Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Rabu, 18 Mei 2016, 06:12 WIB

Ini mungkin bakal terdengar lebay alias super berlebih-lebihan. Tapi, jujur ya, rasa masakan di Ruma Makan Belitong Timpo Duluk itu memang ENAK pakai BANGET, kalau digabung jadinya ya

 

ENAK BANGET!

 

Lebay kan?

 

Enak yang terasa di lidahku ya pokoknya enak saja. Susah diungkapkan dengan kata-kata. #lebay #banget

 

Andaikata aku disuruh makan dua kali sehari selama satu bulan di sini aku mau lho! Asal dibayarin saja, gyahahaha.

 

Eh iya, aku makan memang hanya dua kali dalam sehari. Makanya, nggak pernah bisa gemuk.

 

Lokasi Ruma Makan Belitong Timpo Duluk

Ruma Makan Belitong Timpo Duluk ini beralamat di Jalan Lettu Mad Daud, di Kota Tanjung Pandan, di Kabupaten Belitung yang jelas bertempat di Pulau Belitung. Pembaca jelas sudah paham toh kalau Pulau Belitung itu salah satu pulau yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung? Jaraknya 300-an km lah dari Pulau Jawa. #jauh

 

Cara menuju Ruma Makan Belitong Timpo Duluk lumayan gampang. Dari Bundaran Batu Satam, Pembaca bisa menyusuri Jl. Veteran ke arah utara (kurang dari 1 km) sampai tiba halaman rumah makan. Letak rumah makan ini persis plek di pinggir jalan raya di dekatnya simpang empat (perempatan).

 

Peta lokasi wisatawan menuju Ruma Makan Belitong Timpo Duluk di kota Tanjung Pandan, Belitung
Katanya Google Maps sih kalau jalan kaki cuma perlu 9 menit.

 

Sebagian besar pelanggan Ruma Makan Belitong Timpo Duluk adalah para wisatawan atau pendatang yang penasaran dan kepincut dengan masakan khas Belitung (seperti aku! ). Maka dari itu, bilamana Pembaca sungguh-sungguh berniat untuk bersantap di sini, harap langsung mereservasi tempat via nomor handphone 0878 2500 6103 segera setelah Pembaca mendarat di Belitung!

 

Jelas, Pembaca JANGAN coba-coba cari perkara mampir dadakan ke Ruma Makan Belitong Timpo Duluk di jam makan malam pas musim liburan dengan perut yang sudah keroncongan! Tanggung sendiri resikonya!

 

 

Aku, Bapak, dan Ibu mampir ke Ruma Makan Belitong Timpo Duluk di hari Senin sore (7/3/2016) selepas singgah dari Pantai Tanjung Pendam. Ini sebetulnya kunjungan dadakan sih, hehehe . Bang Yudhis yang mengantar kami juga sempat cemas kalau-kalau kami nggak kebagian tempat.

 

Maklum, meskipun Senin itu bukan hari libur, tapi Rabu nanti kan ada peristiwa gerhana matahari total. Alhasil, sejak hari Senin ini Belitung mulai padat-sesak dengan wisatawan. Tentu, selama di Belitung wisatawan bakal menyasar tempat-tempat bersantap yang populer semacam Ruma Makan Belitong Timpo Duluk ini.

 

Untung kami singgah beberapa saat selepas magrib, yang mana bukan waktu yang lumrah bagi orang-orang untuk bersantap malam. Jadi, masih ada tempat kosong deh! Alhamdulillah .

 

Rumah Antik itu Bernama Simpor Bedulang

Kesan pertama yang muncul saat melihat bangunan Ruma Makan Belitong Timpo Duluk adalah kesan vintage. Itu sebabnya, rumah makan ini menempati suatu bangunan tua yang bernama Simpor Bedulang. Rumah Simpor Bedulang  ini masuk rekomendasi sebagai Rumah Tradisional Melayu Belitong sesuai ketetapan nomor 556/792/disbudpar/2011 yang dikeluarkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung.

 

Sejarah Rumah Tradisional Melayu Belitong bernama Simpor Bedulang yang difungsikan sebagai bangunan utama Ruma Makan Belitong Timpo Duluk di kota Tanjung Pandan, Belitung
Gagal motret bagus. Selain karena malam hari, ruang gerak terbatas karena jadi parkiran sepeda motor.

