Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Sabtu, 30 November 2013, 06:01 WIB

Kisah empat hari tiga malam ini berawal pada suatu senja di bulan Juli tahun 2012. Waktu itu Radit sedang main ke rumah. Dia bilang kalau dia baru punya kartu kredit. Salah satu alasannya punya kartu kredit adalah untuk berburu tiket promo pesawat.

 

Berhubung komputerku tersambung internet selama 24 jam (kalau Telkom dan PLN kompak ), jadilah malam itu kami melewatkan waktu beburu tiket murah. Kami itu sebenarnya sudah sering bertualang ke mana-mana sejak masih muda dulu. Tapi baru kali ini kami berdua berencana bertualang naik pesawat. Maklum, dulu kan kantong kami masih kempes (padahal sekarang juga masih kempes ).

 

trik berburu tiket pesawat promo air asia murah ke bali
Now everyone can fly kalau punya duit...

 

Radit bilang kalau dia seumur-umur belum pernah pergi ke Bali. Jadilah kami menetapkan tujuan untuk pergi ke Bali dan didapatlah tiket promo Air Asia ke Bali seharga Rp159.500 per orang sudah termasuk pajak. Beruntung pula, Garuda Indonesia waktu itu juga sedang promo dan kami peroleh lagi tiket pulang ke Jogja Rp235.000 per orang sudah termasuk pajak.

 

Berhubung tiket promo itu jadwal keberangkatannya di tahun 2013, kami memutuskan berangkat ke Bali pada tanggal 4 April 2013. Sebab, dari kalender yang aku baca, hari itu bertepatan dengan minggu Galungan. Untuk lebih tahu mengenai hari Galungan silakan klik tautan ini.

 

Aku sih penasaran dengan perayaan Galungan serta Kuningan. Katanya di mana-mana banyak yang menggelar piggie party ya? Hahaha.

 

Radit sih nggak punya tujuan khusus. Baginya asal sudah ke Kuta, Tanah Lot, dan Joger itu sudah cukup. Jadilah aku yang merancang agenda selama di Bali, dan sudah jelas kalau aku yang dipasrahi tugas pastilah air terjun jadi obyek sasaran. Hehehe.

 

#1, Hari Pertama

Hari demi hari berlalu dan tibalah bulan April tahun 2013. Pagi buta di hari Kamis kami berangkat melajang menuju Bali dari Bandara Adisutjipto. Kenapa aku sebut melajang karena pada waktu itu kami masih lajang dan perginya hanya berdua, hahaha.

 

Pukul 8 pagi waktu Indonesia tengah kami sampai dengan selamat di Bandara Ngurah Rai, Bali. Begitu keluar dari gedung bandara kami langsung disambut oleh cuaca Bali yang luar biasa panas! Beh! Apalagi aku memutuskan untuk berjalan kaki sampai ke gerbang masuk bandara yang berbatasan dengan jalan raya. Kurang kerjaan sekali!

 

Trotoar pejalan kaki di kota Denpasar Bali
Trotoarnya sempit dan banyak pohon tumbuh di tengah trotoar. Ini maksudnya harus lebih bersabar ya?

 

Ternyata, jarak dari gedung bandara sampai ke gerbang masuknya itu lumayan jauh. Mungkin ada sekitar 1,5 km dan itu berpanas-panas ria. Yang disayangkan adalah area pejalan kakinya sempit sekali dan tidak rindang. Kalaupun ada pohon perindang, posisinya dengan trotoar ngawur. Padahal bandara Ngurah Rai ini kan bandara internasional walaupun ya sebagian besar lokasi sedang dibangun ulang. Intinya, kalau tidak siap fisik jangan coba-coba deh jalan kaki seperti kami!

 

Kami sempat putus asa ketika polisi lalu lintas mengabarkan kalau tidak ada angkutan umum dari bandara yang menuju Jl. Legian. Selang beberapa saat, datanglah angkot yang menawarkan kami untuk naik. Ternyata angkot itu rutenya lewat Jl. Raya Tuban – Jl. Raya Kuta sampai Pasar Kuta. Jadilah kami naik angkot itu, nanti turun di Pasar Kuta dan jalan kaki ke Jl. Legian. Tarif angkotnya itu Rp5.000 per orang. Tapi kok aku curiga, mahal banget nggak sih?

 

Tarif rute (trayek) angkutan umum di kota Denpasar Bali
Naik angkot biar lebih merakyat (padahal pingin ngirit).

 

Kami menginap di kawasan Jl. Legian tepatnya di Losmen Arthawan yang katanya susah banget dapat kamar kosong pas musim liburan. Setelah menyewa sepeda motor kami pun berangkat menuju obyek wisata Danau Batur untuk “pemanasan” kegiatan berburu foto. Sayangnya kami dapat pengalaman yang tidak mengenakkan selama di Kintamani. Kapok nggak ya ke sana lagi?

