Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Kamis, 30 Agustus 2012, 10:32 WIB

Halo Pembaca! Gimana kabarnya?

 

Nggak terasa, perjalananku bersamaku keluarga ke Sulawesi sudah hampir setahun berlalu. Buat Pembaca yang sering berkunjung ke blog Maw Mblusuk? mungkin pernah menyimak artikel-artikel perjalanan kami ke Sulawesi yang aku terbitkan berkala tiap bulannya.

 

Memang sih, sebenarnya bisa saja semua artikel itu aku terbitkan dalam satu bulan. Tapi aku mikirnya nanti Pembaca malah bosan dan juga aku masih punya banyak artikel petualangan di Jogja dan sekitarnya yang belum aku terbitkan. Jadi ya aku terbitkan 1-2 artikel tiap bulannya deh!

 

Nah, artikel ini adalah artikel pamungkas dari sekian banyak artikel perjalanan kami ke Sulawesi. Eh iya! Judul artikel ini ada embel-embel ++. Jangan dipikir yang macam-macam dulu lho Pembaca! Karena sebetulnya kami nggak hanya ke Sulawesi saja, tapi mampir juga ke Jawa Timur, lebih tepatnya ke Kota Malang dan Kota Batu.

 

Mau tau gimana selengkapnya cerita perjalanan kami? Yuk baca artikel ini ya. Siap-siap, soalnya tulisannya banyak banget. Gambarnya juga banyak banget lho. Hehehe.

 

#1, Berangkat dari Bandung

Minggu (23/10/2011) pukul 21.30 WIB, aku dan keluargaku memulai perjalanan kami menuju Sulawesi dari Bandung. Dari rumah, kami naik taksi menuju pangkalan angkutan CitiTrans yang akan membawa kami dari Bandung menuju Jakarta. Berhubung hari sudah malam, tak ayal kami terlelap selama perjalanan.

 

CitiTrans shuttle executive Bandung-Jakarta yang nyaman, murah, dan tepat waktu

Check-in di pangkalan CitiTrans Bandung di Jl. Dipati Ukur no 53 (samping SPBU)

 

Kami tiba di Jakarta sekitar pukul 1 dini hari di hari Senin (24/10/2011) dan turun di kawasan SCBD (Sudirman Central Businness District). Jam segini perkantoran jelas-jelas masih tutup, tapi ada banyak taksi yang mangkal. Kami pun naik taksi menuju Bandara Soekarno-Hatta. 

 

Perjalanan dari Sudirman menuju Bandara Soekarno-Hatta dini hari berlangsung cepat, karena jalan raya belum padat-sesak oleh kendaraan bermotor. Sekitar pukul setengah dua dini hari kami tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Kami memang sengaja datang ke bandara (sangat) awal karena mempertimbangkan waktu yang harus dialokasikan jika kami sekeluarga menginap dulu di rumah Jakarta.

 

Menunggu di Bandara Soekarno-Hatta dini hari

Betul sekali, narkoba adalah jalan sesat untuk nikmat sesaat! (eh?)

 

Berhubung jadwal penerbangan kami pukul 05.30 WIB dan counter check-in baru dibuka pukul 04.30 WIB, maka kami menghabiskan waktu di ruang tunggu kedatangan. Lucu juga “bermalam” di bandara. Ternyata suasana di ruang tunggu kedatangan ramai juga lho. Beberapa kali muncul rombongan penumpang pesawat yang baru saja mendarat. Dari raut-raut wajahnya, pasti mereka para penumpang yang pesawatnya terkena delay. Salah satu penumpang ada yang menghampiri kami dan “curhat” mulai dari “nasib naas”-nya itu, bisnisnya, hingga politik. Weleh-weleh...

 

Sampai di bandara Sultan Hasanuddin Makassar

Alhamdulillah! Sampai juga di Makassar! Bandaranya besar juga ya?

 

#2, Jalan-jalan di Makassar

Singkat cerita, naiklah kami ke pesawat yang membawa kami ke Makassar, Sulawesi Selatan. Kami tiba di Bandara Sultan Hasanuddin yang baru itu pada pukul 07.30 WITA. Yeah, akhirnya aku menginjakkan kaki di Sulawesi juga! Di luar bandara sudah menanti bapak supir dan mobil sewaan yang kami sewa sebelumnya.

