Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Rabu, 29 Oktober 2014, 09:09 WIB

Etika Berwisata Peninggalan Bersejarah

  1. Jangan buang sampah sembarangan!
  2. Jangan merusak peninggalan bersejarah! Kalau bisa batasi kontak fisik ke benda tersebut!
  3. Baca informasi sejarahnya. Kalau perlu difoto dan dibaca lagi di rumah.
  4. Patuhi peraturan yang berlaku!
  5. Jaga sikap dan sopan-santun!
  6. Jangan hanya foto-foto selfie thok!
  7. Kalau tempat wisatanya sudah ramai, jangan ke sana!

Lebih lanjut, silakan simak artikel ini.

Nggak tahu kenapa, kayaknya pelepasan ribuan lampion ke udara adalah agenda Dieng Cultural Festival 2014 yang paling dinanti-nanti. Mungkin karena unik sekaligus romantis ya? Hahaha. Yang jelas, kemeriahan pelepasan lampion itu juga diwarnai oleh semarak kembang api yang bersahut-sahutan di gelapnya langit. Kebayang kan gimana sensasinya?

 

Hari Sabtu sore (30/8/2014), kami berenam baru selesai observasi kompleks Candi Arjuna saat azan magrib berkumandang. Karena masjid di kompleks Candi Arjuna rame banget, Dhe ngajak balik dulu ke homestay buat salat Magrib. Lagipula, goodie bag Dieng Culture Festival 2014 yang isinya lampion dan jagung bakar juga masih di homestay.

 

Kompleks Candi Arjuna di Sore hari saat Dieng Culture Festival 2014
Kompleks Candi Arjuna yang tertutup karena mau dipakai untuk ritual ruwatan besok.

 

Sekitar jam 19.30 WIB, kami berenam balik lagi ke lapangan kompleks Candi Arjuna. Tapi berhubung laper, kami mampir dulu makan bakso yang per porsinya Rp10.000. Maklum, hari ini kan baru makan sekali. Kami juga sempat berkonsolidasi dengan Ibu pemilik kios suvenir, supaya di Dieng ini bala kurawa-nya makin banyak, hahahay.

 

“Mas Mbak, itu lampionnya sudah mulai terbang lho!”, ujar si Ibu mengingatkan kami.

 

Menerbangkan lampion berwarna merah di acara Dieng Culture Festival 2014
Wedala... kok sudah pada mulai?

 

Welah modyar! Kok ya menerbangkan lampionnya nggak nunggu kami selesai makan bakso dulu? #siapa.elu? Apa boleh dikata, kami cepat-cepat melesat menuju lapangan untuk menerbangkan lampion. Di tengah huru-hara itu, yang ada di dekatku hanya Dhe dan Wika. Sedangkan tiga yang lain entah di mana keberadaannya.

 

Pas sampai di lapangan jelas bingung lah. Ini lampion gimana cara menerbangkannya ya? Terus apa diterbangkan dari satu titik khusus atau gimana? Nunggu beberapa saat... kok sama sekali nggak ada arahan dari panitia. Alhasil, satu-satunya cara adalah dengan mengamati pengunjung lain yang sudah berhasil menerbangkan lampion. Okelah, learning by watching.

 

Gadis cantik menyulut api pada lampion di Dieng Culture Festival 2014
Ooo... caranya gitu toh mbak? Ya ya ya... #gagalfokus

 

Kalau menurutku itu yang harus dilakukan untuk bisa menerbangkan lampion adalah sebagai berikut.

 

  1. Siapkan senter dan alat pemantik api.
  2. Minimal pelakunya dua orang. Satu orang memegang lampion. Satunya lagi menyulut api ke parafin.
  3. Parafin butuh waktu lama supaya bisa terbakar. Jadi, jaga lampion dari terpaan angin.
  4. Begitu parafin mulai terbakar segera kembangkan rongga lampion.
  5. Tunggu sekitar 1 menit sampai lampion benar-benar menggembung sebelum dilepas ke udara.
  6. Pas melepas lampion jangan dilempar! Bahaya!
  7. Siap-siap menangkap lampion kalau mendadak jatuh. Kalau kena pengunjung lain kan bahaya.