 

#2, Hari Kedua

Hari Jum'at pagi kami bergegas menuju Air Terjun Sekumpul. Lewatnya ya Bedugul. Pikir kami, karena jaraknya hanya sekitar 15 km dari Bedugul jadi ya bisa lah dapat kesempatan salat Jum'at di Bedugul sepulang dari air terjun. Eeee, ternyata karena medan jalan ke Air Terjun Sekumpul itu rusaknya bukan main ditambah dengan guyuran hujan, kami baru sampai lagi di Bedugul setelah lewat waktu salat Jum'at. Haduuuh, berdosa ini...

 

Lokasi masjid di Bali
Di puncak gunung di Bali berdiri masjid, di kota besarnya malah jarang ada.

 

Mumpung di Bedugul, seusai salat Zuhur dan makan siang dirangkap pagi, kami menyempatkan berkunjung sejenak di Pura Ulun Danu Bratan yang fotonya ada di lembaran uang Rp50.000 itu. Kunjungan di Pura Ulun Danu Bratan bertepatan dengan habisnya baterai kameraku. Alhasil, hari itu seusai dari Bedugul kami ke Tanah Lot dan aku tidak motret. Biarlah Radit saja yang motret, hehehe.

 

#3, Hari Ketiga

Hari Sabtu pagi kami telat bangun untuk bisa memotret matahari terbit di Pantai Sanur. Kami juga janjian dengan Ervan yang rumahnya pernah aku jajah sewaktu masih unyu-unyu. Berhubung Sabtu Ervan libur, jadilah kami bertiga jalan-jalan dengan mobilnya Ervan ke Air Terjun Tegenungan, Goa Gajah, Pura Gunung Kawi, dan Pura Uluwatu.

 

Petualangan tiga lajang ke Bali
Yang dua di samping kiriku sudah tidak lagi lajang.

 

Pura Uluwatu Bali
Tebing di Uluwatu mengingatkanku pada traumaku di Pantai Bekah.

 

Pura Uluwatu Bali
Yang membuat Bali terasa berbeda mungkin karena budaya mereka yang berbeda dari yang ada di pulau Jawa.

 

Pura Uluwatu Bali
Satu lagi, harap berhati-hati dengan DSLR yang pembaca bawa ketika berjumpa dengan makhluk satu ini.

 

#4, Hari Keempat

Malam terakhir di Bali kami lewatkan dengan bermalam di rumah Ervan. Selain akomodasi, kami juga dapat konsumsi cuma-cuma dari ibunya Ervan. Untuk konsumsi sebenarnya sih nggak sulit kok menemukan makanan halal di Bali. Karena dimana-mana pasti ada yang namanya tempe dan tahu penyet.

 

Tempat makan di Bali yang halal dan murah
Tempat makan di Bali yang halal dan murah
Lokasi tidur kami tidak banyak berubah (atas tahun 2009 dan bawah tahun 2013).

 

Tempat makan di Bali yang halal dan murah
Makan ngirit ala anak kos-kosan walau harganya ya lebih mahal dari di Jogja.

 

Hari Minggu sebelum kami bertolak kembali ke Jogja, Ervan mengajak kami muter-muter Bali lagi untuk mencari oleh-oleh dan mengunjungi tempat-tempat di kawasan Bali selatan semacam Nusa Dua. Yang aku masih penasaran itu kawasan Bali bagian barat. Katanya di sana hutan semua ya? Aku juga belum kesampaian ke Singaraja. Semoga kalau aku ke Bali lagi bisa berkunjung ke tempat-tempat yang aku sebutkan itu dan juga ke air terjun yang lain, hahaha.

 

Selama di Bali aku juga membuat banyak “kekacauan”, hahaha . Seringnya dengan sikapku yang mendadak jadi jutek. Lalu saat motret, aku merasa nggak nyaman aja kalau motret diikutin Radit terus ke mana-mana, jadi terasa nggak bebas gitu. Yah, aku harusnya lebih bisa menjaga sikap selama terpisah jauh dari bumi Mataram. Halah, malah curhat...

 

Tempat makan di Bali yang halal dan murah
Maaf ya Dit, aku merasa diikuti...

 

Berhubung aku juga merangkap jabatan sebagai bendahara, berikut ini adalah daftar pengeluaran kami yang sempat aku catat. Siapa tahu Pembaca keuangannya mepet tapi pingin jalan-jalan ke Bali, hehehe.

