Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Sabtu, 10 Januari 2009, 16:41 WIB

Kota kecamatan Purwareja Klampok di kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah menyimpan potensi sebagai kota wisata belanja. Kota yang berjarak 15 km dari kota Purbalingga ini terkenal dengan industri keramiknya. Nggak jauh berbeda lah dengan sentra industri gerabah di desa Kasongan, Yogyakarta.

 

Nah, salah satu sentra keramik yang kami kunjungi di hari Kamis siang (25/12/2008) itu adalah Keramik Usaha Karya. Di gerai ini dijajakan berbagai macam benda yang semuanya terbuat dari keramik (jelas lah! ). Ada guci, vas bunga, piring, poci teh, gelas, celengan, dan berbagai benda-benda unik lainnya.

 

Lokasi jual beli kerajinan keramik cantik harga murah berkualitas bagus di Pusat Keramik Klampok, Banjarnegara tahun 2008
Tapi ingat, di sini nggak cuma menjual teko saja.

 

Di tempat ini Tiwul memuaskan hasratnya berbelanja oleh-oleh untuk teman-temannya. Tanda bahwa dirinya telah mengarungi Jawa Barat sampai ke Jawa Tengah. Berikut adalah rincian benda dan harga keramik yang dibeli oleh Tiwul.

 

Gantungan Kunci Kupu-Kupu (isi 3) Rp20.000
Celengan Kucing (Kecil) Rp10.000
Celengan Kucing (Besar) Rp17.500
Set Teh Poci 3 Cangkir Rp35.000
Set Teh Poci 2 Cangkir Rp20.000
Tempat Lilin Rp20.000

 

Bagaimana Pembaca? Apakah menurut Pembaca murah? Kalau mencari yang (lebih) mahal ya banyak. Contohnya guci yang berukir kaligrafi Arab ataupun kaligrafi Cina harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah. WOW!

 

Awal-Mula Keramik Merajai Klampok

Keberadaan sentra industri keramik Klampok diprakarsai oleh seseorang guru dari Kebumen bernama Kandar Atmomiharjo. Pada tahun 1935, beliau mendapat kesempatan dari Pemerintah Belanda untuk menimba ilmu keramik di Keramische Laboratorium, Bandung.

 

Beragam jenis warna dan harga kerajinan guci antik yang diproduksi di Pusat Keramik Klampok, Banjarnegara tahun 2008
Cocok untuk menyembunyikan sesuatu.

 

Sepulangnya menuntut ilmu, beliau kemudian menjabat sebagai pemimpin perusahaan keramik milik Pemerintah Belanda. Usai berkarier di perusahaan keramik, beliau kembali ke Klampok dan mendirikan sekolah teknik yang salah satu jurusannya adalah teknik pembuatan keramik.

 

Di tahun 1957, beliau mendirikan industri keramik bernama Meandallai. Tenaga kerjanya berasal dari anak-anak putus sekolah dan pengangguran. Kandar Atmomiharjo meninggal dunia pada tahun 1977.

 

Popularitas Keramik yang Meredup

Masa kejayaan sentra keramik di Klampok adalah tahun 1980-an. Di masa itu, banyak orang asing yang datang ke Klampok untuk memesan keramik. Tak ayal, ketenaran industri keramik di Klampok ibarat setara dengan industri gerabah di Kasongan.

 

Akan tetapi, lonjakan harga bahan baku (terutama harga BBM) membuat industri keramik di Klompak terpuruk. Sebagaimana yang diberitakan harian Kompas (13/5/2006). Sebelum kenaikan harga BBM, pembakaran keramik selama 20 jam membutuhkan biaya sebesar Rp400.000. Namun setelah naiknya harga BBM, biaya pembakaran melonjak tajam menjadi Rp1.000.000.

 

Berbagai macam suvenir nikah berbentuk patung hewan kecil dari keramik yang dijual di Pusat Keramik Klampok, Banjarnegara tahun 2008
Kalau sampai sapi ini panik berarti harus membeli!

