Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Sabtu, 29 Oktober 2016, 22:09 WIB

Etika Berwisata Alam

  1. Jangan buang sampah sembarangan!
  2. Jangan merusak alam!
  3. Patuhi peraturan dan tata krama yang berlaku!
  4. Jaga sikap dan sopan-santun!
  5. Jangan hanya foto-foto selfie thok!
  6. Kalau tempat wisatanya sudah ramai, jangan ke sana!

Lebih lanjut, silakan simak artikel ini.

Pernah ada masanya ketika seorang Wijna amat sangat senang pergi ke pantai.

 

Masa di mana debur ombak terasa menggelitik kaki.

Masa di mana hamparan pasir terasa seempuk kasur.

Masa di mana... kamu tidak perlu memikirkan apa pun selain bersenang-senang....

 

Dan ya, masa itu sudah lama sekali berlalu.

 

Sudah. Sangat. Amat. Lama.

 

 

Sampai pada akhirnya, di suatu sudut terasing di Pantai Tanjung Kelayang, perasaan nostalgia itu pun tiba-tiba menyeruak kembali. Tatkala sebait pertanyaan mendadak terbesit di benakku,

 

“Dulu, aku pernah suka main di pantai. Tapi, kenapa sekarang nggak?”

 

jenis pasir putih dan tempat penjualan pasir yang terdapat di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung pada Maret 2016
Ada masanya ketika pasir putih ini dibawa pulang ke rumah sebagai kenang-kenangan.

 

Di usia yang menginjak kepala tiga ini, aku merasa pantai seakan kehilangan daya magisnya. Boleh jadi, seiring dengan beragamnya jumlah pantai yang kusambangi, pantai tak lagi menjadi tempat yang spesial.

 

Bukan karena di sana hanya ada hamparan pasir dan air laut lho! Mungkin karena aku nggak lagi bisa menikmati pantai sebagaimana caraku di masa-masa aku amat senang menikmatinya.

 

Ya kaleee! Cobalah Pembaca bayangkan, bagaimanakah kesan bilamana ada seorang “om-om” yang lari-larian dikejar ombak dan guling-guling di pasir pantai.

 

Wis ora pantes toh?

 

nama daftar harga kafe kedai kopi manggar terkenal yang ada di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung pada Maret 2016
Pantasnya menikmati pantai itu dengan duduk-duduk sembari ngopi-ngopi cantik? #eh

 

Maka dari itu, caraku menikmati pantai kini berbeda. Tak ada lagi berguling-guling di pasir. Pun tak ada lagi berlari-lari dikejar ombak.

 

Caraku menikmati pantai kini adalah dengan mengabadikan pesonanya dengan kamera. Kemudian, setelah sampai di rumah aku olah lagi foto-foto pantai itu via aplikasi image editing. Lantas, diakhiri dengan menatap lekat-lekat panorama ciptaan Gusti Allah SWT dan memuji keagungan-Nya.

 

Cara menikmati pantai yang sedemikian itu halal kan?

 

Semoga generasi mendatang masih bisa menyaksikan pemandangan seperti yang aku abadikan itu.

 

keindahan foto unik terbaru batu granit besar yang ada di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung pada Maret 2016
Sempat kepikiran, Gusti Allah SWT hendak apa ya pas menciptakan bentang alam ini? Hahaha.

 

Di Pantai Tanjung Kelayang ini, aku pun menikmati pesonanya dengan cara seperti yang aku ungkapkan di atas. Aku tahu cara ini nggak lazim. Sebab umumnya, wisatawan jauh-jauh melancong ke Pulau Belitung karena tertarik untuk island hopping ke pulau-pulau kecil di sekitar Pantai Tanjung Kelayang.

 

tarif harga island hopping camping kemah ke pulau-pulau kecil pasir putih tak bernama dekat Pulau Lengkuas Pantai Tanjung Kelayang, Belitung pada Maret 2016
Di sekitar Pantai Tanjung Kelayang ada banyak pulau-pulau kecil semacam ini.

 

Mungkin Pembaca sendiri mengenal Pantai Tanjung Kelayang karena wisata island hopping-nya itu kan? Singgah di mercusuar di Pulau Lengkuas atau melihat batu kepala burung garuda dari dekat.

 

Dan sayangnya aku lebih suka blusukan, hahaha.