 

Menilik sejarahnya, Rumah Simpor Bedulang ini dahulunya adalah rumah pribadi milik pasangan Bapak Abu Zaman dan Ibu Kasma yang dibangun pada tahun 1960. Di tahun 1970 rumah ini sempat mengalami renovasi, namun tidak sampai mengubah struktur asal. Barulah pada tahun 2011 rumah ini dibeli oleh Bapak Isyak Meirobie untuk kemudian dialihfungsikan sebagai Ruma Makan Belitong Timpo Duluk.

 

Sumber:
http://m.radarbangka.co.id/berita/detail/belitong/8483/rumah-tradisional-belitung-rumah-simpor-bedulang.html

 

Aku sendiri senang dengan cara pelestarian bangunan tua yang seperti ini. Yaitu dengan cara meniupkan “ruh” baru ke dalam rumah. Buatku, bangunan tua itu ibarat “jasad”, kontainer kehidupan para makhluk yang tinggal di dalamnya. Jasad boleh tua, tapi ruh harus selalu tetap muda, agar kehidupan terus berlanjut dengan penuh semangat.

 

Iya kan Pembaca?

 

Daftar harga makanan dan minuman di Ruma Makan Belitong Timpo Duluk di kota Tanjung Pandan, Belitung pada tahun 2016
Pas masih sepi. Tapi sayangnya sudah banyak meja yang reserved.

 

Bergeser masuk ke dalam Rumah Simpor Bedulang, suasana vintage semakin terasa dengan ornamen-ornamen klasik yang dipilih sebagai penghias interior rumah. Jangankan foto jadul atau perkakas dapur tradisional, lha wong sepeda onthel saja jadi pajangan di dinding kok! Lengkap dengan keranjang besarnya pula! Bener-bener niat sekali ini dekorasinya, hahaha.

 

Dekorasi sepeda onthel tua di dinding Ruma Makan Belitong Timpo Duluk di kota Tanjung Pandan, Belitung pada tahun 2016
Melihat yang seperti ini entah kenapa jadi kepingin bersepeda di Belitung. Tapi ya pakai MTB lah!

 

Nah, itu dia! Karena Rumah Simpor Bedulang ini aslinya memang rumah tinggal sederhana yang nggak seberapa luas, maka dari itu kapasitas Ruma Makan Belitong Timpo Duluk ini menjadi terbatas, yaitu hanya bisa menampung sekitar 70 pelanggan. Selain di dalam rumah, pelanggan juga bisa bersantap di halaman belakang rumah.

 

Interior meja makan dan kursi antik yang menghiasi Ruma Makan Belitong Timpo Duluk di kota Tanjung Pandan, Belitung pada tahun 2016
Serasa bersantap di masa lalu. Buat yang pernah melewati hidup di kurun tahun 50-an atau 60-an,
pemandangan ini pasti mengingatkan pada kenangan di masa lalu.

 

Ruang makan untuk menampung banyak tamu yang ada di Ruma Makan Belitong Timpo Duluk di kota Tanjung Pandan, Belitung pada tahun 2016
Satu-satunya tempat yang bisa untuk menampung rombongan tamu dalam jumlah banyak.

 

Halaman belakang tempat bersantap pelanggan di Ruma Makan Belitong Timpo Duluk di kota Tanjung Pandan, Belitung pada tahun 2016
Yang punya kebiasaan ngudud setelah makan diposisikan di halaman belakang ini.

 

Eh, yang juga agak terbatas ya perkara tempat parkirnya sih. Terutama untuk pelanggan yang membawa mobil. Tapi, berhubung populasi mobil di Tanjung Pandan masih belum sepadat di Jakarta, jadi masalah parkir ini ya... bisa dipikir nanti-nanti sajalah . Asal yang banyak parkir bukan bus pariwisata sih menurutku masih aman pas musimnya Belitung banjir wisatawan.

 

Masakan Belitung yang Aku Bilang Enak Itu

Oke, mari kita bergeser ke sajian Ruma Makan Belitong Timpo Duluk yang aku bilang enak banget itu.