 

Informasi sewa mobil innova APV di Makassar murah gratis bensin

Untuk menghemat waktu dan kenyamanan, kami naik mobil sewaan.

 

Becak di Makassar

Ternyata, becak juga ada di Makassar dan ... di Makassar sekalipun anak usia sekolah bekerja mencari uang. Hidup memang keras...

 

Tanpa membuang-buang waktu, kami langsung meluncur ke Bantimurung. Setelah puas menikmati air terjun dan gua batu, kami pun kembali ke Makassar untuk bersantap siang dan check-in di hotel. Sebelum sampai ke hotel, kami mampir sejenak untuk berziarah di makam Pangeran Diponegoro.

 

Jual kupu-kupu awet warna-warni harga murah dari Sulawesi, Kalimantan, Papua, dan Sumatra

Di museum kupu-kupu, berbagai macam kupu-kupu diawetkan dan dipamerkan untuk memperkaya khazanah pengunjung.

 

Jual kupu-kupu awet warna-warni harga murah dari Sulawesi, Kalimantan, Papua, dan Sumatra

Di luar museum kupu-kupu, berbagai macam kupu-kupu diawetkan dan dipamerkan agar dibeli pengunjung...

 

Selepas check-in di hotel dan menyantap mie titi, kami berkunjung ke Fort Rotterdam. Sayangnya, saat itu hujan jadi kami tidak lama-lama di sana. Berhubung hotel dekat dengan pantai Losari, maka kami menghabiskan senja dengan menikmati matahari terbenam di Pantai Losari.

 

Istana kesultanan Makassar, Balla Lompoa

Istana kesultanan Makassar, Balla Lompoa, yang kini menjadi museum. Harap mengetuk pintu istana ketika hendak berkunjung.

 

Istana kesultanan Makassar, Balla Lompoa

Suasana di aula utama Balla Lompoa. Mohon maaf, aku tidak menerbitkan artikel untuk peninggalan sejarah ini.

 

Hari Selasa (25/10/2011) kami melanjutkan menjelajah Sulawesi. Di pagi hari kami berkunjung ke Malino. Siangnya kami mampir ke istana kesultanan Makassar, Balla Lompoa. Kami sempat menunaikan salat Zuhur di masjid Al-Markaz Al-Islam Jenderal M. Jusuf. Di masjid ini ternyata ada banyak kucing, jinak-jinak pula, hihihi. Menjelang sore kami singgah ke Mall Ratu Indah di Jl. Sam Ratulangi.

 

Suasana di dalam masjid Al-Markaz Al-Islam Jenderal M. Jusuf Makassar

Suasana di dalam masjid Al-Markaz Al-Islam Jenderal M. Jusuf yang tenang dan nyaman.

 

Kucing penunggu di dalam masjid Al-Markaz Al-Islam Jenderal M. Jusuf Makassar

Mari kita belajar taksonomi hewan kucing. Apa pembaca menemukan perbedaan kucing-kucing di Makassar dengan kucing di sekitar tempat tinggal pembaca?

 

Santri kecil di dalam masjid Al-Markaz Al-Islam Jenderal M. Jusuf Makassar

Yang ini jelas bukan kucing lho ya, tapi pemuda-pemuda cilik yang punya cita-cita menjadi pemain sepak bola.

 

Parkir sepeda di Mall Ratu Indah Makassar

Mall Ratu Indah Makassar sudah menyediakan tempat parkir untuk sepeda lho.

 

#2, Satu Tujuan di Kendari

Hari Rabu (26/10/2011) kami meninggalkan Makassar untuk menuju Kendari, Sulawesi Tenggara dengan menggunakan pesawat. Kami mendarat di Bandara Haluoleo, Kendari pada pukul 09.20 WITA. Sepintas bandara ini mengingatkanku pada Bandara Adisucipto di Jogja.

 

Suasana landasan pacu Bandara Haluoleo Kendari Sulawesi Tenggara

Yes! Sampai di Kendari. Eh, sepertinya penampilan bandara ini nggak asing.

 

Suasana ruang tunggu kedatangan di Bandara Haluoleo Kendari Sulawesi Tenggara

Penampilan conyevor belt juga mengingatkanku pada sesuatu, apa ya?.

 

Suasana, penampilan, dan bentuk toilet atau kamar kecil di Bandara Haluoleo Kendari Sulawesi Tenggara

Mungkin aku perlu ngendog dulu sembari mencari inspirasi...