 

Kondisi tersebut semakin diperparah dengan surutnya minat masyarakat pada kerajinan keramik. Akibatnya, dari 30 pengrajin keramik kini hanya tinggal tersisa 7 pengrajin saja yang masih aktif berkarya. Selain itu, para pengrajin Klampok juga menghadapi kendala dalam menjaga kualitas produknya. Dalam kondisi seperti itu, sentra industri keramik di Klampok masih bertahan mengekspor keramik walau dalam jumlah yang sedikit.

 

Melihat dari jumlah showroom keramik yang sepi pengunjung (pada waktu kami ke sana, pengunjungnya hanya kami saja), sepertinya industri keramik Klampok butuh ”napas buatan” untuk kembali berjaya seperti di era 80-an. Semoga saja industri keramik Klampok tidak sebatas kenangan kejayaan kota kecil di kabupaten Banjarnegara.

 

Teknik cara membuat hiasan Keramik Murah berbahan kulit cangkang telur di Workshop Usaha Karya Klampok, Banjarnegara tahun 2008
Hiasan keramik dari kulit telur, menarik.

 

Pembaca pernah mampir ke Klampok membeli keramik belum ya?

 

Sumber:
http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0605/15/jateng/35644.htm
http://budpar-banjarnegara.com/2008/06/10/menengok-sejarah-keramik-klampok-banjarnegara/
http://mediaindonesia.com/index.php?ar_id=NDkwMDA=


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • GHOTIKS
    avatar komentator ke-0
    GHOTIKS #Rabu, 26 Feb 2020, 18:47 WIB
    Maju terus, semangat,
    Bisa minta kontak pengrajinya kak?
    Kepengin berkunjung kangsung ke pengrajin
  • IQBAL FAISAL FACHRY
    avatar komentator ke-1
    IQBAL FAISAL FACHRY #Kamis, 4 Ags 2016, 18:16 WIB
    Saya mau beli guci poci set..tapi saya di Makassar? Siapa yah bisa dihubungi? Ini nomor HP saya 082192263838. Terima kasih.
    Apa di sini ada pembaca yang kenal pengerajin guci Klampok dan bisa membantu?
  • HENDI
    avatar komentator ke-2
    HENDI #Selasa, 29 Des 2015, 08:39 WIB
    Sekali-kali mampir ke Kecamatan Punggelan. Emang jauh sih dari kecamatan Purwareja-Klampok, tapi pemandangannya lebih beragam karena berada di lereng perbukitan.
    Wah, sip! Semoga suatu saat bisa mampir Banjarnegara lagi. :D
  • BAYAH
    avatar komentator ke-3
    BAYAH #Selasa, 29 Des 2015, 02:21 WIB
    alamatnya dimana
    di kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, di pinggir jalan raya
  • ANGGA
    avatar komentator ke-4
    ANGGA #Senin, 3 Sep 2012, 08:42 WIB
    majulah terus keramik klampok
    majuuuuu :D
  • GEPENG
    avatar komentator ke-5
    GEPENG #Rabu, 7 Jul 2010, 13:44 WIB
    sayang web sitenya masih bloger jadi..kurang di percaya..
    kurang dipercaya bagaimana Kang?
  • KLAMPOK
    avatar komentator ke-6
    KLAMPOK #Jumat, 30 Apr 2010, 18:48 WIB
    Sebagai orang klampok sy malah baru tahu dengan sejarah ini.. Waktu sy kecil (tahun akhir 80an) msh banyak turis yang lewat, dan sy sering liat sehabis pulang sekolah.. Semoga Klampok bs melestarikan kerajinan yang jadi ciri khas Klampok..
    Amin! Maju terus Klampok! :D
  • ANTO
    avatar komentator ke-7
    ANTO #Rabu, 29 Apr 2009, 13:59 WIB
    napas buatan?? setuju tp siapa yg mau?...
    harusnya pemda setempat
    Masalahnya Pemda setempat sepertinya udah nggak mengandalkan lagi Klampok sebagai sentra industri penghasil pendapat daerah. Apa mereka lebih terfokus ke Dieng ya?