 

Jadi, aku itu sebetulnya kalau singgah di suatu tempat baru, sebisa mungkin selalu ingin merasakan masakan khas dari daerah tersebut. Apalagi masakan rumahan. Sebab, kepribadian warga setempat biasanya tercermin juga dari masakan khasnya. Eh, sekaligus juga untuk melepaskan diri dari jeratan wawasan kuliner Yogyakarta yang menurutku hanya seputar itu-itu saja.

 

Cemilan puding jagung dan keripik snack ringan yang dijual di Ruma Makan Belitong Timpo Duluk di kota Tanjung Pandan, Belitung pada tahun 2016
Sambil nunggu pesanan terhidang, boleh juga mengganjal perut pakai cemilan-cemilan ini (bayar tapi! )
Eh, itu puding jagungnya enak!

 

Awalnya, aku pikir masakan khas dari Belitung itu mirip seperti masakan khas dari daerah Sumatra Selatan yang juga terpengaruh paparan kuliner dari kuliner umum di Sumatra. Contohnya masakan yang berkuah santan plus bercita rasa pedas. Ya, seperti itulah.

 

Tapi ternyata, masakan khas Belitung itu menjadi berbeda karena turut memakai bahan-bahan lain yang menjadi ciri khas Pulau Belitung. Misalnya saja daun pohon simpor (Dillenia sp.) yang kerap digunakan sebagai pembungkus masakan.

 

Begitu pula dengan jeruk kunci yang sebetulnya hanya varian dari jeruk nipis. Ketika diolah dengan sambal, citarasa sambalnya menjadi beda rasanya dibandingkan ketika memakai jeruk nipis.

 

Inilah citarasa yang nggak mungkin bisa disubstitusi dengan bahan dari daerah lain. Ini yang membuat masakan Belitung menjadi istimewa!

 

Sumber:
http://kodzan.blogspot.co.id/2015/02/simpor-belitung.html

 

Nah, bicara tentang masakan Belitung yang istimewa, jelas nggak bisa kalau nggak menyinggung nama masakan yang satu ini. Apalagi kalau bukan,

 

GANGAN

 

Tapi entah kenapa, yang pertama kali terbayang olehku begitu mendengar kata gangan adalah ini,

 

Jual mainan harga gangan saber dx kamen rider ghost
Yon Moodo Henkei Gan Gan Seibaa! Dai Kaigan!

 

Beh! Ini mesti gara-gara aku suka nonton Tokusatsu. Tapi masih dalam skala normal kok . Pokoknya, setiap hari Minggu pagi wajib streaming-an Kamen Rider sama Super Sentai.

 

 

Balik lagi kita ke Belitung. Berdasarkan penjelasan yang tercantum dalam buku menu Ruma Makan Belitong Timpo Duluk, yang disebut sebagai gangan adalah,

 

Masakan laut khas Belitong yang dimasak dengan aneka ragam bumbu dan rempah Belitong, seperti kunyit, dll. dengan perpaduan segarnya buah nanas dan disajikan dengan istimewa di dalam buah kelapa muda segar ala Belitong Timpo Duluk.

 

Makanan khas belitung Gangan kelapa muda yang disajikan Ruma Makan Belitong Timpo Duluk di kota Tanjung Pandan, Belitung pada tahun 2016
Foto gangan kelapa muda ini meminjam fotonya mbak @tramendum.

 

Oh iya, karena disajikan di dalam buah kelapa muda, makanya varian gangan ini disebut gangan kelapa muda. Sedangkan gangan biasa ya gangan yang tanpa pakai casing kelapa muda. Paham toh?

 

Ada pula varian yang disebut sebagai gangan darat. Jelas Pembaca bisa menebak bahwa sumber protein utama dari varian gangan ini berasal dari darat. Sedangkan bahan-bahan yang umum digunakan sebagai sumber protein utama gangan adalah ayam, sapi, udang, cumi, dan ikan ketarap.

 

Baik gangan laut, gangan darat, atau gangan kelapa muda, semuanya tetap HALAL asal dibeli dengan uang halal (eh, diasumsikan proses masaknya halal ya! ).