 

Menyusuri Bibir Pantai Tanjung Kelayang

Pukul 9 pagi di hari Rabu (9/3/2016), aku memulai agenda blusukan di Pantai Tanjung Kelayang. Pantai ini terletak di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka dan Belitung. Jaraknya dari Kota Tanjung Pandan sekitar 30 km atau setengah jam berkendara. Nama Kelayang sendiri diambil dari nama jenis burung yang mendiami pantai ini.

 

Aku ke mari bersama Bapak dan Ibu. Hanya kami bertiga yang ke sini, sebab nama keempat di kartu keluarga sedang terpisah jarak ribuan kilometer.

 

Anyway, cerita perjalanan kami di Belitung bisa Pembaca simak pada senarai di bawah ini.

 

 

 

Seperti biasa, di Pantai Tanjung Kelayang ini pun aku berpisah jalan dengan kedua orangtuaku. Jujur, aku lebih senang berpencar menikmati keindahan alam dari lokasi pilihan sendiri daripada berkerumun ramai jadi satu.

 

Dari lokasi parkir kendaraan, aku berjalan kaki menyusuri bibir pantai ke sisi kiri. Sementara Bapak dan Ibu ke sisi kanan.

 

Nggg? Apa pilihan arahku ini menandakan aku orang yang berhaluan “kiri” ya? Wekekekek.

 

cerita wisata menyusuri indahnya hamparan pasir putih yang luas di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung pada Maret 2016
Orangtuanya ke mana, anaknya ke mana. Everything is OK asalkan bebas terkendali.

 

Entah apakah beberapa saat lagi akan hujan (walaupun langit cerah ). Entah apakah ini ciri khas Belitung. Ataukah entah karena aku sedang berada di pantai. Tapi yang jelas, Pantai Tanjung Kelayang pada saat itu

 

PANASNYA BUKAN MAIN!

 

Jadi, untuk Pembaca yang hendak menikmati Pantai Tajung Kelayang dengan blusukan seperti aku, harap menyiapkan:

 

  1. Topi atau payung
  2. Air minum 1,5 liter
  3. Lap keringat

 

Di Pantai Tanjung Kelayang memang ada banyak warung yang menjual minum. Tapi, ketika sudah blusukan jauh dari para pedagang,  memutuskan membawa bekal air minum adalah pilihan bijak.

 

rakit bahan gabus styrofoam sederhana yang dipakai warga nelayan di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung pada Maret 2016
Kayaknya seru juga kalau menyusuri pantainya pakai benda ini.

 

cara warga nelayan naik rakit dari gabus styrofoam untuk pergi ke perahu kapal mereka yang ditambatkan lepas pantai di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung pada Maret 2016
Ini lho cara pakai benda yang di atas itu. Unik ya rakitnya?

 

Saat berjalan kaki menyusuri bibir pantai sesekali aku berjumpa dengan warga. Sesekali kami bertegur sapa. Yang bagiku menyenangkan, warga-warga setempat nggak gencar menawarkan dagangan atau pun jasa island hopping. Padahal, boleh dibilang hampir sebagian besar wisatawan yang ke Pantai Tanjung Kelayang kan untuk ber-island hopping. Uang pun pasti deras mengalir dari pariwisata ini.

 

Di lokasi wisata, perilaku warga yang adem ayem seperti inilah yang aku dambakan. Jadinya, aku bisa bebas menikmati suasana dengan tenang. Apalagi untuk motret-motret.

 

daftar operator tarif sewa kapal perahu maksimal jumlah penumpang island hopping di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung pada Maret 2016
Ini kapal yang dipakai untuk island hopping.

 

Perjalanan menyusuri bibir Pantai Tanjung Kelayang ini mengantarkanku ke tempat di mana kapal-kapal island hopping bersandar. Sejumlah warga yang melihatku memotret kapal tergerak untuk beranjak mendekat dan menawari jasanya.

 

“Ke pulau Bang?”

“Oh, nggak, saya cuma mau motret.”

 

Mereka pun berlalu tanpa pernah memaksa. Dan aku, segera kembali tenggelam dalam aktivitas mengabadikan sudut-sudut Pantai Tanjung Kelayang.

 

Buatku, kapal-kapal ini adalah obyek foto yang menarik. Memang sih bentuknya kurang unik. Tapi, walau bagaimanapun, kapal yang ramping seperti ini lebih fotogenik dibandingkan kapal yang berukuran besar macamnya kapal feri.

