Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Kamis, 9 April 2009, 06:47 WIB

Etika Berwisata Peninggalan Bersejarah

  1. Jangan buang sampah sembarangan!
  2. Jangan merusak peninggalan bersejarah! Kalau bisa batasi kontak fisik ke benda tersebut!
  3. Baca informasi sejarahnya. Kalau perlu difoto dan dibaca lagi di rumah.
  4. Patuhi peraturan yang berlaku!
  5. Jaga sikap dan sopan-santun!
  6. Jangan hanya foto-foto selfie thok!
  7. Kalau tempat wisatanya sudah ramai, jangan ke sana!

Lebih lanjut, silakan simak artikel ini.

Seperti yang lalu-lalu, pas masa libur kuliah aku kembali "ngungsi" ke rumah Bandung. Di Bandung kegiatan sehari-hariku ya nggak jauh-jauh dari amat dari tidur, ngomik, nonton, dan nge-game. Membosankan toh?

 

Nah, untuk mengusir rasa bosan, pada hari Selasa (7/4/2009) aku kembali bertualang mencari “batu”. Eh, jangan salah lho! Meskipun lokasiku sekarang ada di Jawa Barat, bukan berarti di sini nggak ada "batu". Yang aku maksud dengan "batu" ya jelas batu-batu purbakala yang merupakan bagian dari candi lah!

 

Dari kabar yang aku comot dari internet, dengar-dengar di dekat Kota Bandung ada candi. Namanya Candi Bojongmenje yang terletak di Dusun Bojongmenje, Kelurahan Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Candi ini merupakan satu-satunya candi di Kabupaten Bandung yang masih utuh bentuk dan tampilannya.

 

Jadi penasaran kan?

 

Rute ke Candi Bojongmenje dari Bandung

Rute dari Kota Bandung menuju Candi Bojongmenje sebenarnya sih nggak sulit-sulit amat kok. Berikut panduannya.

 

  1. Dari Kota Bandung ke Rancaekek enaknya sih lewat jalan tol. Aku masuk Gerbang Tol Pasteur dan keluar di Gerbang Tol Cileunyi. Bayar Rp6.000 untuk tarif tol (soalnya aku naik mobil).
  2. Ikuti Jl. Raya Rancaekek hingga sampai di km 25. Lokasi km 25 itu nggak terlalu jauh kok dari Gerbang Tol Cileunyi. Sebab, Gerbang Tol Cileunyi itu sudah berhadapan dengan Jl. Raya Rancaekek km 19.
  3. Di km 25 nanti bakal ketemu dengan pabriknya PT Kewalram. Letaknya ada di sisi kiri jalan raya.
  4. Dari sini kemudikan kendaraan dengan perlahan. Pelan-pelan saja. Nanti bakal ketemu dengan rambu dan lokasi u-turn untuk putar balik arah. Silakan putar balik kendaraan di u-turn ini.
  5. Setelah memutar balik kendaraan, kemudikan kendaraan dengan perlahan sampai menjumpai papan petunjuk candi di sisi kiri jalan raya. Letak papan petunjuk candi ini kira-kira 200 meter dari u-turn.
  6. Ya sudah, silakan parkir kendaraan di pingir jalan raya dan berjalan kakilah mengikuti arah papan petunjuk candi itu.

 

papan petunjuk arah ke Candi Bojongmenje, rancaekek, Bandung di tahun 2009
Petunjuk arah masuk kampung. Ya, setidaknya masih ada petunjuk lah.

 

Aku nggak begitu kaget saat mencermati papan petunjuk Candi Bojongmenje itu mengarah ke pemukiman kampung yang padat. Namanya juga Rancaekek. Kan terkenalnya sebagai kawasan pabrik-pabrik. Semisal di sini ada sawah-sawah dengan pemandangan indah seperti di Yogyakarta atau Jawa Tengah gitu barulah aku kaget.

 

Aku lantas berjalan kaki menyusuri jalan-jalan kampung, menyebrangi Sungai Cimande yang kotor, hingga melewati gang kecil yang diapit dua tembok pabrik yang menjulang tinggi. Nggak seberapa lama, aku pun menyaksikan pemandangan yang cukup kontras dengan suasana sekitar.

 

Di tengah himpitan tembok-tembok pabrik yang tinggi itu, aku lihat ada tanah lapang yang cukup luas. Tanah lapang itu dihiasi oleh rumput-rumput yang menghijau. Betul-betul pemandangan yang cukup menyejukkan mata dari tembok pabrik yang berwarna abu-abu.