 

Paket makanan khas belitung Dulang Set yang disajikan Ruma Makan Belitong Timpo Duluk di kota Tanjung Pandan, Belitung pada tahun 2016
Dulang set adalah pilihan ekonomis untuk merasakan sejumlah masakan Belitung.
Enak banget ya hidup warga Belitung setiap hari masakan rumahannya meriah seperti ini.

 

Waktu itu, kami memesan apa yang disebut sebagai Dulang Set. Nama Dulang Set ini perpaduan dari bahasa Belitong (dulang) dan bahasa Inggris (set). Dulang itu artinya hampir mirip dengan kata dulang dalam bahasa Jawa, yaitu makan. Jadi, dulang set ini artinya ya set menu makan. Ini istilah buatannya Ruma Makan Belitong Timpo Duluk saja sih.

 

Dulang Set andalan Ruma Makan Belitong Timpo Duluk ini terdiri dari berbagai masakan rumahan khas Belitong, yaitu:

 

  1. Gangan (bisa gangan laut atau gangan darat, sesuai permintaan pelanggan)
  2. Ayam ketumbar
  3. Sate ikan
  4. Sayur sambal ati ampela
  5. Lalapan
  6. Sambal serai.

 

Komplit toh? Dalam satu paket kita bisa mengicip berbagai jenis masakan khas Belitung dengan harga yang menurutku ekonomis bila disantap ramai-ramai.

 

Makanan khas belitung bernama Berego yang disajikan Ruma Makan Belitong Timpo Duluk di kota Tanjung Pandan, Belitung pada tahun 2016
Ini yang disebut berego. Rasa adonan tepung berasnya cenderung tawar.
Cara makannya dengan dicelup kuah santan kuning. Kalau kurang gurih, kuahnya diminum saja sekalian.

 

Sambal ati ampela yang disajikan Ruma Makan Belitong Timpo Duluk di kota Tanjung Pandan, Belitung pada tahun 2016
Kenapa ya oseng ati ampela di Jawa nggak semeriah di Belitung ini?
Menurutku, oseng ati ampela dengan kentang seperti di Jawa sini itu kurang klop je.

 

Es cincau yang disajikan Ruma Makan Belitong Timpo Duluk di kota Tanjung Pandan, Belitung pada tahun 2016
Belitung panas! Gerah! Jadinya minum es adalah pilihan yang menyegarkan.
Tapi setelah itu kebanyakan minum es malah pilek-pilek, hahaha.

 

Harga-harga menu masakan yang disajikan di Ruma Makan Belitong Timpo Duluk bisa Pembaca simak pada daftar di bawah ini. Perlu diperhatikan, daftar menu beserta harganya ini berlaku di bulan Maret 2016.

 

Makanan
Nasi Gemok Nasi empuk + ikan bulus kecil goreng + kuah santan belimbing Rp20.000
versi vegetarian Rp10.000
Berego Tepung beras putih dibentuk mie melingkar dimakan pakai kuah santan ikan Rp20.000
versi vegetarian Rp10.000
Udang Tepong Sambal Lumpang Udang goreng tepung dilumuri sambal lumpang (semacam sambal uleg) Rp30.000
Cumi Ketumbar   Rp15.000
Ayam Ketumbar   Rp28.000
Cumi Goreng Sambal Lumpang   Rp27.000
Timpe/Tahu Sambal Lumpang   Rp10.000
Paket Ayam Goreng Sambal Lumpang   Rp30.000
Ayam Bungkus Simpor Masakan ayam dibungkus daun simpor Rp28.000
Ikan Bungkus Simpor Pilihan ikan tenggiri atau ikan kembung Rp27.000
Tahu Bungkus Simpor   Rp10.000
Paket Ayam Bakar Timpo Duluk   Rp30.000
Iga Bakar Timpo Duluk   Rp40.000
Gangan Kelapa Muda Seperti yang aku jelaskan di atas Rp45.000 (porsi 2 orang)
Gangan Kelapa Muda Vegetarian tahu + tempe + telur puyuh (?) + jamur Rp25.000 (porsi 2 orang)
Dulang Set Seperti yang aku jelaskan di atas Rp135.000 (porsi 2 orang)
Rp240.000 (porsi 4 orang)
Gangan Darat   Rp35.000
Gangan Darat Vegetarian   Rp15.000
Pindang Belitong Laut Mirip pindang Sumatra Selatan tapi berkuah kuning Rp35.000
Pindang Belitong Iga   Rp40.000
Pindang Belitong Vegetarian   Rp15.000
Sayur Asam Baguk Baguk = melinjo Rp15.000
Nasi Putih Porsi bakul Rp6.000
Sop Iga Sapi   Rp33.000
Sambal Serai   Rp10.000
Timpe/Tahu Bakar Belitong Timpo Duluk Isi 3 Rp8.000
Timpe/Tahu Guring Belitong Timpo Duluk Isi 3 Rp8.000
Utak-utak Bakar Minimum pesan 5 buah Rp4.000 per buah
Ikan Bebulus   Rp16.000
Kangkong   Rp10.000
Oseng-osengan Ampela   Rp20.000
Sate Ikan   Rp17.000