 

cara pergi ke pulau-pulau kecil di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung dengan menyewa perahu nelayan setempat beserta tarif nego harganya pada Maret 2016

jenis-jenis metode pembuatan rancangan perahu tradisional warga nelayan di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung pada Maret 2016
Perahu-perahu di Pantai Tanjung Kelayang yang fotogenik itu.

 

Menyinggung perihal sudut-sudut pemotretan, aku menilai Pantai Tanjung Kelayang memiliki beragam spot foto yang fotogenik. Salah satu lokasi yang menurutku fotogenik dapat dijangkau dengan menyusuri bibir pantai selepas tempat di mana kapal-kapal island hopping bersandar.

 

Beberapa kali, perjalanan menyusuri bibir pantai ini nggak berjalan mulus. Ada kalanya, ketinggian genangan air laut yang semula sebetis berubah menjadi sepaha. Alhasil, terpaksalah aku berpindah medan ke tempat yang lebih kering. Menyibak jalan setapak di bukit serta menyusup di antara bebatuan granit.

 

Kadang aku nggak habis pikir, bagaimana bisa batu-batu granit yang segede gaban  terdampar di Pantai Tanjung Kelayang? Padahal, di Pulau Belitung kan nggak ada gunung berapinya sama sekali. Apakah mungkin di zaman purba dahulu di Pulau Belitung ini pernah ada gunung berapi? Ah, sepertinya ahli geologi yang pantas untuk menjawabnya.

 

mitos cerita mistis asal-usul terjadinya banyak jenis ukuran klasifikasi batu granit tersebar di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung pada Maret 2016
Batu granit yang sudah berkawan dengan pepohonan.

 

bentuk-bentuk unik batu granit besar di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung mirip ikan paus atau kapal selam pada Maret 2016
Yang ini batu granit besar banget mirip seperti ikan paus. #lebay

 

Buatku, batu-batu granit besar ini adalah obyek foto yang unik. Meskipun unik, tapi entah kenapa kalau diperhatikan lama-lama rasanya kurang begitu menarik. Mungkin ya karena batu-batu granit ini terasa kurang “hidup”.

 

Ah, mungkin juga ini karena caraku yang terlalu monoton untuk “menghidupkan” obyek mati. Di pantai, biasanya aku menghidupkan suasana dengan teknik foto slow speed. Tapi sayangnya, ombak di Pantai Tanjung Kelayang kurang beringas untuk dibadikan dengan slow speed.

 

Alhasil, satu-satunya perlengkapan tambahan yang terpakai saat memotret di Pantai Tanjung Kelayang  hanyalah filter CPL. Filter ND nganggur. Begitu pula dengan tripod.

 

foto pemandangan indah laut dengan batu granit besar di sudut tersembunyi yang biasa dipakai untuk pemotretan model cewek bugil telanjang dan prewedding di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung pada Maret 2016
Ah, coba ombaknya besar dan ganas. Pasti bagus di-slow speed. (Tapi bahaya buat kamera )

 

Bawa banyak perlengkapan motret tapi nggak terpakai rasanya agak gimaanaaa gitu, hahaha.  

 

Masalah Klasik di Pantai Tanjung Kelayang

Pagi bergulir menjadi siang. Matahari kian bersinar terik. Hawa pun kian bertambah panas.

 

Di suatu sudut terasing di Pantai Tanjung Kelayang itulah aku berada. Sendiri berkawan sepi. Ditemani oleh alunan sapuan ombak, hamparan putihnya pasir, dan bayang-bayang sosokmu yang sesekali hadir.

 

Langkahku pun kuputuskan berhenti sampai di sini. Sejauh mata memandang, bibir pantai masih panjang membentang. Tak ada satu pun batuan karang menjulang sebagai pembatas. Bisa-bisa kalau aku teruskan blusukan, aku bakal nyasar ke pantai lain. Mana panas pula!

 

cerita wisatawan turis asing berjalan kaki menyusuri bibir Pantai Tanjung Kelayang, Belitung yang berpasir putih indah dan menjumpai banyak tempat-tempat unik dan hal-hal menarik pada Maret 2016
Kalau serius jalan kaki sampai ujung pantai sebelah sana bener-bener selo dan kurang kerjaan!

 

kartu ucapan doa yang dibuat oleh wisatawan untuk orang yang dicintainya difoto di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung yang berpasir putih indah dengan batu granit besar pada Maret 2016
Nggak terlupa, untuk kamu yang belum ke Belitung.