 

Setelah lumayan dongkol menunggu layanan jemputan bus dari pihak hotel, kami baru melanjutkan perjalanan menuju air terjun Moramo pada pukul 12.00 WITA. Hujan lebat mewarnai separuh perjalanan kami. Sempat khawatir juga apakah di lokasi juga hujan. Yah, memang tidak hujan tapi sempat gerimis agak deras. Ujung-ujungnya pakaian basah juga deh.

 

Di Air Terjun Moramo, Tanjung Perona

Foto keluarga dengan latar belakang Air Terjun Moramo dulu ya!

 

Malam di Kendari ditutup dengan bersantap ikan bakar di warung Aroma Labakkang. Penyajian bumbu pelengkapnya agak bikin canggung. Sambalnya adalah sambal kacang. Ditambah lagi pengunjung harus meracik sambalnya sendiri dengan merajang bawang merah dan cabai sesuai selera. Warung ini juga menyajikan sajian khas dari Sulawesi bernama Sop Saudara yang ternyata adalah sop daging sapi.

 

Suasana di dalam warung Aroma Labakkang Kendari yang enak, murah, dan ramai

Bagi yang tidak pernah mengupas bawang dan mengiris cabe tak bisa berkutik.

 

#3, Pindah Provinsi ke Jawa Timur

Hari Kamis (27/10/2011) kami mengakhiri perjalanan kami di Sulawesi. Pulang? Belum! Dari Kendari kami naik pesawat menuju Makassar. Dari Makassar kami berganti pesawat menuju Surabaya. Akhirnya kembali lagi ke wilayah WIB dan aksara Jawa, hahaha.

 

Suasana, penampilan, dan bentuk toilet atau kamar kecil di Bandara Juanda, Surabaya.

Ini toilet di Bandara Juanda yang katanya paling bersih.

 

Tanggul Lumpur Lampindo, Sidoarjo dan Ojek

Pembaca sudah tahu semua kan? Sampai sekarang pun belum usai-usai, bencananya dan juga ganti-rugi untuk para korbannya.

 

Perjalanan kami di Jawa Timur adalah bersilaturahmi ke pakdhe-pakdhe yang jarang dijumpai. Selepas bersilaturahmi di Surabaya, kami pun naik taksi menuju Malang. Di Malang pun kami masih bersilaturahmi. Kalau di Surabaya kami naik taksi, di Malang kami naik angkot. Supir angkot di kota Malang baik-baik dan kadang bisa “dimanipulasi” untuk mengantarkan kami ke tempat tujuan yang sebenarnya tidak termasuk dalam trayeknya, hahaha.

 

Hari Jum’at (28/10/2011) saatnya menjelajah Malang! Dengan mobil sewaan kami pun berwisata keliling Malang. Sebenarnya sih nostalgia, mengingat dahulu kala kami sekeluarga juga pernah berwisata ke Malang. Berhubung di sekitar Malang ada banyak situs candi, maka kami pun menyambangi beberapa diantaranya.

 

Toko Oen yang legendaris itu

Toko Oen Malang yang legendaris itu. Mayoritas tamunya adalah wisatawan asing.

 

Menu masakan babi di Toko Oen Malang

Errr, kok ada menu yang seperti ini? Bikin ragu-ragu saja...

 

Selepas dari Malang, kami pun bergerak menuju kota Batu. Ini juga masih bagian dari wisata nostalgia. Di kota Batu kami mengunjungi Air Terjun Coban Rondo dan baru sempat menyantap Bakso Malang di kota Batu, hahaha. Sore hari kami tiba lagi di kota Malang dan menuju terminal bus Arjosari. Saatnya berpindah propinsi lagi, naik bus malam menuju kota ...

 

#5, Jogja!

Hahaha, berakhir sudah lah petualanganku di Sulawesi dan Jawa Timur. Kalau keluargaku sih terhitung masih liburan (kan dari Bandung), sedangkan aku sudah harus berkutat dengan pekerjaan yang hampir seminggu terbengkalai. Ah, saatnya memburuh lagi demi mencari sesuap nasi dan membuat dapur tetap mengepul.

 

Berikut adalah rincian anggaran perjalanan kami di Sulawesi dan Jawa Timur.

