Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Kamis, 30 Oktober 2008, 22:34 WIB

Aku memulai artikel ini dengan mengutip tulisan di booklet berjudul “Solo Image”.

 

OWHC (Organization of World Heritage Cities) adalah organisasi kota-kota warisan dunia yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian terintegrasi warisan budaya benda dan tak benda pada kota-kota bersejarah, utamanya pada kota-kota yang tercantum dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO, atau kota-kota yang memiliki warisan budaya tak benda yang diakui oleh UNESCO. Setiap dua tahun OWHC mengadakan konfrensi, mengumpulkan pakar dalam bidang pelestarian kota bersejarah serta pemanfaatannya untuk pariwisata dan peningkatan perekonomian kota.

 

Nah, di tahun 2008 ini Kota Solo, Jawa Tengah mendapat kehormatan dari OWHC sebagai tuan rumah penyelenggaraan Konfrensi Internasional Kota-Kota Warisan Dunia. Konfrensi ini diselenggarakan dari tanggal 25 hingga 30 Oktober 2008. Tentu saja, karena konfrensi ini berkaitan dengan budaya, maka serangkaian kegiatan bertema budaya pun dikemas untuk turut memeriahkan konfrensi tersebut. Salah satunya adalah Kirab Pusaka Dunia yang diselenggarakan pada hari Minggu (26/10/2008) bertempat di Jl. Slamet Riyadi, Solo.

 

Aku berangkat menuju Kota Solo bersama Pakdhe Prap naik mobil. Perjalanan dari Kota Yogyakarta menuju Kota Solo ditempuh selama kurang lebih 1,5 jam. Kami sampai di Kota Solo ketika jam menunjukkan pukul 13.00 dan langsung menuju Balaikota Solo tempat berkumpulnya para peserta pawai. Suasana di Balaikota penuh sesak dengan para peserta pawai dan pengunjung. Alhasil, kami harus memarkir mobil di gereja yang terletak persis di samping balaikota.

 

Foto peserta Kirab Pusaka Dunia OWHC kota Solo di tahun 2008

 

Seperti yang sudah diduga, sekumpulan fotografer sudah berkumpul di Balaikota untuk mengabadikan para peserta pawai. Menurut ilmu yang aku pelajari dari Pakdhe Prap, momen terbaik mengabadikan peserta pawai adalah ketika sebelum pawai saat mereka sedang bersiap-siap dan bukan saat mereka beraksi di jalan.

 

Aku nggak kekurangan obyek di balaikota karena banyak sekali peserta pawai yang menarik (terutama yang wanita ), dan beberapa diantaranya juga sempat menjadi korban gombalanku (dasar kadal! ).

 

Foto putri Solo berkebaya seksi di Kirab Pusaka Dunia OWHC kota Solo di tahun 2008

 

Foto cewek-cewek Solo booking di peserta Kirab Pusaka Dunia OWHC kota Solo di tahun 2008

 

Foto siswi paskibraka cewek binal di Kirab Pusaka Dunia OWHC kota Solo di tahun 2008

 

Akan tetapi, yang paling menarik perhatian orang-orang saat itu adalah kehadiran Putri Indonesia 2008, Zivanna Letisha Siregar, yang akrab disapa Zizi.

 

Foto Zivanna Letisha Siregar di Kirab Pusaka Dunia OWHC kota Solo di tahun 2008

 

Setelah lama menunggu rombongan tamu dari luar negeri yang tengah bertamasya ke Candi Borobudur dan Candi Prambanan, akhirnya pada pukul 14.00 acara kirab pun dimulai. Acara dibuka dengan disulutnya sebuah petasan yang diletakkan di kepala seorang wanita oleh Walikota Solo, Pak Joko Widodo.

 

Foto walikota Solo Joko Widodo di Kirab Pusaka Dunia OWHC kota Solo di tahun 2008

 

Juru Foto Lain...

Aku dan Pakde Prap bertemu dengan Mas Aziz dan temannya Mas Romi yang sama-sama hobi motret. Mas Aziz adalah adik dari suami sepupuku. Hmm...ternyata dunia ini luas and there are some peoples who shares the same things.

 

Dibawah Pekatnya Mega...

Kami memotret dengan kondisi langit Kota Solo yang mendung. Bahkan saat kirab dimulai mendung semakin bertambah pekat saja. Alhasil, kami memutuskan pulang setelah peserta kirab meninggalkan balaikota. Sepanjang perjalanan dari Kota Solo ke Kota Yogyakarta, kami harus bersusah-payah menembus hujan yang sangat lebat. Anehnya, menurut pengakuan seorang warga Solo yang aku hubungi, Kota Solo tidak diguyur hujan sama sekali! Wah, canggih juga pawang hujannya...


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • WINKY
    avatar 71
    WINKY #Jum'at, 31 Okt 2008, 21:44 WIB
    Segini doank potonya???yg banyak dunk di upload foto2 solo??
    kapasitas web hostingnya cuma 50 MB mas...sayang2...
  • SAMSUL ARIFIN
    avatar 483
    SAMSUL ARIFIN #Sabtu, 16 Mei 2009, 05:22 WIB
    Wah, rasa nasionalismeku bangkit saat melihat foto di tengah paling bawah.
    wajahnya si biasa aja, tapi dipermak dengan baju merah-putih dan "topi", jadi tampak anggun.
    Hidup Indonesia!!!
    Kamu naksir dia ya Pin???
  • PEIN
    avatar 915
    PEIN #Jum'at, 10 Jul 2009, 19:54 WIB
    Resultnya gimana ? Di wikipedia ga ada taunnya ? Jadi yang terbaru ga tau ? Ada info ga?!
    ntar-ntar, maksudnya gimana nih?