Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Minggu, 20 April 2008, 09:27 WIB

Etika Berwisata Alam

  1. Jangan buang sampah sembarangan!
  2. Jangan merusak alam!
  3. Patuhi peraturan dan tata krama yang berlaku!
  4. Jaga sikap dan sopan-santun!
  5. Jangan hanya foto-foto selfie thok!
  6. Kalau tempat wisatanya sudah ramai, jangan ke sana!

Lebih lanjut, silakan simak artikel ini.

Minggu (20/1/2008), usai ber-hunting ria di kawasan Kawah Putih, perjalanan pun berlanjut menuju obyek wisata Situ Patengan (Situ Patenggang) yang masih terletak di kawasan Ciwidey, Bandung Selatan. Apabila dari arah Ciwidey kita berbelok ke kiri untuk masuk ke gerbang utama Kawah Putih, maka kalau menuju Situ Patengan kita tidak belok kiri, melainkan masih jalan lurus terus. Selanjutnya, ikuti saja arahan papan-papan penunjuk jalan yang mengarah ke Situ Patengan.

 

Sebelum sampai ke kawasan Situ Patengan, mata akan dihibur oleh pemandangan bukit-bukit Kebun Teh Walini. Lokasi ini cocok juga dijadikan spot fotografi. Biaya retribusi masuk ke obyek wisata Situ Patengan adalah sebesar Rp4.000 per orang.

 

Pemandangan Situ Patengan, Ciwidey, Bandung Selatan di zaman dulu tahun 2008

 

Eksplorasi Situ Patengan

Situ Patengan merupakan danau dengan luas sekitar 48 hektar. Luas Situ Patengan ini jauh lebih luas dibandingkan dengan danau yang ada di Kawah Putih. Situ Patengan dikelilingi pemandangan rimbunnya pepohonan hutan dan kebun teh. Tentu ini adalah suatu spot fotografi yang menarik.

 

Obyek wisata Situ Patengan dirancang sebagai wisata keluarga. Pengunjung dapat menikmati santapan dengan pemandangan danau nan cantik. Selain itu pengunjung juga dapat menyewa perahu untuk berkeliling danau.

 

Jasa sewa perahu di Situ Patengan, Ciwidey, Bandung Selatan di tahun 2008

 

Legenda Ki Santang dan Dewi Rengganis

Seperti yang dituturkan oleh prasasti yang berada di kawasan ini, asal-usul Situ Patengan berkaitan erat dengan legenda setempat. Nama Situ Patengan berasal dari bahasa Sunda. situ yang artinya danau dan patengan yang berasal dari kata “pateang-teangan” atau saling mencari.

 

Situ Patengan merupakan perlambang kisah cinta abadi dari dua insan yang saling terpisah. Alkisah, tersebutlah seorang pria bernama Ki Santang dan seorang wanita bernama Dewi Rengganis. Mereka berdua saling mencintai namun harus berpisah sekian lama. Dengan didorong oleh perasaan cinta yang begitu besar, mereka pun akhirnya saling mencari satu sama lain, dan bertemulah keduanya di suatu tempat yang kini dinamakan Batu Cinta.

 

Wujud Batu Cinta dari Mitos Ki Santang dan Dewi Rengganis yang ada di Situ Patengan, Ciwidey, Bandung Selatan tahun 2008

 

Dewi Rengganis pun minta di buatkan sebuah danau dan perahu untuk berlayar. Perahu inilah yang kemudian berubah menjadi sebuah pulau yang berbentuk hati dan kemudian dikenal dengan sebutan Pulau Sasaka yang berarti Pulau Asmara.

 

Menurut cerita dan kepercayaan masyarakat setempat, jika pengunjung singgah di Batu Cinta dan kemudian mengelilingi Pulau Asmara, maka pengunjung bakal mendapatkan cinta yang abadi seperti Ki Santang dan Dewi Rengganis.

 

Siang yang Ramai

Apa yang terjadi bila ketiga frase ini dirangkai, “obyek wisata keluarga”, “siang hari”, dan “hari Minggu”? Jawabannya tidak lain adalah keramaian!

 

Suasana di obyek wisata Situ Patengan, Ciwidey, Bandung Selatan tahun 2008

 

Datang kemari pada hari minggu siang memang bukan saat yang tepat untuk mengabadikan keindahan Situ Patengan. Hari yang sudah beranjak siang, membuat nuansa warna-warna yang tersaji kurang sedap dipandang mata. Apalagi, di seluruh penjuru penuh sesak dengan pasangan muda-mudi yang tengah menikmati indahnya danau. Hmmm, sepertinya datang kemari dengan membawa pasangan sepertinya menarik juga.


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • EM
    avatar 2396
    EM #Minggu, 14 Mar 2010, 05:55 WIB
    Hey, aku yg o on apa .... Dg penonton yg lbh dari 300an, ga da yg komen? ckckckck

    Lha njuk kapan gowo Bunga mrono? :D

    **Pas ada bencana kemaren, deket situ ini ga ya?
    iki kan di Jawa Barat...