Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Sabtu, 30 Desember 2017, 05:00 WIB

Etika Berwisata Peninggalan Bersejarah

  1. Jangan buang sampah sembarangan!
  2. Jangan merusak peninggalan bersejarah! Kalau bisa batasi kontak fisik ke benda tersebut!
  3. Baca informasi sejarahnya. Kalau perlu difoto dan dibaca lagi di rumah.
  4. Patuhi peraturan yang berlaku!
  5. Jaga sikap dan sopan-santun!
  6. Jangan hanya foto-foto selfie thok!
  7. Kalau tempat wisatanya sudah ramai, jangan ke sana!

Lebih lanjut, silakan simak artikel ini.

Hari Rabu pagi (27/4/2016), setelah puas menjelajahi sudut-sudut Candi Muara Takus, Pak Izul mengajak aku menyambangi peninggalan purbakala lain yang berada di dekat sana. Maka dari itu aku pun kembali beranjak menuju ke gerbang masuk candi, tempat di mana Pak Izul memarkir sepeda motornya.

 

 

Dengan membonceng sepeda motor, aku diantar Pak Izul menyusuri jalan yang kanan-kirinya diapit kebun-kebun karet. Selang beberapa saat kemudian Pak Izul memberhentikan sepeda motornya di luar pagar salah satu kebun karet. Ia kemudian mengajakku masuk ke area kebun karet dengan melompati pagar!

 

Weleh! Benar-benar perilaku mirip maling!

 

Tapi, Pak Izul kemudian bilang bahwa kebun karet yang kami masuki itu adalah kebun karet miliknya. Waaah, rupanya Pak Izul selain menjaga candi juga punya kebun karet toh.

 

seorang bapak juru pelihara Kompleks Candi Muara Takus Riau sedang berjalan kaki di dalam kebun karet

mangkuk kayu berisi getah karet yang disadap di kebun-kebun warga dekat kompleks Candi Muara Takus Riau

penampakan batu bata kuno purbakala Candi Muara Takus Riau terpendam di dalamm tanah kebun karet warga

 

Saat berjalan kaki di antara pohon-pohon karet, Pak Izul memberitahuku untuk mengamati rumput. Eh, ternyata di antara rerumputan ada pecahan-pecahan batu bata! Ada yang terpendam tanah. Ada juga yang berserakan begitu saja.

 

Di dalam kebun karetnya, Pak Izul mengajakku menghampiri suatu gundukan tanah yang berbatasan dengan pagar kebun tetangga. Kata Pak Izul di dalam gundukan tanah tersebut ada struktur batu bata. Beberapa kali gundukan tersebut sempat diteliti oleh para ahli purbakala. Pada tahun 2017 mendatang kabarnya bakal dilanjutkan lagi.

 

lokasi kebun karet dekat kompleks Candi Muara Takus Riau yang diduga masih menyimpan gundukan tanah berisi tumpukan batu bata kuno peninggalan kerajaan Sriwijaya

penemuan pecahan batu bata kuno di kebun karet dekat Kompleks Candi Muara Takus Riau

 

Dari kebun karet miliknya, Pak Izul kemudian mengajakku balik naik sepeda motor untuk menuju ke lokasi lain. Kali ini lokasi yang kami tuju bukan kebun karet melainkan kebun sawit!

 

Kebun sawit ini terletak lumayan dekat dari Kompleks Candi Muara Takus. Nggak seperti di kebun karet barusan, di kebun sawit ini menara Candi Mahligai bisa terlihat jelas.

 

Dengan Pak Izul sebagai pemandu arah, aku dibawanya menuju ke suatu pohon sawit. Ia lalu mengorek-orek tanah di dekat pohon dengan pelepah sawit kering. Tak seberapa lama terlihatlah sejumlah batu bata. Waow!

 

Berbeda dengan batu bata di kebun karet yang berserakan, struktur batu bata di dekat pohon sawit ini tersusun rapi menyerupai lantai. Pak Izul menduga bahwa lantai batu bata ini dahulunya merupakan tempat singgah para pengunjung Candi Muara Takus.

 

Sayang sekali aku nggak bisa berlama-lama di lokasi karena Pak Izul keburu mengajak meninggalkan lokasi begitu empunya kebun sawit datang. Kata Pak Izul, bisa-bisa nanti kami disangka mau merusak pohon sawit miliknya.