 

Aku pun duduk melepas lelah di atas kerumunan batu granit di bibir pantai. Sengaja aku “nyari perkara” duduk di atas batu panas, semata-mata supaya celanaku yang basah bisa agak kering sedikit.

 

Lagipula di sepanjang bibir pantai aku nggak menjumpai bangunan yang bisa digunakan untuk berteduh dari teriknya matahari. Obyek buatan manusia yang aku lihat hanyalah kapal karam. Cukup fotogenik sih. Tapi nggak cocok sebagai tempat berteduh.

 

kisah sejarah kapal perahu yang karam dan angker di sisi bibir Pantai Tanjung Kelayang, Belitung pada Maret 2016
Kapal karam yang sepertinya sengaja dibiarkan teronggok di bibir pantai.

 

gubuk sederhana di tempat lokasi sepi Pantai Tanjung Kelayang, Belitung yang dipakai untuk pacaran seks bebas pada Maret 2016
Ada sih gubuk sederhana pas jalan ke sini tadi, tapi jaraknya agak jauh. Semoga bukan gubuk mesum ya.

 

Sambil menunggu pegal-pegal di kaki hilang dan juga celana agak kering, aku pun menikmati keindahan sudut Pantai Tanjung Kelayang yang sepi ini dengan menyapukan pandangan ke sana-sini. Benar-benar sepi. Tak ada keberadaan orang selain aku. Benar-benar serasa pantai milik sendiri.

 

Bisa jadi karena suasana yang sepi inilah pikiranku jadi “meliar” hingga ke mana-mana. Dari mulai memikirkan pertanyaan di awal artikel ini, memikirkan kamu, hingga memikirkan kenapa di tempat indah yang terasing di Pulau Belitung ini mataku MASIH MENANGKAP ADANYA SAMPAH DIBUANG SEMBARANGAN DI MANA-MANA!?

 

Terus terang masalah sampah ini bikin aku jengkel! Sampai-sampai di blog Maw Mblusuk? ini aku terbitkan artikel tentang sampah dan aku pajang sebagai sticky post di halaman utama.

 

Yang parahnya, baru di Pantai Tanjung Kelayang ini aku menangkap penampakan sampah yang nggak hanya sampah plastik, melainkan juga “sampah” yang... ... ...

 

Ah, Pembaca scroll sendiri saja deh foto-foto di bawah ini. #sedih

 

 di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung pada Maret 2016
Sampah botol plastik minuman sudah jadi pemandangan umum. Itu yang putih-putih di bawah sepertinya pembalut.

 

 di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung pada Maret 2016
Ini aku duga kuat adalah pampers bayi. Maklum, soalnya aku sendiri kan belum punya bayi.

 

 di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung pada Maret 2016
Obyek foto di atas sengaja aku buramkan. Kebangetan lah, ada orang yang ngendog di pasir tanpa ditimbun!
Di sekitar lokasi ini baunya pesing bukan main! Inikah toilet umum?

 

Aku suka blusukan. Aku suka jalan kaki. Aku suka menyusuri bibir pantai. Aku suka singgah di tempat-tempat sepi yang terkesan tak terjamah.

 

Tapi aku NGGAK SUKA LIHAT SAMPAH DIBUANG SEMBARANGAN!

 

Karena aku BUKAN ORANG YANG MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN!

 

Yang seperti ini sering bikin aku bertanya-tanya,

 

“Kenapa sih orang Indonesia suka buang sampah sembarangan?”

“Kenapa sih orang Indonesia jorok-jorok?”

 

tempat sampah yang digantung dekat lokasi parkir kendaraan pengunjung di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung pada Maret 2016

tempat sampah warna biru dari bekas drum galon yang terdapat di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung pada Maret 2016
Tempat-tempat sampah yang penuh oleh orang yang membuang sampah pada tempatnya.

 

Sebetulnya, di Pantai Tanjung Kelayang sudah disediakan banyak tempat sampah. Aku lihat dan juga aku potret. Tentu, seperti yang Pembaca amati, di setiap artikelku yang mengunjungi obyek wisata, aku nggak pernah absen memotret tempat sampah yang aku jumpai.

 

Kalau mau dicari kambing hitam, barangkali orang-orang yang membuang sampah sembarangan itu beralasan bahwasanya tempat sampah di Pantai Tanjung Kelayang hanya di kawasan keramaian yang dekat dengan lokasi parkir kendaraan.