 

Minuman
Kupi O kopi hitam Rp 5.000
Kupi Susu Belitong   Rp 8.000
Te Susu Belitong   Rp8.000
Es Jerok Belitong   Rp10.000
Te Manis (hangat/es)   Rp5.000
Te Tawar (hangat/es)   Rp3.000
Aik Mineral   Rp5.000
Es Cincau   Rp8.000
Lemon Tea   Rp12.000
Sari Buah Jus buah Rp12.000 – Rp18.000

 

Oh iya, harga-harga di atas belum termasuk pajak pertambahan nilai sebesar 10% lho! Bilamana bersantap berdua, bawa bekal uang Rp100.000 sudah jaminan bisa makan enak lah.

 

Melestarikan Budaya Belitung

Menurutku, Ruma Makan Belitong Timpo Duluk ini bisa dibilang membanggakan karena berusaha untuk melestarikan budaya Belitung, baik itu bangunannya dan juga kulinernya, supaya generasi muda sekarang dan di masa yang akan datang tetap tahu identitas Belitung.

 

Semoga, tempat-tempat semacam ini terus bermunculan di penjuru Indonesia agar kita nggak melupakan budaya kita sendiri. Eh, nggak terbatas hanya untuk kuliner saja lho ya!

 

 

Jadi, semisal Pembaca mampir ke Pulau Belitung (lebih tepatnya ke Kota Tanjung Pandan) dan ingin memanjakan perut dengan masakan rumahan khas Belitung tapi nggak punya kenalan warga Belitung (kalau punya kenalan kan bisa numpang makan gratis ), silakan mencoba merapat ke Ruma Makan Belitong Timpo Duluk ini!

 

Ini salah satu hal yang bikin aku berpikir kalau aku bisa hidup nyaman di Belitung. Kenapa? Soalnya masakan rumahannya enak-enak! Semoga Pembaca juga jadi paham jangan hanya makan masakan Padang thok pas keluyuran di Belitung.

 

Kalau Pembaca punya masakan andalan rumahan apa? Siapa tahu besok-besok aku blusukan ke dapur rumahnya Pembaca. Numpang makan gratis maksudnya, hahaha.