 

Pesawat Air Asia Jogja-Denpasar Rp159.500 per orang
Pesawat Garuda Indonesia Denpasar-Jogja Rp235.000 per orang
Airport Tax Bandara Adisutjipto Jogja Rp35.000 per orang
Losmen Arthawan Rp50.000 per orang/malam
Sewa Sepeda Motor Rp50.000 per hari
Parkir Motor di Dermaga Kedisan Danau Batur Rp2.000
Parkir Motor di Pantai Kuta Rp2.000
Makan Malam Penyetan Lamongan Rp11.000 per porsi
Parkir Motor di Air Terjun Sekumpul Rp2.000
Makan Siang di Bedugul Rp17.000 per porsi
Tiket Masuk Pura Ulun Danu Bratan Rp10.000 per orang
Tiket Masuk Pura Tanah Lot Rp11.000 per orang
Makan Malam Nasi Tumpang Rp15.000 per porsi
Parkir Motor di Pantai Sanur Rp2.000
Tiket Masuk Air Terjun Tegenungan Rp5.000 per orang
Tiket Masuk Pura Goa Gajah Rp15.000 per orang
Tiket Masuk Pura Gunung Kawi Rp15.000 per orang
Tiket Masuk Pura Uluwatu Rp15.000 per orang

 

Sekian dulu ya pembaca kilas balik tentang petualangan ke Bali yang aku lakukan di bulan April 2013. Sampai berjumpa di petualangan berikutnya! Terima kasih sudah membaca sampai sini!


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • ELISA
    avatar 5657
    ELISA #Senin, 2 Des 2013, 21:35 WIB
    wah keren Wij, naik garuda murah buanget...jd pengin deh...kapan ada promo lg ya...ngarep.com :)
    beli sekarang buat tahun depan lebih murah mbak
  • DEWI
    avatar 5658
    DEWI #Selasa, 3 Des 2013, 16:58 WIB
    Ga main ke kuta kak? :)
    Ke Kuta pas malam hari
  • KAKMOLY
    avatar 5912
    KAKMOLY #Jum'at, 28 Mar 2014, 13:09 WIB
    Salam kenal, Mas.
    Numpang ninggalin jejak, siapa tau besok-besok butuh list harganyaa :D
    silakan mbak Metha
  • PUTRI LARASATI
    avatar 5953
    PUTRI LARASATI #Selasa, 8 Apr 2014, 08:41 WIB
    wihii.. nyasar lagi dimari..
    Tapi,
    duh keren..
    pengeluarannya itu loh, detail banget..
    haha :D

    sukses deh ^_^
    Siapa tahu ada yang pingin ke Bali tapi nggak punya ide mesti menyiapkan anggaran berapa. Hehehe.
  • IMAN
    avatar 6097
    IMAN #Rabu, 21 Mei 2014, 15:28 WIB
    wah, bisa murah gitu harga tiketnya ya... kayaknya perlu dibikin tutorial juga buat gimana
    dapetin tiket murah...
    Dulu itu kan lihat ada promo di koran trus ya dicobain dan memang dapat murah.
  • QORI
    avatar 6115
    QORI #Selasa, 27 Mei 2014, 19:50 WIB
    Saya pernah ke Bali 2, tahun 2012 lalu pakai kapal laut dari Makassar (300rb tiketnya) sama tahun 2013, touring pake motor sama teman berdua. Budget yang habis sekitar 1jtaan saja, karena angkut sepeda motor dari Banjarmasin ke Surabaya menghabiskan 300rb sekali jalan. Jadi melalui surabaya terus sampe ke banyuwangi dan lanjut satu hari sampai kekuta hari itu juga. Untuk akomodasi, karena saya pengguna couchsurfing, saya mendapatkan tempat gratis disana. Tujuannya sih bawa teman penasaran sama bali, saya sendiri cuma get lost ke kuta sama keliling denpasar sama teman.
    nanti mungkin saya post ceritanya. Membaca postingan ente menambah pengetahuan saya ttg Bali, mungkin sya mau kesana lagi.
    salam kenal dari qoreader . com
    Salam kenal juga! :D
    Wah, saya nggak kepikiran sama Couchsurfing, tapi memang saya bukan anggotanya juga sih. Kalau dirimu lebih enak ya sudah bawa "bekal" kendaraan sendiri dari Makassar, hehehe. Mungkin kalau di Bali ada akomodasi yang bisa ditumpangi dan biaya pergi-pulang domisili-Bali tidak dihitung biayanya lebih murah. Yang mahal kan memang di transportasi antar pulau dan akomodasi.
  • QORI
    avatar 6128
    QORI #Sabtu, 31 Mei 2014, 18:18 WIB
    Saya sebenarnya dari Banjarmasin, ke bali pertama kali dari makasar pakai kapal laut. Yg kedua dari Banjarmasin pakai motor. Kalau saya dulu, beruntung sih, akomodasi bisa ditekan mas karena Couchsurfing (hoster) saya baik ngasih sarapan sama antar saya jalan-jalan keliling Bali, padahal baru kenal. Dan memang transportasinya memang sangat mahal sih untuk ukuran kantong mahasiswa kayak ane.
    Temen saja yg jadi hoster couchsurfing juga ngajak jalan-jalan gratis kok. Beruntunglah kalian yang punya jejaring couchsurfing.
  • DIAS CAEZ
    avatar 7293
    DIAS CAEZ #Sabtu, 14 Mar 2015, 09:18 WIB
    wah keren ni posnya, jadi kepengen pergi kebali :)
    Yuk ke Bali yuk