 

Lampion yang terbakar di Dieng Culture Festival 2014
Oh iya, megangnya hati-hati biar lampionnya nggak kebakar. Itu udah gosong .

 

Sedangkan untuk memotret pelepasan lampion-lampion ini aku mengatur Nikon D80 ke mode manual (M). Setting yang aku pakai ISO 1.600, f/4, dan 1/20 detik. Selalu itu dan nggak pernah aku ganti-ganti sampai acara selesai. Hasilnya, ya seperti foto-foto di bawah ini nih.

 

Pasangan yang sedang berpacaran menerbangkan lampion di Dieng Culture Festival 2014

Ekspresi cewek-cewek senang saat menerbangkan lampion pada acara Dieng Culture Festival 2014 di Banjarnegara, Jawa Tengah

Lampion persembahan untuk orangtua yang diterbangkan salah satu pengunjung Dieng Culture Festival 2014
I also love my mama

 

Seperti judul artikel ini. Beberapa saat sebelum pelepasan lampion berakhir, panitia menggelar pesta kembang api. Waooow keren! Top banget deh buat panitia untuk momen yang satu ini! Semua pengunjung terlihat happy semua.

 

Pentas kembang api di Dieng Culture Festival 2014
Spektakuler! We want more!!! Kyaaa!

 

Euforia kegembiraan menyaksikan lampion terbang di acara Dieng Culture Festival 2014
Dua kawan yang juga happy sambil kedinginan itu.

 

Selesai dengan pelepasan lampion dan pesta kembang api, saatnya agenda berlanjut ke acara bakar-bakar jagung dan nonton pagelaran Jazzatasawan. Lagi-lagi kami juga sempat kebingungan karena nggak tahu apa yang mesti dilakukan kalau tidak meniru pengunjung lain, hahaha.

 

Bakar jagung bakar sambil menerbangkan lampion di acara Dieng Culture Festival 2014
Birapun jagungnya nggak dikasih bumbu, karena laper ya sikat bleh!

 

Sedikit saran dariku buat panitia supaya di Dieng Culture Festival berikutnya bisa lebih banyak memberi arahan kepada pengunjung. Pakai pengeras suara juga boleh. Ini supaya di lokasi acara pengunjung nggak pada bingung dan juga untuk mengendalikan kondisi di lapangan. Sebab, umumnya orang Indonesia itu agak susah tertib kalau sudah berkerumun. Hehehe.

 

Pementasan Jazzatasawan di Dieng Culture Festival 2014
Cuma njepret sekali, habis itu pulang. Dingin bok!

 

Kami cuma melongok Jazzatasawan barang sebentar, karena mikirnya besok Minggu harus sudah bangun sepagi supaya bisa lihat sunrise dari bukit Sikunir. Sekitar jam 23.00 WIB kami sampai di homestay dan ternyata Irfan, Sam, dan Unda sudah meringkuk di balik selimutnya masing-masing. Wealah...

 

Pembaca apa pernah melihat acara pelepasan lampion ya? Gimana menurut pembaca kalau acara pelepasan lampion ini diperbanyak? Eh, tapi lampion-lampion yang terbang itu bakal jatuh di mana ya? Jadi sampah dong?