 

Pesawat Lion Air Jakarta-Makassar Rp563.000 per orang
Hotel d Bugis Ocean, Makassar Rp250.000 per kamar/malam
Sewa mobil di Makassar
(Mobil APV + jasa supir + biaya BBM)
Rp425.000 per hari
Pesawat Lion Air Makassar-Kendari Rp412.000 per orang
Hotel Athaya, Kendari Rp372.000 per kamar/malam
Sewa mobil di Kendari
(Mobil Avanza + jasa supir + biaya BBM)
Rp550.000 per hari
Pesawat Sriwijaya Air Kendari-Makassar-Surabaya  Rp640.000 per orang
Sewa mobil dari Bandara Juanda ke Malang
(mobil taksi, hehehe) 
Rp300.000
Penginapan New Kawi Guesthouse, Malang Rp220.000 per kamar/malam
Sewa mobil di Malang
(Mobil Xenia + jasa supir + biaya BBM) 
Rp350.000 per hari
Bis Safari Dharma Raya Malang-Jogja  Rp110.000

 

Sekian dulu pembaca! Terima kasih ya sudah berkenan mengikuti artikel perjalanan kami ke Sulawesi dan Malang di blog Maw Mblusuk?


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • ELISA
    avatar 4781
    ELISA #Minggu, 2 Sep 2012, 18:15 WIB
    Sayang tidak ada cerita tentang koleksi Raja Gowa di Balla Lompoa ya...
    Btw gambar menu dr Toko Oen ini mengingatkan pada sesuatu cerita...
    cerita menyeramkan tentang hewan babi mbak?
  • ELISA
    avatar 4811
    ELISA #Sabtu, 22 Sep 2012, 14:01 WIB
    eh di tempat yg diduduki turis asing itulah tempat kami mendiskusikan menu Oen...dg
    kesimpulan akhir adalah...pesan softdrink sj...hehe
    karena ada menu Varken po mbak?
  • ABDILAH
    avatar 4908
    ABDILAH #Minggu, 9 Des 2012, 19:03 WIB
    @Elisa pesen soft drink saja karena harganya mahal2 ya? :D
    hehehe, sy juga pernah, tapi akhirnya cuma pesen es 1, harganya mahal buat ukuran backpacker :(
    di Sulawesi memang lebih mahal daripada di Jawa sih ya?
  • SYAMSUARDI ALPATH
    avatar 4950
    SYAMSUARDI ALPATH #Jum'at, 21 Des 2012, 21:28 WIB
    ke makassar g bilang2.,.,,setidakx gw bisa palak loe wies...:D
    weits, klo gitu ane kabur deh Path, ahahaha
  • PARARANG
    avatar 4978
    PARARANG #Selasa, 8 Jan 2013, 19:54 WIB
    berkinjung balik ah. wah, web nya keren mas. Pada umumnya meskipun "daeng" merupakan gelar kebangsawanan, namun di makassar panggilan u/ tukang becak biasanya menggunakan term "daeng".
    iya, saya baru tahu kalau Daeng setara dengan panggilan Mas di Jawa.
  • IBNU CH
    avatar 5146
    IBNU CH #Jum'at, 15 Mar 2013, 18:45 WIB
    Waw perjalanan yang sangat luarbiasa..kapan ya bisa ke losari .. ..
    Salam kenal
    salam kenal juga :)
  • PARADOR
    avatar 5255
    PARADOR #Rabu, 1 Mei 2013, 21:41 WIB
    baru minggu kemaren pertama kali menginjakkan kota Makassar juga saya mas, enak juga ya disana
    iya, tapi saya belum biasa lihat harga-harganya, maklum asalnya saya dari Jawa, hehehe
  • RIOFERI
    avatar 5446
    RIOFERI #Sabtu, 27 Jul 2013, 15:23 WIB
    Keren Blognya. Serasa datang langsung ke tempat2 yang diceritakan. Hehehe. Suatu saat mungkin bisa jadi acua kalo berlibur ke Makassar atau Kendari. Penasaran sama kulinernya.. :)
    hehehe, semoga dirimu berkesempatan berkunjung ke Sulawesi yah!
  • WISATA INDONESIA
    avatar 7637
    WISATA INDONESIA #Sabtu, 16 Mei 2015, 13:23 WIB
    Perjalanan nya ga make paketan dari travel agen ya gan ??
    Mampir juga di Trips Destination on Indonesia
    Lebih seneng jalan2 sendiri Bro, lebih bebas, hehehe