 

Nggak bisakah mereka membawa sampahnya terlebih dahulu kemudian membuangnya di tempat sampah yang sudah disediakan? Sesulit itukah? Ataukah malas!? #emosi

 

daftar tarif harga kamar hotel berbintang bebas cowok cewek yang baru saja diresmikan dibangun letaknya dekat dengan kawasan wisata Pantai Tanjung Kelayang, Belitung pada Maret 2016
Bangunan-bangunan baru banyak didirikan. Walaupun yang ini sepertinya terbengkalai.

 

kisah profil usaha warga istri nelayan membuka kedai warung kios kelontong sederhana di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung pada Maret 2016
Kelak di kemudian hari, kedai sederhana seperti ini akan bermetamorfosis.

 

 

Haaaah....

 

Mood menulis artikel ini pun mendadak rusak karena masalah sampah yang dibuang sembarangan. Masalah klasik yang seakan menjadi ciri khas orang-orang kita tatkala berwisata.

 

Apakah kelak bila keramaian Pantai Tanjung Kelayang semakin bertambah maka sudut-sudut pantai seperti ini akan semakin kotor?

 

Sepertinya waktu yang kelak akan menjawab semuanya....


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • ELISA
    avatar 10266
    ELISA #Minggu, 30 Okt 2016, 13:52 WIB
    Kapan-kapan harus sampai Belitung nih...batu granitnya lebih besar dibandingkan Bangka...fotonya bagus sekali, langit cerah ya (Om) Wijna...:D
    hiks... aku diundang Om. :( Tapi, semoga dirimu suatu saat juga bisa mampir ke Belitung mbak. :D
  • JOHANES ANGGORO
    avatar 10274
    JOHANES ANGGORO #Senin, 31 Okt 2016, 12:19 WIB
    aku pun kalo ke pantai malah ga pernah nyentuh airnya mas XD
    masalahnya klo mau motret mau ga mau nyentuh air je XD
  • KINESIO TAPE
    avatar 10276
    KINESIO TAPE #Senin, 31 Okt 2016, 13:44 WIB
    saya sampe sekarang kalo ke pantai pasti bikin sesuatu dari pasir

    terakhir kali malah ngubur teman yang tidur wkkwk
    wedalah, jahat tenan... >.<
  • DWI SUSANTI
    avatar 10278
    DWI SUSANTI #Senin, 31 Okt 2016, 23:23 WIB
    Di usiaku yang sudah menginjak kepala berapa ini, aku belum pensiun dari pengagum
    pantai :)
    Dan langit biru, pasir, batu putih, air jernih sama perahu ituuu semoga jadi bekal mimpiku
    malam ini. huhuhuhuhu
    Hehehe, semoga nanti malam mimpinya pantai yaaaa! :D
  • NBSUSANTO
    avatar 10285
    NBSUSANTO #Kamis, 3 Nov 2016, 09:03 WIB
    uapik tenan iki mas.. tep sesuk kudu tekan kono.. wingi sempet dijak dolan belitung tapi
    isih buta tujuan dan budget.. mungkin bisa dibisikin cara mencapai beserta harganya.. :D
    Cara mencapainya naik pesawat Bro nek biayanya yo paling 3 juta sudah bisa asal ngirit di sananya hehehe.
  • ILHAM
    avatar 10303
    ILHAM #Sabtu, 5 Nov 2016, 14:39 WIB
    Agilak. Foto dokumentasinya bagus-bagus sekali. Meski yang memfoto mengaku sudah terlalu tua untuk petakhilan, tapi justru itu gambaran foto yang tertangkap nampak tenang dan meneduhkaan. Keren Bossku!!
    Makasih Bro! :D
  • YUZARSIF
    avatar 10308
    YUZARSIF #Minggu, 6 Nov 2016, 11:09 WIB
    aduh kalau liat pantai bawaannya pingin ngebolang kayak dulu lagi.
    dulu hampir tiap tahun selalu rutin ke pantai karena memang suka banget.

    rasanya begitu tenang kalau jalan-jalan ke pantai.
    Iya, di pantai memang rasanya tenang. :)
  • BERSAPEDAHAN
    avatar 10322
    BERSAPEDAHAN #Selasa, 8 Nov 2016, 21:45 WIB
    pantainya bener2 unik dan eksotis .... batu2 granit yang segede gede gaban, pasir putih ...
    air laut yang bening .... sampah2 yang berceceran .. ehhh ... sampah2 bener2 ngerusak
    pemandangan dan mood banget.
    Betul Kang, sampah emang ngerusak pemandangan.
  • DI SEKITAR
    avatar 10395
    DI SEKITAR #Senin, 21 Nov 2016, 21:43 WIB
    indah sekali, jadi kangen sama pantai.