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • N. FIRMANSYAH
    avatar 6611
    N. FIRMANSYAH #Rabu, 29 Okt 2014, 12:14 WIB
    Keren banget foto-fotonya, apalagi yang megang lampion sama jagung bakarnya yang bikin ngiler. Haduh.
    Dirimu mesti juga gagalfokus... >.<
  • FERDIAN
    avatar 6614
    FERDIAN #Rabu, 29 Okt 2014, 16:22 WIB
    Mau nyoba ah bikin lampion dirumah haha
    Weh, kalau diterbangin di dalam rumah bisa kebakaran ntar >.<
  • HENDRONRKHLS
    avatar 6615
    HENDRONRKHLS #Kamis, 30 Okt 2014, 08:49 WIB
    itu nanti klo parafinnya sudah habis turun sendiri ya, nyampah dimana-mana dong
    Iya, jatoh kayak kotoran burung gitu. Kalau kena kepala orang ya lumayan, hahaha :D
  • FADLY INDRAWIJAYA
    avatar 6617
    FADLY INDRAWIJAYA #Jum'at, 31 Okt 2014, 15:55 WIB
    Saya belum pernah liat mas, apalagi kalau banyak gitu pasti seru. Kunjungan perdanaku di
    blog ini mas, salam kenal. Keren2 fotonya
    Semoga-moga dirimu suatu saat nanti juga bisa melihat pelepasan lampion yang kayak gini ya Bro, walau nggak mesti di Dieng, hehehe.
  • ANNOSMILE
    avatar 6618
    ANNOSMILE #Jum'at, 31 Okt 2014, 18:04 WIB
    waah sudah lama ga nonton pelepasan ratusan lampion..
    hehe..mirip ketika Perayaan Tri Suci Waisak ya.. :D
    Iya No, mirip sama yang di Borobudur itu. Kayaknya acara kayak ginian lagi nge-hits buat anak muda.
  • JAUHARI
    avatar 6620
    JAUHARI #Jum'at, 31 Okt 2014, 22:27 WIB
    mungkin bakalan banyak event2 lampion seperti ini ... keren
    seru juga menerbangkannya .. tapi kayknya mesti hati2 ya ... jadi kepengen nyoba ..
    Iya Om, ini event nerbangin lampion kayak lagi nge-hits gitu. Biar aman mending diterbangin di lapangan terbuka, jadi semisal tiba-tiba lampionnya jatuh ya resikonya kecil.
  • DITTER
    avatar 6621
    DITTER #Sabtu, 1 Nov 2014, 11:26 WIB
    Saya khawatir lampionnya jadi sampah....

    Tapi memang kayaknya asyik banget acaranya ya. Bener-bener party. Apalagi kalau bisa dilewatkan bareng kekasih. Ahaaaay.....
    Nah itu Bro, saya juga penasaran, di mana itu jejak-jejak lampion yang berserakan.