 

petugas balai pelestarian purbakala sedang menggali tanah di dekat pohon sawit yang diduga berisi batu bata kuno peninggalan Candi Muara Takus Riau

penemuan susunan lantai batu bata kuno di kebun sawit yang berada tidak jauh dari Kompleks Candi Muara Takus Riau

 

Dari situs kebun sawit Pak Izul mengajakku melihat tanggul kuno lebih dekat. Untuk melindungi dari luapan air Sungai Kampar pada saat banjir Kompleks Candi Muara Takus dilindungi oleh tanggul buatan.

 

Letak tanggul ini nggak begitu jauh dari kompleks candi. Di atas tanggul berdiri bangunan semacam anjungan yang bisa dimanfaatkan untuk menikmat panorama Sungai Kampar. Bangunan anjungan ini juga menyatu dengan dermaga kecil. Mungkin dahulu pernah direncanakan ada proyek perahu wisata ke Kompleks Candi Muara Takus.

 

Hmmm... apa mungkin orang-orang pada zaman dahulu ke Kompleks Candi Muara Takus dengan naik perahu ya?

 

bekas dermaga pelabuhan kuno di sisi tanggul buatan Kompleks Candi Muara Takus Riau

pemandangan indah bantaran Sungai Kampar yang memagari Kompleks Candi Muara Takus Riau di sisi barat

 

Di dekat tanggul juga ada bangunan candi. Ukuran bangunan candi ini jauh lebih kecil bila dibandingkan candi-candi di dalam Kompleks Candi Muara Takus. Wujud bangunan candi kecil ini lebih menyerupai kotak berukuran jumbo. Sayang di lokasi nggak ada informasi yang bisa memberi penjelasan apa sebetulnya fungsi dari bangunan ini.

 

Sama seperti candi-candi di sekitarnya, bangunan candi kecil ini terbuat dari batu bata. Yang membuatnya unik adalah adanya susunan batu-batu kali di bagian dasar bangunan. Akan tetapi, bila mencermati susunan batu-batu kali ini bakal terlihat adanya lapisan perekat batu yang nampak seperti adonan semen.

 

Serupa seperti susunan batu-batu kali, pada bagian puncak candi terlihat lapisan semen di antara susunan batu-batu bata yang nggak utuh. Hmmm, apakah bangunan candi ini diselamatkan secara darurat ya sehingga banyak memakai perekat semen?

 

wujud bangunan candi kecil yang unik di dekat tanggul buatan Kompleks Candi Muara Takus Riau

nampak samping bangunan candi kecil yang unik di dekat tanggul buatan Kompleks Candi Muara Takus Riau

pecahan kecil batu bata kuno yang berserakan di halaman luar Kompleks Candi Muara Takus Riau

susunan batu kali yang direkatkan dengan semen pada bangunan candi kecil di dekat tanggul buatan Kompleks Candi Muara Takus Riau

bagian atas puncak bangunan candi kecil yang letaknya di dekat tanggul buatan Kompleks Candi Muara Takus Riau

 

Akhir kata, apabila mencermati berbagai peninggalan purbakala yang tersebar di sekitar Kompleks Candi Muara Takus, aku menduga bahwa kompleks percandian ini aslinya sangat luas. Mungkin pada zaman dahulu, kompleks percandian ini nggak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah melainkan juga kompleks tempat tinggal.

 

Sayangnya, kini sejumlah peninggalan purbakala tersebut tersembunyi di dalam kebun-kebun karet dan sawit milik warga. Untuk bisa mengungkap seluruh peninggalan tersebut tentunya memerlukan biaya yang teramat besar.  

 

pemandangan damai yang sepi pada pagi hari di luar Kompleks Candi Muara Takus Riau

 

Penjelajahan di Kompleks Candi Muara Takus telah selesai. Kini saatnya berpindah ke desa sebelah yang juga memiliki obyek wisata yang nggak kalah menarik.

 

Apa ya kira-kira?


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • BEBY
    avatar 11241
    BEBY #Minggu, 31 Des 2017, 15:04 WIB
    Hmm.. Sayang yak malah jadi ladang karet en sawit. Tapi gak terurus gitu bekas candinya jadi ancur deh :(
    Candinya dari dulu kayaknya sudah ketimbun tanah Beb. Pemerintah mau membebaskan tanahnya juga butuh banyak duit.
  • BARA ANGGARA
    avatar 11248
    BARA ANGGARA #Jum'at, 5 Jan 2018, 16:14 WIB
    Wah seru banget bisa berburu jejak-jejak sejarah yang masih tersembunyi...

    -Traveler Paruh Waktu
    Hihihi iya, mumpung ada yang memandu. :D