    dulu pas kuliah ampir tiap semester rutin ke pantai, secara memang tempat favorit saya
    karena saya tidak suka naik gunung.

    gak terasa udah 2 tahun gak ke pantai karena udah sibuk kerja.

    kangen anginnya, pasirnya, ketenangannya, dll.
    Hehehe, semoga suatu saat bisa mampir ke sini ya :D
  • SIE-THI NURJANAH
    avatar 10519
    SIE-THI NURJANAH #Jum'at, 6 Jan 2017, 06:25 WIB
    Wah..wah.. perfect. Sudut fotonya dan objek yg
    dihasilkan semakin tampak keindahan pantai
    kelayang
    Iya mbak, semoga bisa ke Pantai Tanjung Kelayang ya.
  • IYOS KUSUMA
    avatar 10819
    IYOS KUSUMA #Selasa, 2 Mei 2017, 20:34 WIB
    Hmmm masuk akal ya alasannya. Saya juga
    makin tua makin ga terlalu tertarik sama
    pantai. Kalau pun iya, ga milih untuk lakuin
    aktivitas seru-seruan macam banana boat
    dll. Jauh lebih milih buat duduk atau tiduran
    santai.
    Alasan masuk akal seiring bertambahnya umur, hehehe :D
  • WISNUTRI
    avatar 10853
    WISNUTRI #Rabu, 17 Mei 2017, 15:32 WIB
    mempesona...

    tapi tetep aja ya mas, hampir semua tempat wisata masih ada aja sampah-sampah
    bertebaran. merusak pemandangan :(
    Makanya itu kalau ketemu orang yang buang sampah sembarangan ditegur ya Mas Bro. Atau nggak sampahnya dibuang ke tempat sampah. :D
  • RUROHMADOTCOM
    avatar 10897
    RUROHMADOTCOM #Jum'at, 16 Jun 2017, 10:06 WIB
    Aku jadi fokus ke sampahnya ya mas,
    menyedihkan sekali kalo kesadaran manusianya tidak mengindahkan tempat wisata yang seharusnya indah itu,
    .
    btw, tempat seeksotor pantai Tanjung Kelayang sepertinya amat memikat mata jika diabadikan dalam bingkai foto, menikmati keindahan alamnya, huu stakep lah foto2nya :D
    Hehehe, PR terbesar bangsa kita ya bagaimana cara menyadarkan orang supaya nggak buang sampah sembarangan. :)
  • ASTARI
    avatar 10907
    ASTARI #Selasa, 20 Jun 2017, 02:18 WIB
    Langit di Belitung cerah bangeeet :)
    Semoga nexttime bisa berkunjung kesini, padahal jaraknya ga jauh jauh amat dari
    Palembang ataupun Jakarta hikz.
    Aamiin. Semoga suatu saat bisa singgah ke Belitung ya mbak. :D
  • ANDI NUGRAHA
    avatar 10910
    ANDI NUGRAHA #Rabu, 21 Jun 2017, 00:39 WIB
    Pemandangannya keren banget, kalau gini sih bikin pengen ke pantai. Lagi-lagi mas Wijna
    berhasil membuatku pengen ke pantai, seperti waktu itu gowes ke pantai ngunggah
    Gunung Kidul..hehe

    Oh, ya, Mas, aku ini baru nyoba lagi komen disini, seirng sebenarnya aku jalan-jalan disini,
    dan aku juga udah mengetikan banyak komentar, tapi lagi-lagi entah kenapa selalu susah
    ketika di kirim.

    Mudah-mudahan ini bisa :)
    Alhamdulillah yang ini bisa masuk Andi. Kalau dirimu sudah nge-klik tombol kirim harusnya sih masuk.
  • PUPUTS
    avatar 10977
    PUPUTS #Sabtu, 29 Jul 2017, 08:25 WIB
    Seriusan ijo dan
    birunya cerah
    banget, enak
    dipandang2i.. Ehem..
    Btw klo ada om2
    guling2an di pasir
    dan lari2an masih
    pantes kok.. Pantes
    viral.. Viralkan