harus dibayar di kasir. Lagi-lagi, mirip banget konsepnya dengan warung makan prasmanan yang bertebaran di Jogja.

 

kisah hidup pelayan cantik di Warung Nasi Ampera di cabang Jalan Pajajaran Kota Bandung Jawa Barat yang berjaga sebagai kasir

 

Bedanya, karena Warung Nasi Ampera ini adalah warung rumah makan Sunda, jadinya di sini menyediakan sayuran dan daun-daun mentah yang biasa disebut sebagai lalapan. Enaknya, lalapan dan juga beraneka macam sambal termasuk ke dalam kategori makanan gratis yang boleh diambil sesuka hati! Nyam!

 

pilihan sayur daun lalapan dan sambal pedas enak di Warung Nasi Ampera di cabang Jalan Pajajaran Kota Bandung Jawa Barat

 

Seperti judul artikel ini, karena bosan dengan pilihan lauk yang biasa aku temui di warung makan prasmanan mahasiswa, maka dari itu aku memilih sup tutut sebagai lauk bersantap nasi. Sayang banget nasinya nggak boleh ambil sendiri . Porsi nasinya juga lumayan sedikit buat kapasitas perutku.

 

Dalam pandanganku sup tutut adalah makanan yang unik. Aku juga penasaran sama rasanya sehingga bikin aku bertanya-tanya. Kok di Jogja nggak ada ya makanan yang seperti ini? Padahal kata si teteh pelayan, tutut itu hanya sebatas keong sawah lho!

 

Hmmm, mungkin sup tutut kurang begitu populer dikarenakan ada pandangan bahwa keong sawah alias tutut yang punya nama latin Pila ampullacea ini menjijikkan sehingga haram dimakan #wew. Tapi, karena aku tergolong orang yang menganggap tutut sebagai hewan yang menggoda selera, jadinya ya halal deh buat dimakan, hahaha.

 

resep cara memasak sup tutut keong sawah enak khas Warung Nasi Ampera di cabang Jalan Pajajaran Kota Bandung Jawa Barat

 

Sup tutut ala Warung Nasi Ampera disajikan di dalam mangkuk kecil. Sebelum dihidangkan di meja makan, si teteh pelayan memanaskan sup tututnya terlebih dahulu di dapur. Alhasil, rasanya semakin nendang dan bikin lidahku keselomot alias terbakar karena menyeruput sup yang panas.

 

Aku jadi bingung antara mau menyeruput kuah sup yang agak pedas tapi panas atau menyantap tutut-tutut yang direbus secangkang-cangkangnya. Setelah mempertimbangkan melodi perut yang sulit untuk dibungkam, akhirnya pilihan jatuh kepada menyantap tutut dengan mengesampingkan kuahnya.

 

Sebagai manusia yang baru pertama kali menyantap sup tutut, jelas aku kebingungan bagaimanakah cara menyantap si hewan moluska ini. Apakah cangkangnya diremukkan seperti menyantap kepiting? Apakah isi cangkangnya disedot dari lubang cangkangnya? Ataukah gimana?

 

Maklum, di meja nggak ada panduan langkah-langkah menyantap sup tutut bagi pemula. Mau bertanya ke teteh pelayan kok ya malu karena usia yang sudah menginjak 30 tahun #apa.hubungannya. Jadi bingung kan ya?

 

“Dagingnya dicongkel pakai tusuk gigi saja Le,” kata Ibu disela-sela beliau makan.

 

Hooo, rupanya saran dari ibunda tercinta adalah solusi jitu bersantap sup tutut bagi pemula.

 

cara membedakan tutut keong sawah yang dagingnya enak dan gurih untuk dimasak menurut koki Warung Nasi Ampera di cabang Jalan Pajajaran Kota Bandung Jawa Barat

 

Untung di meja makan tersedia sejumlah tusuk gigi. Jadinya, proses mencongkel daging tutut dari cangkangnya pun berlangsung mulus tanpa perlu khawatir dengan tusuk gigi yang patah.

 

Menurut mulutku, tekstur daging tutut ini nggak jauh berbeda dengan daging kerang yang kian langka dijumpai di angkringan dalam wujud sate. Menurutku ya, ada baiknya mencongkel banyak daging tutut terlebih dahulu untuk kemudian dicemplungkan semuanya ke dalam kuah sup. Jadinya ketika menyendok kuah sup ya ada ketambahan daging tututnya gitu.

 

cara menyantap tutut keong sawah yang baik dan betul yang diajarkan oleh pelayan Warung Nasi Ampera di cabang Jalan Pajajaran Kota Bandung Jawa Barat

 

Enak lah pokoknya sup tutut ini. Tapi, karena ini lauk berkuah banyak jadinya nggak bisa dimakan dengan tangan kosong alias harus memakai bantuan sendok.

 

Singkat penilaian, sup tutut adalah makanan unik yang wajib dicoba bagi orang yang nggak menganggap tutut itu haram dimakan.

 

Sebagai bonus, harga makanan lain yang kami santap di Warung Nasi Ampera bisa disimak pada tabel di bawah ini.

 

Nasi Putih Rp5.455
Nasi Liwet Rp5.909
Nasi Bakar Rp10.910
Perkedel Jagung Rp3.182
Tahu Goreng Rp3.182
Gepuk (daging sapi) Rp16.818
Ikan Mas Goreng Rp13.636
Cumi Bakar Rp19.545

 

Oh iya, harga makanan di atas itu belum termasuk PPN 10% lho.


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • ARDANITA
    avatar komentator ke-0
    ARDANITA #Jumat, 4 Mei 2018, 10:13 WIB
    Wah enak itu Kak. Kalau aku sih gak aneh lagi, soalnya dari kecil suka main ke sawah ke sungai kecil-kecilnya itu cari tutut gini. Terus dimasakin sama ibuk, enak banget kak, orang ini tadi baca aja sambil ngiler jadi pengen.
    Wah, masa kecil yang menyenangkan ya, dimasakin ibuk sup tutut. :D
  • JULYAN
    avatar komentator ke-1
    JULYAN #Kamis, 12 Apr 2018, 13:46 WIB
    Kalo di Jogja keong sawah ini biasanya dijadiin sate atau rica-rica. Ada beberapa angkringan yang jual kok. Tapi sekarang mulai susah dicari, karena sekarang petani pakai \"racun keong\" jadi agak was-was kalau mau makan keong, takutnya masih ada sisa racunnya.
    Weh! Baru tahu aku petani kebanyakan pakai racun keong. Serem sekali kalau itu keong yang diracun sampai kemakan. :O