    Ya nggak mesti sama kekasih juga sih (kasihan yg jomblo :p). Pokoknya ada temennya aja. Kan klo dingin ada yg bisa dipeluk... #eh?
  • HILDA IKKA
    avatar 6625
    HILDA IKKA #Minggu, 2 Nov 2014, 13:32 WIB
    Huaaaa... kece-kece fotonya. Oh WOW XD
    Keren banget goodie bag nya dapet lampion. Belom pernah tau perayaan yang goodie
    bagnya segitu heboh dan ada pelepasan bareng. Lebih eksklusif daripada sekadar
    menerbangkan balon ya :D
    Harga tiketnya kan lumayan mahal mbak, jadi maklum kalau isi goodie bag bisa dipertanggung-jawabkan, hahaha. Itu juga termasuk batik, dan kaos lho (untuk tiket VIP dan VVIP).
  • ANGKI
    avatar 6627
    ANGKI #Minggu, 2 Nov 2014, 13:55 WIB
    wah kapan yah bisa mampir di acara ini, semoga aja bisa ikutan jepret tuh lampion terbang
    kayaknya seru tuh mas mantap tahun depan moga kesampean dah ^-^
    Acaranya kan di bulan Juli-Agustus gitu Ngki. Jadi pas di bulan2 itu pantening akun twitternya @festivaldieng aja
  • CADERABDULPACKER.COM
    avatar 6628
    CADERABDULPACKER.COM #Minggu, 2 Nov 2014, 17:44 WIB
    sukaaa ama atraksi pelepasan lampionnya...langitnya malam itu jadi indah
    Kalau dilepaskannya serempak gitu mestinya lebih indah Bro.
  • GUGUMM
    avatar 6631
    GUGUMM #Senin, 3 Nov 2014, 11:06 WIB
    wah sayang gue ga bisa ikut ke acara Dieng Culture Festival 2014, keren mas bro foto2nya..
    Makasih mas Bro. Semoga suatu saat dirimu bisa merasakan suasana pelepasan lampion kayak gini, walaupun bukan di Dieng, hehehe.
  • ANDIKA HERMAWAN
    avatar 6636
    ANDIKA HERMAWAN #Senin, 3 Nov 2014, 21:17 WIB
    eh bahan bakarnya pakai parafin ya mas?
    kalau lampion lokal masyarakat sana biasa pakai lemak sapi untuk bahan bakar jadi inget
    dulu bikin lampion buat tanda perpisahan dari warga ke anak2 KKN huehehe
    Hah? Saya baru tahu malah lampion bahan bakarnya dari lemak sapi? Beneran kah itu? Ada langkah-langkah yang bisa saya contoh nggak? Siapa tahu bisa saya jajal di rumah sini, hahaha.
  • ANDIKA HERMAWAN
    avatar 6644
    ANDIKA HERMAWAN #Selasa, 4 Nov 2014, 11:31 WIB
    hahaha beneran mas, lemak sapinya dicairin dulu, terus potongan gombal yang dipakai
    buat bikin api di lampion direndem dulu di minyak lemak itu semalaman, cm aku lupa
    dulu dikasih bahan campuran lain apa enggak, aku inget banget dl soalnya yang dapet
    jatah ke pasar buat nyari lemak sapi -_-"
    Woooh... gitu toh caranya. Lha terus lampionnya dari kertas juga atau plastik?
  • @BANGSAID
    avatar 6647
    @BANGSAID #Rabu, 5 Nov 2014, 10:36 WIB
    Aku baru tau ada festival lampion kayak gini di Dieng... sangat menarik. Tahun depan pengen ikutan ahhhh :-D
    Monggo Mas tapi harap dijalani dengan penuh kesabaran, hahaha :D
  • RIZKA
    avatar 6654
    RIZKA #Kamis, 6 Nov 2014, 07:12 WIB
    pertama berkunjung ke sini
    wuah blognya kece badai, fotonya juga bagus-bagus.
    btw aku dari dulu emang mupeng ke Dieng Culture Festival karena liat foto-fotonya yang bagus. Tapi sampai sekarang hanya mupeng saja. aahhh lampionnya bagus banget
    Ayo mbak suatu saat disempatkan main ke Dieng. Kemarin di Dieng juga ketemu rombongan cewek dari Univ Advent Bandung.
  • ANDIKA HERMAWAN
    avatar 6657
    ANDIKA HERMAWAN #Kamis, 6 Nov 2014, 20:26 WIB
    Lampoinnya dari kertas kok mas bahannya, yang di
    DCF dari plastik kah?
    Lha yang di DCF ini dari kertas juga. Makanya gampang kebakar. Buatan Cina pula. Berarti modalnya bikinnya cuma kertas sama lem doang ya..
  • GIZI IBU HAMIL
    avatar 6686
    GIZI IBU HAMIL #Selasa, 11 Nov 2014, 12:17 WIB
    wih ada lampionnya :D
    Keren kan? :D
  • 21INCHS
    avatar 6690
    21INCHS #Selasa, 11 Nov 2014, 16:52 WIB
    wealah emang keren sekali lampion terbang di malam hari dgn membawa cahaya, pemfotoannya juga keren bisa menangkap efek cahaya lampion tanpa menjadi silau..

    saya yg bingung itu ntarnya gimana ya itu lampion yg terbang, jatuhnya dimana? dan apa tidak takut nantinya jatuh ke atap rumah orang dan menyebabkan kebakaran?
    Nah itu dia! Pasti nanti kalau jatuh akhirnya ya jadi sampah. Tapi entah di mana ya jatuhnya. Semoga bukan di rumah warga saja.
  • ALID ABDUL
    avatar 6710
    ALID ABDUL #Senin, 17 Nov 2014, 12:32 WIB
    aaakkkkkk pengen banget liat seremoni pelepasan lampion begini,,,
    tapi jadi mikir ratusan lampion yg sudah terbang itu mendarat di mana ya? apa nyampah begitu saja?
    Memang jadi sampah Bro. Tapi begitu nggak tau di mana itu lokasi sampahnya, hehehe.