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • SUBRATA
    avatar komentator ke-0
    SUBRATA #Minggu, 14 Jul 2019, 13:01 WIB
    Terimakasih sudah mengulas citra rasa masakan yang khas Belitung. Modelnya sama,
    namun perbedaan itu ada di sumber-sumber racikan hasil rekayasa kearifan lokal.
  • ELLIM
    avatar komentator ke-1
    ELLIM #Kamis, 13 Apr 2017, 11:22 WIB
    Wah masa sama gitu harganya? Padalah biasanya kopi lebih mahal lho dari air mineral?
    Air mineral dalam kemasan stoknya terbatas sepertinya.
  • CARA SANTRI
    avatar komentator ke-2
    CARA SANTRI #Selasa, 1 Nov 2016, 14:41 WIB
    Terima kasih banyak informasinya. Saya pengen banget ke tempat itu.
    Sama-sama. Terima kasih juga sudah berkunjung. Semoga bisa segera ke sana ya. :)
  • SHIDDIEQ KUYA HEJO
    avatar komentator ke-3
    SHIDDIEQ KUYA HEJO #Senin, 10 Okt 2016, 18:57 WIB
    Keliatannya sih biasa aja makanannya.. tapi ga tau kenapa nih air liur pada keluar semua -_-
    Waduh... jangan sampai bikin basah keyboard lhooo. :p
  • RAGILYOGA
    avatar komentator ke-4
    RAGILYOGA #Rabu, 31 Ags 2016, 23:39 WIB
    Waah sangat bermanfaat infonya kawan..
    Btw, itu contoh dulang set untuk berapa orang kawan yang di atas? 2 apa 4?
    Bisa untuk 4 orang Bro.
  • ILMU ROZIKIN
    avatar komentator ke-5
    ILMU ROZIKIN #Rabu, 17 Ags 2016, 10:52 WIB
    Info bagus nih. Kayaknya kalau saya besok mampir ke Belitung bakalan mampir deh ke rumah makan ini.
    Hihihi, ditunggu kunjungannya ke Ruma Makan Belitong Timpo Duluk. :D
  • FACHMI
    avatar komentator ke-6
    FACHMI #Jumat, 24 Jun 2016, 17:21 WIB
    Saya seminggu tugas kantor ke Babel kangen sambel trasi. :(
    Di Babel jarang ada sambal terasi ya?
  • FANNY FRISTHIKA NILA
    avatar komentator ke-7
    FANNY FRISTHIKA NILA #Jumat, 3 Jun 2016, 23:28 WIB
    Iiihh, kenapa pas outing tahun lalu ke Belitung, kantorku gak ke sini yaaa.. keliatan enak banget padahal..

    Tapi memang Mas, makanan di Belitung mah enak-enak ^o^.. tempat-tempat makan yang kita datangin tahun lalu juga enak semuanya.. kebanyakan seafood tapi..
    Weh, sayang banget nggak ke sini Mbak. Tapi, kalau buat menampung ratusan orang kayaknya ya tempatnya kurang cukup juga sih.

    Kalau yang restoran seafood yang Mbak datengin itu mungkin Restoran Fega atau Sei Enam Mbak?
  • PRASETYO
    avatar komentator ke-8
    PRASETYO #Senin, 30 Mei 2016, 22:57 WIB
    Jadi laper nih tengah malam baca ceritanya Mas.... Menunya (lumayan) murah meriah membahana deh, hahaha.
    Yang jelas rasanya mantap! :D
  • KRESNOADI DH
    avatar komentator ke-9
    KRESNOADI DH #Senin, 23 Mei 2016, 00:05 WIB
    Kenapa ya daripada gangannya aku lebih ngiler ngebayangin ati ampelanya. Muahahah.
    Mana jam segini pula. :9/
    Hahaha, ati ampela emang enak. :D
  • ANGKI
    avatar komentator ke-10
    ANGKI #Sabtu, 21 Mei 2016, 19:36 WIB
    Wah lengkap Mas... lama-lama pasti nongol di tipi Mas hehe.... wah bisa-bisa nie Mas... sapa tau bisa jalan mpe sana ternyata di sana hits nya nasi Padang ya Mas...

    Kalo di mari ini bisa jadi menu lainnya mantap Mas... menggoda euuyy fotonya pedes bikin ngilerrrr... sambalnya bikin nelen ludah, hehehe.
    Mumpung bisa dolan sampai Belitung Ngki. :D
  • MASGENSET
    avatar komentator ke-11
    MASGENSET #Kamis, 19 Mei 2016, 22:04 WIB
    Wah mantep nih, liburan abis lebaran mau ke Belitung bisa dijadikan destinasi kuliner.
    Hihihi, selamat berwisata kuliner di Belitung. :D
  • TOTOK
    avatar komentator ke-12
    TOTOK #Kamis, 19 Mei 2016, 17:59 WIB
    Jadi ngiler ....

    Btw, kok tumben agak kurang fokus Mas foto-fotonya ... apa karena low light?
    Hahaha, iya karena low light sama nggak bisa konsentrasi karena sudah kelaparan. :D
  • BASELO
    avatar komentator ke-13
    BASELO #Kamis, 19 Mei 2016, 09:16 WIB
    Dalam hal minuman, kopi dan air mineral harganya kok sama ya? Hmmm...
    Mungkin karena kopi dan air mineralnya sama-sama diimpor dari luar Belitung? :D