 

Selain itu, yang membuat mataku makin terpaku adalah pemandangan batu-batu yang berserakan di atas tanah lapang tersebut. Yakinlah aku bahwa inilah lokasi Candi Bojongmenje.

 

Batu kaki Candi Bojongmenje, rancaekek, Bandung yang dipindah lokasi di tahun 2009
Candi Bojongmenje hanya berwujud bagian kaki candi saja.
Saat ini batu-batu kaki candi dipindah posisi agar tidak terendam air.

 

Candi Bojongmenje yang Baru Ditemukan

Seperti yang bisa Pembaca amati, Candi Bojongmenje ini dikepung oleh pabrik. Dari sekian banyak candi yang pernah aku kunjungi, baik itu di Provinsi Yogyakarta atau Jawa Tengah, baru kali ini aku melihat ada candi yang "bersanding" dengan buah kapitalisme. #miris

 

Habisnya mau bagaimana lagi? Candi Bojongmenje ini baru ditemukan pada tanggal 18 Agutus 2002 saat kondisi di sekitarnya sudah terkepung oleh pabrik. Penemuannya pun ya secara nggak sengaja. Sebelum candi ini ditemukan, tanah lapang ini dahulunya adalah pemakaman dan persis di atas candi tumbuh pohon besar. Alhasil, keberadaannya kan makin tersamarkan toh?

 

Foto lama bentuk penemuan Candi Bojongmenje, rancaekek, Bandung di tahun 2002
Foto-foto yang menggambarkan kondisi Candi Bojongmenje saat pertama kali ditemukan.

 

Para ahli purbakala memperkirakan Candi Bojongmenje dibangun sekitar abad ke-5 Masehi. Candi Bojongmenje dikategorikan sebagai candi Hindu karena di lokasi ini pernah ditemukan arca Nandi.

 

Selain arca Nandi, warga juga pernah menemukan arca lain yang berwujud seorang wanita yang menggendong bayi. Oleh warga setempat, arca ini disebut arca orok (bayi). Saat ini arca-arca yang ditemukan di sekitar Candi Bojongmenje sudah disimpan di kantor BP3 Serang, Banten.

 

Candi Bojongmenje yang Terkubur dan Terendam

Aku akan menjelaskan sedikit tentang foto yang ada di bawah ini. Silakan Pembaca mengamati foto di bawah ini baik-baik.

 

Foto Candi Bojongmenje, rancaekek, Bandung yang terendam air dan dikelilingi tembok pabrik di tahun 2009
Bulan April airnya sudah agak surut. Kalau pas puncak musim penghujan jangan tanya airnya seperti apa... banjir!

 

Nah, bisa diperhatikan. Pabrik foto di atas itu ada dua jenis tembok pabrik yang mengepung sebuah struktur persegi yang terendam air. Struktur tersebut adalah lokasi batu-batu yang menyusun bagian kaki Candi Bojongmenje.

 

Saat proses ekskavasi, batu-batu kaki Candi Bojongmenje terpaksa dipindah letaknya. Itu karena di musim hujan lokasi ini sering terendam air sebagaimana yang terlihat pada foto. Batu-batu candi yang sulit untuk dipindahkan dipagari dengan cor-coran beton agar tidak terendam air.

 

Foto batu penyusun lantai Candi Bojongmenje, rancaekek, Bandung di tahun 2009
Batu-batu yang diperkirakan sebagai batu penyusun lantai Candi Bojongmenje.

 

Foto batu serpihan Candi Bojongmenje, rancaekek, Bandung yang hancur di tahun 2009
Batu-batu serpihan Candi Bojongmenje. Dahulu kala lokasi ini pemakaman.
Jadi, nggak menutup kemungkinan banyak batu yang hancur ketika proses menggali makam.

 

Wilayah Candi Bojongmenje sendiri diperkirakan masih cukup luas. Tidak menutup kemungkinan, di sekitar wilayah ini ada candi-candi lain yang masih tersembunyi. Misalnya saja keberadaan candi perwara (pendamping) sebagaimana umumnya candi Hindu.

 

Sayang, sebagian bangunan Candi Bojongmenje ini masih terpendam di sisi dalam tembok yang masuk wilayah pabrik. Kalaupun ingin menyelamatkan seluruh batu-batuan candi, mau nggak mau tembok pabrik itu harus dijebol.

 

Tapi itu pun belum cukup. Setiap candi kan juga memiliki pagar pembatas yang berlapis-lapis. Jadinya, mau nggak mau ya.... bakal banyak wilayah pabrik yang harus dibebaskan. Dan itu masalahnya sudah perkara uang.

 

Kisah Juru Pelihara Candi Bojongmenje

Juru pelihara Candi Bojongmenje bernama Pak Rohman, seorang pensiunan ABRI. Beliau sudah bertugas semenjak Candi Bojongmenje pertama kali ditemukan.

 

Pak Rohman ini senang banget bercerita. Walau ceritanya terkesan menggurui (khas orang tua ), tapi berdasarkan ceritanya, beliau ini sudah banyak mengecap asam garam kehidupan dan juga sudah banyak mengunjungi tempat-tempat di nusantara.

 

Foto Pak Rohman, juru pelihara Candi Bojongmenje, rancaekek, Bandung di tahun 2009 semasa hidupnya
Ini Pak Rohman. Harap bersabar mendengarkan beliau bercerita dan jangan terbawa emosi.
Soalnya dijamin nggak bakal menang adu debat!
Sebenarnya mungkin beliau hanya pribadi yang kesepian...

 

Ada banyak pelajaran yang dapat diambil dari percakapan dengan Pak Rohman. Beliau mengeluhkan perihal Candi Bojongmenje yang nggak mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Ketika beliau melaporkan hal-hal terkait perawatan candi, pihak birokrat selalu melempar tanggung-jawab ke instansi lain; mulai dari BP3, Dinas Pariwisata, sampai Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

 

Dengan upah per bulan yang hanya Rp200.000 yang dirapel 3 bulan, pantas saja Pak Rohman geram dengan perilaku petugas pemerintah yang menurutnya semena-mena. Padahal, Candi Bojongmenje sendiri sudah banyak dikunjungi oleh peneliti dari berbagai disiplin ilmu. Termasuk di antaranya Pak Timbul Haryono. Beliaulah peneliti yang pertama kali datang kemari.

 

Ada yang Kurang...

Sebelumnya aku mohon maaf. Sebenarnya artikelku ini bisa saja mengungkap sisi arkelogis Candi Bojongmenje dengan lebih mendalam. Sebab, Pak Rohman sendiri menyimpan buku penelitian Candi Bojongmenje yang diperolehnya dari Pak Timbul.

 

Tapi, Pak Rohman terkesan menganggap siapa pun yang datang berkunjung ke Candi Bojongmenje hanya memerlukan data-data di buku tersebut dan pulang tanpa membawa perubahan apa pun.

 

Yah, saat ditawarkan buku penelitian itu, terpaksa aku tolak karena aku merasa bukan orang seperti yang dikesankan Pak Rohman. Aku rasa, aku bukan orang yang bisa membawa perubahan di Candi Bojongmenje dan juga kesejahteraan Pak Rohman.

 

Alhasil, di hari itu aku pun menghabiskan waktu dengan mendengarkan cerita Pak Rohman selama kurang lebih 3 jam. #mantap.lamanya. Mana waktu itu aku belum sarapan pula! Hahaha.

 

Tapi lumayanlah, bisa sedikit melupakan gundah gelisah di dalam hati. #anak.muda

 

Foto ruang penyimpanan batu candi Bojongmenje, rancaekek, Bandung di tahun 2009
Saat puncak musim hujan ya bangunan ini juga kebanjiran sampai batu-batunya terendam air.

 

Kata Pak Rohman, setelah Pemilu Legislatif tanggal 9 April 2009 nanti, proses ekskavasi Candi Bojongmenje yang tertunda bertahun-tahun bakal dilanjutkan lagi. Semoga kelak aku bisa mampir lagi ke Candi Bojongmenje dan melihat perubahan positif yang cukup signifikan. Jangan sampai tembok-tembok pabriknya yang makin tinggi.

 

Pemerintah...
Ternyata nggak hanya benda cagar budaya saja yang kalian telantarkan, tapi juga juru peliharanya. Ckckck...

NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • PEIN
    avatar 305
    PEIN #Sabtu, 11 Apr 2009, 14:20 WIB
    Finally, nyasar ke tempat ini juga.............. :P


    Btw masih di Bandung ga ? Posting makanan daerah dunk, Indonesia kan juga kaya akan beragam Kuliner [ bahasa juga, dsb ]........................ :D
    Waduh, makannya apa ya? Bandung makanan khasnya udah ber-fusion ria sih...
  • ILYAS ASIA
    avatar 307
    ILYAS ASIA #Minggu, 12 Apr 2009, 11:57 WIB
    Some day
    i want go there
    to this statue
    ya...ya...ditunggu sama Pak Rohman loh
  • VINNA
    avatar 310
    VINNA #Senin, 13 Apr 2009, 16:36 WIB
    jadi pnasaran mo ksini.. hayoo, kpn mengunjungi candi2 d karawang? hehehe..
    kapan ya mbak, sesempatnya saya kesana deh, maklum domisili kan di Jogja, he3
  • EKARICI DITTA
    avatar 318
    EKARICI DITTA #Sabtu, 18 Apr 2009, 17:36 WIB
    Bagus banget artikelnya. Oh ya sekalian mumpung di Jabar, denger2 daerah Rancamaya n Nagrek situ juga byk situs purbakalanya. Someday diinvestigasi jga ya
    Msak sih artikelnya bagus? he3. Trims. Rancamaya n Nagrek ada situs purbakala apa?
  • EKARICI DITTA
    avatar 324
    EKARICI DITTA #Senin, 20 Apr 2009, 18:22 WIB
    Bagus coz blm byk tulisan tentang Candi Bojongmenje. Meski sayang data2nya ga lengkap ya tp foto2nya bagus2 kok. SetauQ blm ada yg nampilin dari angle2 kyk gini. Ini dari "gosip2" di internet kok kl di Rancamaya n Nagrek ada situs purbakalanya. Berupa apa n dari kerajaan mana blm tau pasti. Makanya kl pulang kampung lagi laen kali diselikidi ya. He...he
    Masak sih? Padahal hari itu aku nggak mood ngliput lo, motretnya aja juga asal-asalan, mendung lagi. Wah klo ga ada informasi ttg situs purbakala bisa repot, tapi ga tau pulang lagi kapan. Semoga artikel candiku yg berikutnya bisa lebih bagus lagi ya.
  • MURWANI
    avatar 1109
    MURWANI #Rabu, 5 Ags 2009, 14:25 WIB
    Maksud dari bentuk dan tampilan masih utuh apa ya ?
    dari foto kok nggak terlihat utuhnya,mohon info ya..
    Memang tidak terlihat di foto soalna tertutup air Bu. Kalau mau info dan gambar lebih rinci saat ekskavasi bisa menyambangi situs www.wacananusantara.org.
  • PEIN
    avatar 2873
    PEIN #Sabtu, 19 Jun 2010, 21:04 WIB
    Mengapa pemerintah Bandung ga ngurus candi ini ?
    Kaya mereka "MEMAKSA" buat ngebuat Candi Cangkuang ??

    mungkin dah banyak Candi yang ditemukan di Daerah Jawa Barat ya ^^
    >> Dolo kan blas ga ada......
    wah itu mungkin karena kendala dana dan lokasi juga...
  • RITA
    avatar 4190
    RITA #Senin, 15 Ags 2011, 15:02 WIB
    i like it
    :)
    nuwun mbak :)
  • FENNY
    avatar 5822
    FENNY #Sabtu, 1 Mar 2014, 17:18 WIB
    lapor aja mas ke Kang Emil disini https://lapor.ukp.go.id

    twitter Pak Walkot @ridwankamil
    FB Pak Walkot https://www.facebook.com/RKbdg
    hah? kok lapor walikota Bandung?
  • FENNY
    avatar 5823
    FENNY #Sabtu, 1 Mar 2014, 17:32 WIB
    ternyata akun twitter officialnya Kang Emil ini ding, hehe @RKBdg
    heee?
  • FENNY
    avatar 5824
    FENNY #Sabtu, 1 Mar 2014, 18:07 WIB
    ternyata ini masuk wilayah kabupaten bandung ya, bukan kota bandung,, salah lagi deh..
    haha

    brarti lapornya gak ke Kang Emil tapi ke Bupati Kab. Bandung, hehe
    Hehehe, memang beda antara kota Bandung dan kabupaten Bandung. Kalau di kabupaten Bandung itu suasananya lebih "pedalaman".
  • YACOB-IVAN
    avatar 6962
    YACOB-IVAN #Kamis, 8 Jan 2015, 23:34 WIB
    Nah itu dia, mas Wijna. Pas ke sana, dapet kabar kalau sang Jurukunci telah tiada dua
    tahun silam. Sekarang diganti oleh kerabat beliau.
    Innalillahi... belum kesampaian lagi sowan ke beliau setelah tahun itu...
  • JURNAL WISATA
    avatar 10225
    JURNAL WISATA #Rabu, 19 Okt 2016, 05:32 WIB
    keren juga nih candi,,sayang ane belum pernah ke sana nih...